Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara Parenting ala 90-an, Bikin Anak Bahagia & Aktif!

7 Cara Parenting ala 90-an, Bikin Anak Bahagia & Aktif!
Pexels/RUN 4 FFWPU
Intinya Sih
  • Penting untuk menghidupkan kembali gaya parenting ala 90-an yang menekankan kebebasan bermain, interaksi nyata, dan pembatasan penggunaan gadget bagi anak-anak masa kini.

  • Aktivitas fisik, permainan nyata, serta pemberian kepercayaan untuk mandiri dapat memperkuat mental, kreativitas, dan rasa percaya diri anak sejak dini.

  • Mama harus lebih hadir secara emosional melalui momen kebersamaan tanpa distraksi teknologi guna membangun ikatan keluarga yang hangat dan berkesan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Menghadirkan kembali kehangatan dan kesederhanaan masa kecil era tahun 90-an di tengah lingkungan modern yang serba digital saat ini tentu bisa menjadi sebuah pilihan parenting yang sangat bijak. 

Anak-anak yang tumbuh di generasi masa kini sering kali kehilangan momen-momen berharga untuk mengeksplorasi dunia nyata karena perhatian mereka sudah tersita oleh layar gadget sejak usia dini. 

Padahal, parenting zaman dulu yang cenderung membebaskan anak untuk bergerak aktif dan berinteraksi langsung dengan alam sekitar memiliki dampak yang sangat positif bagi kekuatan mental serta kreativitas batin mereka. 

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara efektif untuk menciptakan suasana masa kecil ala tahun 90-an yang penuh kesan bagi anak!

Table of Content

1. Membiasakan anak untuk bermain di luar ruangan

1. Membiasakan anak untuk bermain di luar ruangan

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, membiarkan anak lebih banyak bermain di luar
Pexels/Antonyus Bunjamin

Mengajarkan anak untuk bersahabat dengan rasa bosan tanpa langsung menyodorkan gadget merupakan contoh penerapan parenting 90-an yang mulai terlupakan saat ini. 

Ketika anak-anak dibiarkan tidak memiliki aktivitas, otak mereka sebenarnya sedang dipicu secara alami untuk memikirkan ide-ide kreatif guna menghibur diri mereka sendiri. 

Membiasakan anak untuk menjadikan aktivitas bermain di luar ruangan sebagai sebuah agenda harian yang wajib akan membantu mereka untuk mengembalikan fungsi kebebasan masa kecil yang sesungguhnya. 

Dengan bermain di luar rumah, anak tidak hanya mendapatkan stimulasi fisik yang menyehatkan organ tubuhnya, melainkan juga belajar untuk membuat momen liburan atau waktu santai harian menjadi jauh lebih bermakna dan mengasikkan tanpa perlu bergantung pada hiburan pasif seperti bermain gadget.

2. Membatasi screen time dan meningkatkan waktu bermain fisik

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, membatasi screen time anak
Pexels/Thang Nguyen

Langkah mendasar yang harus diambil Mama untuk menyelamatkan masa kecil anak dari kecanduan dunia virtual adalah dengan menerapkan aturan yang tegas mengenai screen time

Mengurangi waktu di depan televisi atau gadget lain secara otomatis akan membuka ruang yang sangat luas bagi anak untuk meningkatkan intensitas bermain secara aktif. 

Alasan mengapa hal ini sangat krusial bagi kondisi psikologis anak adalah karena tubuh yang aktif bergerak akan merangsang produksi hormon kebahagiaan dan mengoptimalkan perkembangan motorik kasar anak. 

Dengan mengalihkan fokus mereka dari dunia maya ke dunia nyata, anak akan kembali menemukan kebahagiaan sejati dari lelahnya berlari, melompat, serta mengeksplorasi setiap sudut lingkungan sekitar rumah dengan penuh rasa ingin tahu yang tinggi.

3. Memberikan kebebasan yang sesuai dengan tahapan perkembangan

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, memberi kebebasan dalam batas wajar
Pexels/Boris Hamer

Salah satu ciri khas parenting 90-an yang sangat membentuk mental baja pada diri anak adalah keberanian Mama untuk memberikan kepercayaan berupa kemandirian.

Di era modern ini, kecenderungan orangtua untuk terlalu melindungi atau mengawasi anak secara berlebihan justru berisiko membuat mental anak menjadi rapuh dan penakut. 

Mama bisa mulai melatih batin anak dengan memberikan kelonggaran kebebasan diri yang disesuaikan dengan kapasitas kemampuan mereka tanpa perlu dibayangi rasa cemas yang berlebihan. 

Membiarkan anak melakukan tugas-tugasnya secara mandiri akan menumbuhkan rasa percaya diri, membuat mereka merasa dihargai serta melatih kesiapan mental anak dalam menghadapi berbagai situasi sosial yang dinamis di luar rumah kelak.

4. Mengutamakan mainan fisik daripada permainan di gadget

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, anak bermain mainan fisik di luar
Pexels/RDNE Stock Project

Menyediakan beragam jenis mainan fisik di rumah merupakan hal yang jauh lebih berharga untuk perkembangan kognitif anak dibandingkan dengan membiarkan mereka memainkan gim di gadget. 

Mainan berbentuk nyata yang bisa disentuh, digerakkan, dan disusun oleh tangan anak akan memberikan stimulasi yang sangat penting untuk melatih koordinasi serta ketangkasan motorik halus mereka. 

Alasan mengapa benda-benda fisik ini lebih baik daripada gim di gadget adalah karena mereka menuntut keterlibatan emosional dan daya imajinasi anak secara penuh untuk menghidupkan suasana permainan tersebut. 

Kebiasaan ini tidak hanya ampuh menjauhkan anak dari dampak buruk radiasi layar, melainkan juga melatih fokus dan tingkat kesabaran batin anak saat berusaha menyelesaikan sebuah permainan nyata.

5. Menghadiri momen-momen bersama anak

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, menghadiri momen bersama anak
Pexels/Dogukan

Mengabadikan momen tumbuh kembang anak melalui gadget tentu merupakan hal yang wajar dilakukan oleh Mama sebagai bentuk kenang-kenangan. 

Namun, Mama perlu menjaga batasan agar keinginan untuk mengambil dokumentasi tersebut tidak justru merenggut kehadiran emosional Mama yang sesungguhnya di sisi anak pada saat itu. 

Parenting 90-an mengajarkan untuk lebih memprioritaskan hubungan di dunia nyata dengan cara hadir sepenuhnya secara lahir dan batin tanpa distorsi teknologi. 

Ketika anak melihat Mama fokus memperhatikan mereka secara langsung tanpa terhalang lensa kamera, mereka akan merasakan  kasih sayang yang sangat utuh, yang pada akhirnya akan mempererat ikatan serta menciptakan memori emosional yang jauh lebih membekas di hati anak.

6. Membiarkan anak berusaha menyelesaikan masalah sendiri dulu

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, membiarkan anak memecahkan masalah sendiri
Pexels/Мария Воскресенская

Membentuk karakter anak yang solutif dan tidak manja bisa dimulai dengan cara menahan diri untuk tidak langsung mengintervensi setiap kali anak menghadapi hambatan. 

Ketika anak mengalami kesulitan kecil saat bermain atau berinteraksi, berikan batin mereka kesempatan untuk berpikir, menganalisis, dan mencari jalan keluar secara mandiri terlebih dahulu sebelum Mama turun tangan membantu. 

Proses pemecahan masalah secara mandiri ini merupakan simulasi mental yang sangat bagus untuk melatih logika berpikir kritis serta daya juang anak sejak dini. 

Dampak jangka panjangnya adalah anak tidak akan tumbuh menjadi pribadi yang mudah menyerah atau selalu bergantung pada bantuan orang lain, melainkan menjadi sosok yang mandiri, berani mengambil keputusan, serta bertanggung jawab.

7. Rutin mengadakan agenda bersama anggota keluarga

Parenting ala 90-an yang buat anak lebih aktif, miliki agenda rutin bersama keluarga
Pexels/Kampus production

Membangun tradisi komunikasi yang hangat di dalam rumah bisa diwujudkan secara konsisten dengan cara mengadakan agenda malam permainan bersama seluruh anggota keluarga secara berkala. 

Kegiatan bermain atau menonton televisi di ruang tengah bisa menjadi sarana yang efektif untuk mencairkan kekakuan serta mengalihkan perhatian seluruh penghuni rumah dari kesibukan gadget masing-masing setelah seharian beraktivitas. 

Suasana penuh tawa dan kebersamaan sejati ini akan menjadi pondasi rasa aman yang sangat kuat bagi perkembangan mental dan emosional buah hati tercinta.

Melihat begitu besarnya dampak positif dari pengurangan screen time terhadap tingkat kreativitas anak, taktik seru apa yang ingin Mama coba terapkan untuk mengajak anak bermain aktif di halaman rumah pada sore hari ini?

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina

Related Articles

See More