Tren Mewarnai Rambut, ini Dampak Bleaching bagi Anak Remaja

Dapat mengakibatkan kanker lho!

22 Januari 2021

Tren Mewarnai Rambut, ini Dampak Bleaching bagi Anak Remaja
Freepik

Dengan kemajuan produk-produk pewarna rambut dan tren kebebasan untuk mengembangkan ekspresi diri, beberapa remaja tertarik untuk mewarnai rambut. Terlebih lagi dengan kemudahan media sosial, anak melihat banyak contoh tren warna rambut.

Tren rambut berwarna pastel, ombre, highlight, membuat anak tak ragu mencobanya tren ini.

Cara ini dimaksud untuk memanfaatkan waktu di mana hampir setiap remaja masih menerapkan pembelajaran dari rumah, sehingga peraturan ketat di sekolah tentang rambut bisa lebih longgar.

Pewarnaan rambut juga disertai dengan bleaching atau proses menghilangkan pigmen hitam rambut agar menjadi lebih terang, dan membuat warna yang diinginkan menjadi lebih nyata.

Namun ternyata proses bleaching dapat berbahaya bagi kesehatan rambut anak.

Kali ini Popmama.com akan membahas dampak bahaya bleaching rambut bagi anak remaja. Yuk simak informasinya di bawah ini!

1. Bleaching dapat melukai kulit kepala

1. Bleaching dapat melukai kulit kepala
Freepik/User15145147

Proses bleaching memang seringkali tidak lebih dari beberapa jam. Tergantung pada toleransi rasa sakit dan kulit kepala remaja, bleaching sangat berisiko untuk melukai kulit kepalanya.

Walaupun memiliki tingkatan persentasenya, Bleaching tetap bahan kimia yang sangat kuat, sehingga tidak jarang memberikan sensasi terbakar atau gatal jika anak kulit kepala anak bersentuhan dengannya.

Jika terasa sangat nyeri atau gatal, segera bilas bleach yang sedang digunakan. Karena anak mungkin mengalami reaksi alergi atau luka bakar kimiawi, yang tentu keduanya tidak baik.

2. Rambut anak akan menjadi sangat kering

2. Rambut anak akan menjadi sangat kering
Freepik

Rambut menjadi sangat kering merupakan kekhawatiran terbesar bagi setiap remaja yang melakukan bleaching rambut, walaupun mungkin sudah ditambahkan conditioner, masker rambut atau vitamin, perawatan rambut tersebut hanya membantu mengurangi kekeringan, namun tidak mencegah terjadinya rambut kering.

Tidak hanya kering, namun rambut juga bisa menjadi lebih rapuh dan kurang elastis dibanding sebelumnya. Hal ini terjadi karena adanya proses oksidasi.

Akhirnya, rambut remaja bisa menjadi rusak dan sulit untuk diperbaiki seperti keadaan semula.

3. Warna rambut yang tidak merata

3. Warna rambut tidak merata
Freepik/Tetiana_tychynska

Salah satu efek samping dari bleaching rambut adalah perubahan warna rambut yang tidak merata, yang sayangnya sangat umum terjadi.

Rambut yang berubah warna bisa terlihat kurang bagus untuk penampilan anak remaja, dan bahkan memberi kesan bahwa anak tidak peduli dengan rambut atau penampilannya. Terkadang, terutama jika anak melakukan bleaching di rumah dan tidak dapat mengaplikasikan bleaching secara merata.

Editors' Picks

4. Rambut anak akan jadi lebih rentan rusak

4. Rambut anak akan jadi lebih rentan rusak
Freepik/Reportazh

Hampir setiap orang membenci rambut kusut, tetapi ada yang lebih dibenci oleh setiap orang, yaitu rambut bercabang dan mudah patah. Hal ini membuat gaya rambut anak jadi tidak rata karena adanya rambut patah di tengah-tengah pertumbuhannya.

Sayangnya, bleaching dapat memperburuk keadaan. Rambut yang di bleaching bisa menjadi sangat rapuh dan rentan rusak, apalagi jika tidak dilakukan dengan profesional atau tidak dirawat dengan tepat, maka kesehatan rambut bisa menjadi lebih buruk.

5. Risiko iritasi sampai kanker

5. Risiko iritasi sampai kanker
Freepik/Fabrikasimf

Dalam beberapa kasus, mewarnai rambut dengan menggunakan bahan kimia berulang kali bisa menyebabkan kulit kepala menjadi iritasi. Apalagi sebelumnya ditambah dengan proses bleaching, yang mungkin juga tidak hanya sekali dilakukan.

Dilansir dari halodoc.com, beberapa peneliti menemukan adanya kaitan antara bahan kimia yang digunakan untuk bleaching dengan risiko penyakit kanker, seperti leukimia, limfoma, dan kanker kandung kemih.

6. Menimbulkan migrain saat menggunakannya

6. Menimbulkan migrain saat menggunakannya
Freepik

Menggunakan jenis krim bleaching atau pewarna rambut bisa mengakibatkan migrain. Hal ini disebabkan karena bleaching dan pewarna rambut memiliki kandungan hidrogen peroksida yang kuat di dalamnya.

Mengutip situs Migraine yang dilansir dari CNNindonesia.com, rasa sakit kepala ini akan semakin terasa jika krim bleaching menempel dalam waktu yang lama di kulit kepala. Selain itu, aromanya yang kuat juga bisa menjadi pemicu migrain.

7. Rambut yang di-bleaching membutuhkan perawatan tinggi

7. Rambut di-bleaching membutuhkan perawatan tinggi
Freepik/Sandyturkina

Karena rambut yang di-bleaching menjadi sangat lemah dan rentan terhadap kerusakan, seringkali juga membutuhkan banyak perawatan setelahnya.

Hal ini berarti remaja harus konsisten dalam mempertahankan rutinitas perawatan rambut yang teratur, seperti menggunakan produk vitamin atau masker pelindung rambut setiap hari, dan mengingat untuk tidak bersikap kasar dengannya.

Plus, bayangkan jika anak sering melakukan bleaching yang dilanjutkan oleh pewarnaan dalam beberapa minggu. Perawatan seperti apa yang harus dilakukan?

Tips Perawatan Rambut Remaja Setelah Melakukan Proses Bleaching

Tips Perawatan Rambut Remaja Setelah Melakukan Proses Bleaching
Freepik/Cookie-studio

Bleaching dan pewarna rambut berisiko merusak rambut remaja dengan sangat kuat. Namun untuk mengatasi kerusakan yang dihasilan, remaja mama harus tahu cara merawat rambut setelah di bleaching dan diwarnai, dalam tips-tips berikut ini:

  • Tunggu 72 jam untuk keramas setelah pewarnaan

Jika anak mewarnai rambut, lapisan kutikula akan terbuka sehingga memudahkan pewarnaan pada batang rambut. Jika anak mencuci rambut terlalu cepat setelah pewarnaan, lapisan kutikula masih bisa terbuka, dan kemudian warna menjadi pudar.

Diperlukan waktu hingga tiga hari untuk menutup kutikula sepenuhnya, jadi semakin lama anak jarak anak untuk keramas setelah mewarnai rambut, semakin banyak waktu untuk menyerap pigmen warna ke dalam kutikula rambut.

Hal ini akan membantu warna menjadi tahan lebih lama, sehingga anak tidak perlu berulang kali bleaching dan mewarnai rambut.

  • Gunakan sampo dan kondisioner tanpa kandungan sulfat

Sodium Laureth Sulfate (SLS) adalah jenis deterjen anionik yang ditemukan di banyak produk perawatan pribadi, juga dikenal sebagai sodium Laureth ether sulfate.

Bahan ini digunakan untuk membuat sampo dan kondisioner menjadi berbusa. Sulfat berisiko menghilangkan rambut dari minyak alami dan kelembapan, yang kemudian dapat menghilangkan warna rambut yang baru saja diwarnai.

Selain itu, anak bisa mencoba gunakan sampo dan kondisioner bebas sulfat untuk menghindari kerontokan rambut.

  • Gunakan Purple Shampoo

Selain sulit menjaga kesehatan rambut berwarna terang, sulit juga untuk mencegah warna “kekuningan” dari pigmen asli rambut yang sebelumnya berwarna hitam atau coklat gelap.

Namun pemilihan purple shampoo ini lebih ditujukkan untuk mempertahankan warna rambut anak agar tidak cepat berubah setelah diwarnai. Tapi berhati-hatilah agar tidak menggunakannya terlalu banyak dan sering.

Purple shampoo sebenarnya juga dapat mengubah rambut yang diwarnai, jika digunakan terlalu sering atau terlalu cepat setelah sesi pewarnaan, karena rambut masih sangat rentan dan mudah menyerap.

Jika remaja hanya mencuci rambut beberapa kali seminggu, ia bisa menunggu sekitar dua minggu sebelum menggunakan purple shampoo untuk menjaga warna rambutnya.

  • Gunakan air dingin saat keramas

Air panas tidak terlalu bagus baik untuk rambut yang diwarnai. Saat anak mencuci rambut dengan air hangat, kutikula rambut akan terbuka sehingga bisa menghilangkan warna rambut ketika keramas dan kondisioner.

Untuk menghindari warna rambut jadi luntur, coba keramas dengan air yang sedikit hangat dan bilas kondisioner dengan air dingin.

Air hangat dapat meresap dan menjernihkan sampo dan kondisioner. Sebaliknya, air dingin membantu menambah kelembapan dari kondisioner sekaligus mencegah warna memudar dengan memperkuat kutikula rambut.

  • Kurangi frekuensi keramas

Hindari keramas terlalu sering, jika ingin warna rambut awet.

Selain itu, keramas terlalu sering juga menghilangkan minyak alami yang melembabkan dan menjaga kesegaran rambut. Cobalah untuk mencuci rambut setiap hari atau dua kali seminggu untuk menjaga warna tetap terjaga.

  • Gunakan dry shampoo ketika sedang tidak keramas

Pada hari-hari ketika anak tidak keramas, cobalah dry shampoo yang juga membantu ketahanan warna. Selain menyegarkan rambut, dry shampoo juga membuat rambut anak tampak lebih bervolume tanpa harus mencuci rambut.

  • Tingkatkan perawatan menggunakan masker dan vitamin rambut

Biasanya perawatan rambut dilakukan di salon, namun berkembangnya produk-produk perawatan rambut, kini anak bisa mencoba berbagai macam produk perawatan rambut di rumah. Pilih masker yang mengandung keratin dan protein untuk melembabkan dan menghaluskan rambut.

Gunakan masker setelah keramas ketika rambut masih setengah basah kemudian gunakan vitamin khusus untuk rambut berwarna.

Nah itulah dampak berbahaya dari penggunaan bleaching pada anak remaja. Jika anak tetap ingin bleaching dan mewarnai rambut, sebaiknya lakukan konsultasi pada ahli perawatan rambut yang profesional terlebih dahulu, dan ikuti tips-tips menjaga rambut diwarnai di atas!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.