Bangun komunikasi dua arah dengan anak. Jangan hanya memberikan nasihat, tetapi juga aktif mendengarkan keluh kesah, kekhawatiran, dan cerita anak tanpa menghakimi. Komunikasi terbuka membuat anak merasa aman untuk berbagi.
Dukung minat dan hobi positif anak. Mama dapat mendukung dengan menyediakan fasilitas atau kesempatan untuk mengembangkan hobi mereka. Ketika anak menemukan hal yang mereka sukai dan mendapat dukungan dari Mama, mereka akan membangun kepercayaan diri yang sehat dan terhindar dari pengaruh negatif.
Kenali lingkungan dan teman anak. Mama perlu tahu dengan siapa anak bergaul dan di lingkungan seperti apa mereka berinteraksi. Bukan untuk mengontrol secara berlebihan, tetapi untuk memastikan anak berada dalam lingkungan yang positif dan mendukung.
Bekerja sama dengan sekolah dan komunitas. Kolaborasi dengan pihak sekolah sangat penting untuk memantau perkembangan anak dan mencegah kasus bullying. Tak hanya itu, bergabung dengan komunitas orangtua atau mengajak anak ikut kegiatan komunitas yang positif juga dapat memberi dukungan kepada anak.
Jadilah tempat anak bersandar. Mama bukan hanya pelindung, tetapi juga teman terdekat bagi anak dalam menghadapi berbagai ancaman. Berikan kepercayaan, apresiasi atas pencapaian mereka, dan tunjukkan bahwa Mama selalu ada sebagai pendukung terbesar mereka.
Lindungi Anak dari Bullying dan Rokok lewat RAW Festival

- Anak menghadapi ancaman dari bullying dan perilaku berisiko seperti ajakan merokok
- Penting untuk menciptakan ruang aman untuk anak agar mereka dapat tumbuh dengan positif dan percaya diri
- Orangtua bisa mendukung anak melalui komunikasi, dukungan terhadap minat dan hobi, pengetahuan tentang lingkungan anak, serta kerja sama dengan sekolah dan komunitas
Pernahkah Mama merasa khawatir setiap kali anak berangkat sekolah atau bermain dengan teman-temannya? Khawatir dia mengalami bullying, atau terpengaruh ajakan teman untuk mencoba rokok?
Rasanya wajar kalau Mama punya kekhawatiran seperti ini. Lingkungan pergaulan anak sekarang memang berbeda dengan dulu. Ada banyak tekanan dan pengaruh negatif yang kadang sulit untuk dipantau.
Meski begitu, Mama tetap bisa berperan aktif dalam melindungi anak. Berikut Popmama.com jelaskan bagaimana bullying dan rokok menjadi ancaman bagi anak, serta langkah yang bisa Mama lakukan untuk melindungi mereka.
Table of Content
1. Ancaman yang dihadapi anak saat ini

Data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menunjukkan lonjakan drastis kasus kekerasan di lingkungan pendidikan. Pada tahun 2023, tercatat 285 kasus bullying.
Angka ini melonjak menjadi 573 kasus pada tahun 2024, naik lebih dari dua kali lipat. Sebanyak 31 persen dari kasus tersebut berkaitan langsung dengan bullying.
Yang lebih mengkhawatirkan, bentuk bullying fisik mendominasi dengan 55,5 persen dari total kasus, diikuti bullying verbal atau psikis sebesar 29,3 persen.
Dilihat dari jenjang pendidikan, korban bullying justru didominasi siswa sekolah dasar dengan 26 persen dari total kasus.
Selain bullying, anak juga menghadapi ancaman dari perilaku berisiko seperti merokok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, rata-rata 28,68 persen penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas merokok tembakau dalam sebulan terakhir.
Di tujuh provinsi, angkanya bahkan mencapai lebih dari 30 persen, yaitu Lampung (34,25 persen), Bengkulu (32,03 persen), Nusa Tenggara Barat (32,32 persen), Banten (31,19 persen), Sumatera Selatan (31,02 persen), Gorontalo (30,72 persen), dan Jambi (30,29 persen).
Dua ancaman besar ini menciptakan tekanan ganda yang mengancam perkembangan anak. Dampaknya bisa berupa krisis kepercayaan diri, gangguan kesehatan mental, hingga isolasi sosial yang membahayakan masa depan mereka.
2. Pentingnya ruang aman dan positif untuk anak

Ruang aman adalah lingkungan di mana anak dapat mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi atau mengalami tekanan negatif. Ini adalah tempat untuk ekspresi positif, membangun ketahanan mental, dan membuat pilihan hidup yang sehat.
Ruang aman memberikan kesempatan bagi anak untuk tumbuh dengan percaya diri tanpa harus bergantung pada validasi negatif dari lingkungan sekitar.
Menciptakan ruang aman dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan. Aktivitas seperti olahraga, seni, dan kreativitas terbukti menjadi tempat yang efektif untuk membantu anak mengekspresikan diri secara positif.
Salah satunya adalah RAW Festival yang akan digelar pada 24 Januari 2026 di Jakarta dengan pendekatan kolaboratif yang melibatkan komunitas, sekolah, dan orangtua.
RAW Festival mengintegrasikan unsur edukasi sosial, gaya hidup anak yang positif, kolaborasi komunitas, serta aktivitas yang mendorong interaksi sehat antaranak, sejalan dengan kebutuhan orang tua dan pemerintah dalam menyediakan kegiatan preventif berbasis komunitas.
Namun di luar kegiatan berskala besar, perlindungan utama tetap dimulai dari rumah. Orangtua memiliki peran krusial dalam menciptakan fondasi ruang aman yang kuat bagi anak, terutama dalam melindungi mereka dari ancaman bullying dan rokok.
3. Peran orangtua dalam mendukung anak

Melindungi anak dari bullying dan rokok bukan hanya soal melarang, tapi tentang membangun fondasi yang kuat dari rumah. Berikut beberapa hal yang dapat Mama lakukan:
Intinya Ma, melindungi anak dari bullying dan rokok bukan hanya soal melarang, tapi tentang memastikan anak dikelilingi oleh dukungan dan lingkungan yang positif. Yuk, mulai dari hal kecil, sudahkah Mama mendengarkan cerita anak hari ini?


















