9 Tips Merawat Kulit Wajah Kering dengan Tepat bagi Anak Remaja

Jika kulit kering tak dirawat dengan tepat, akan menimbulkan pecah-pecah dan iritasi

15 November 2021

9 Tips Merawat Kulit Wajah Kering Tepat bagi Anak Remaja
Freepik

Kulit kering memiliki tingkat sebum yang rendah dan rentan terhadap sensitivitas. Kulit terlihat kering karena ketidakmampuannya mempertahankan kelembapan.

Ketika remaja memiliki kulit wajah yang kering, biasanya kulit terasa seperti "kencang" dan tidak nyaman setelah dibersihkan, kecuali setelah dioleskan beberapa jenis pelembab atau krim kulit. Pecah-pecah adalah tanda-tanda kulit yang sangat kering dan dehidrasi.

Sama seperti masalah kulit lainnya, kulit wajah yang kering pada remaja perlu mendapatkan perawatan yang tepat.

Untuk membantu menjaga kesehatan kulit remaja, berikut Popmama.com telah merangkum 9 tips merawat kulit wajah kering dengan tepat bagi anak remaja.

1. Pertahakan minyak alami

1. Pertahakan minyak alami
Pexels/Pixabay

Tubuh manusia secara alami menghasilkan minyak yang menjaga kulit agar terlindungi dan mencegah kekeringan. Namun, kita juga cenderung melakukan banyak hal sepanjang hari untuk menghilangkan minyak alami ini.

Ancaman terbesar bagi pelindung alami kulit adalah rutinitas mandi yang kurang tepat. Sabun yang menghilangkan banyak minyak dari kulit dan air yang terlalu panas membuat kulit berisiko lebih kering.

Menurut American Academy of Dermatology Association (AAD), saat anak mandi, penting untuk menurunkan suhu air serendah mungkin dan gunakan hanya sabun yang mengandung pelembab atau bertanda "kulit sensitif".

Mama juga harus memastikan agar anak tidak mandi terlalu sering atau terlalu lama. Keduanya juga dapat menghilangkan terlalu banyak minyak alami. Mandi tidak lebih dari 10-15 menit dan tidak lebih dari sekali sehari. Jika bisa, mandi hanya dua hari sekali.

2. Lakukan eksfoliasi dengan lembut

2. Lakukan eksfoliasi lembut
Pexels/Cottonbro

Melakukan eksfoliasi bertujuan untuk menghilangkan kulit mati, mencegah infeksi, dan memungkinkan produk pelembab menyerap dengan baik. Walaupun ini penting, remaja juga harus mengikutinya dengan cermat.

Pertama-tama, hindari melakukan eksfoliasi kulit terlalu sering. Sekali atau dua kali seminggu dapat dilakukan terutama untuk area sensitif seperti wajah. Selain itu, bersihkan kulit dengan tangan atau kain lap bersih yang lembut, untuk mencegah kerusakan.

Penting juga untuk memastikan kain lap yang digunakan bersih. Salah satu alasan mengapa menggunakan handuk bisa menimbulkan masalah adalah karena handuk mudah menjadi sarang kuman dan bakteri.

Menggunakan waslap bersih dapat membantu mencegah masalah itu terjadi.

3. Keringkan kulit dengan hati-hati

3. Keringkan kulit hati-hati
Freepik

Setelah membilas masker atau mencuci wajah, penting untuk mengeringkan kulit, tetapi berhati-hatilah. Menggosok kuat dengan handuk mandi tak hanya dapat mengiritasi kulit, tetapi juga dapat menghilangkan terlalu banyak kelembapan dan minyak.

Ini justru bisa menyebabkan kekeringan atau memperburuk masalah kulit yang ada. Sebagai gantinya, lakukan pengeringan alami di udara jika tidak terburu-buru. Atau jika tidak, tepuk-tepuk ringan kulit dengan handuk atau kain bersih yang lembut.

Editors' Picks

4. Mengoleskan pelembab wajah

4. Mengoleskan pelembab wajah
Freepik

Setelah mandi atau membersihkan wajah, remaja harus memulai rutinitas skincare nya dengan mengoleskan selapis pelembab.

Salep, krim, dan losion (moisturizer) bekerja dengan 'menjebak' kelembapan yang ada di kulit. Untuk memberikan kelembapan dan mengembalikan minyak alami yang hilang setelah mencuci wajah, anak perlu mengoleskan pelembab dalam beberapa menit.

Selain itu, penting juga untuk mencari pelembab wajah yang tepat untuk kulit wajah kering, tidak menggunakan bahan alkohol atau parfum. Namun, carilah krim atau salep yang mengandung satu atau lebih bahan berikut:

  • Minyak jojoba
  • Dimetikon
  • Gliserin
  • Asam hialuronat
  • Asam laktat
  • Lanolin
  • Minyak mineral
  • Petrolatum
  • Shea butter

5. Menggunakan lip balm

5. Menggunakan lip balm
Pexels/Burst

Cuaca dingin dapat menyabkan kulit wajah cepat kering. Namun selain merawat kulit wajah, penting juga untuk memerhatikan kesehatan bibir.

Kulit di bibir lebih tipis dari kulit wajah, jadi, jika anak juga menderita bibir pecah-pecah dan kering, menggunakan lip balm akan memastikan bibir terhidrasi dengan baik dan lebih cepat sembuh.

Lip balm adalah zat seperti lilin yang Anda gunakan untuk melembabkan dan mengurangi rasa sakit yang disebabkan oleh bibir pecah-pecah atau kering.

Menurut AAD, pilih lip balm yang terasa nyaman di bibir. Jika bibir terasa tersengat setelah mengoleskan lip balm atau membuat bibir jadi lebih kering, beralihlah ke produk lain yang tidak menyebabkan reaksi ini.

6. Lindungi kulit dari sinar matahari

6. Lindungi kulit dari sinar matahari
Pexels/Shiny Diamond

Matahari juga menyebabkan masalah pada kulit kering, dengan mengiritasi Anda dan menyebabkan kerusakan. Selain itu, remaja juga berisiko terkena kanker kulit jika terlalu banyak terpapar sinar matahari.

Maka dari itu, pastikan remaja telah mengenakan pelindung seperti topi, kacamata, masker, atau payung, serta pakaian yang melindungi kulit saat pergi keluar rumah di hari yang cerah. Dan untuk kulit yang tidak tertutup pakaian, gunakan tabir surya.

Anak bisa menggunakan tabir surya yang memiliki spektrum luas dengan kandungan 15 atau 30 UVA/UVB.

7. Minum lebih banyak air, pastikan minum sesuai kebutuhan tubuh berdasarkan usia

7. Minum lebih banyak air, pastikan minum sesuai kebutuhan tubuh berdasarkan usia
Pexels/Artem Podrez

Dehidrasi dapat menyebabkan masalah kulit kering dengan sangat mudah, jadi pastikan remaja untuk minum banyak air. 

Anak mungkin pernah mendengar bahwa ia harus minum 1,5 liter air per harinya. Namun dilansir dari Healthline, berapa banyak yang harus anak minum sebenarnya disesuaikan dengan usianya.

Berikut adalah rekomendasi seberapa banyak air yang diperlukan, berdasarkan usia:

  • Anak-anak berusia 4-8 tahun: 5 cangkir
  • Pra-remaja berusia 9-13 tahun: 7-8 cangkir
  • Remaja berusia 14-18 tahun: 8-11 cangkir
  • Laki-laki 19 tahun ke atas:13 cangkir
  • Perempuan 19 tahun ke atas: 9 cangkir

Aturan praktis yang baik adalah jika urin berwarna pucat atau jernih, maka anak telah mendapatkan cukup air. Jika warnanya kuning cerah atau lebih gelap, maka ia perlu minum lebih banyak air.

8. Memberikan nutrisi yang tepat pada pola makan anak

8. Memberikan nutrisi tepat pola makan anak
Freepik/Racool_studio

Kulit wajah, sama seperti banyak bagian tubuh lainnya, membutuhkan beberapa nutrisi lebih dari yang lain agar terlihat terbaik. Sehingga Mama perlu memastikan apakah anak mendapatkan nutrisi ini dalam pola makannya, atau mengonsumsi suplemen untuk memastikan nutrisinya cukup.

Nutrisi terbaik untuk kulit termasuk Vitamin A, Vitamin E, dan asam lemak omega-3.

Mama dapat memberikan anak nutrisi ini dalam konsentrasi tinggi, dengan menyajikan makanan seperti salmon, ikan teri, sarden, minyak zaitun, almond, kale, dan wortel.

9. Pertahankan kelembaban udara yang sehat di rumah

9. Pertahankan kelembaban udara sehat rumah
Freepik/rawpixel.com

Segala jenis udara kering juga dapat menyebabkan kulit kering. Namun, Mama dapat mengatasi hal ini dengan menggunakan pelembab udara atau humidifier di rumah, dan di area di mana remaja banyak menghabiskan waktu.

Tempat dan waktu yang paling penting untuk mengaktifkan humidifier adalah di kamar tidur anak pada malam hari. Selain menjaga kelembaban kulit, humidifier ini juga akan membantu remaja yang kesulitan tidur, mendapatkan waktu tidur yang lebih lelap.

Itulah 9 tips merawat kulit wajah kering pada remaja dengan tepat. Menemukan produk atau rangkaian perawatan kulit yang tepat membutuhkan proses dan banyak percobaan.

Sehingga jika perawatan di atas tak membantu mengatasi kulit wajah kering pada remaja, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan apa perawatan yang dibutuhkan oleh kulit wajah anak.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.