Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Studi: Tidur Lebih Awal Bantu Fokus dan Nilai Akademik Remaja
Freepik/lookstudio

Bukan tanpa alasan orangtua meminta anaknya agar tak banyak begadang dan tidur lebih awal. Ternyata, kebiasaan sederhana ini justru bisa jadi awal kunci kesuksasan secara akdemik pada anak, lho.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa remaja dengan rutinitas tidur malam yang konsisten tak hanya merasa lebih bugar, tapi juga mengalami peningkatan signifikan dalam daya ingat dan fungsi kognitif otak mereka.

Nah, daripada Mama terus khawatir melihat anak begadang, berikut Popmama.com rangkumkan fakta menarik dari studi tersebut, Ma.

1. Anak perlu tidur 8-10 jam dalam sehari

Freepik/jcomp

Dalam jurnal American Academy of Sleep Medicine, yang dilansir dari situs The Guardians, remaja usia 13-18 tahun seharusnya tidur 8-10 jam setiap malam.

Profesor Colin Espie dari Universitas Oxford menjelaskan bahwa salah satu konsekuensi memiliki otak yang sangat berkembang dan mampu melakukan tugas kompleks adalah manusia sangat bergantung pada tidur, terutama di masa pertumbuhan.

Nah, remaja yang tidur lebih awal ini sebenarnya di dalam otak mereka juga tidak benar-benar "mati", Ma.

Justru di malam harilah otak bekerja ekstra untuk memproses informasi yang didapat sepanjang hari, memperkuat materi pelajaran yang baru dipelajari, dan melakukan "reset" agar siap menerima pengetahuan baru keesokan harinya.

Kebiasaan tidur larut atau begadang justru mengganggu proses krusial ini, membuat otak anak kelelahan dan kesulitan menyerap pelajaran dengan maksimal.

2. Tidur lebih awal bisa bikin anak lebih produktif

Freepik

Mungkin Mama berpikir, "Ah, cuma kurang 15 menit sih, nggak masalah." Tapi penelitian ini membuktikan sebaliknya, Ma.

Profesor Sahakian, salah satu peneliti justru dibuat tterkejut karena perbedaan kecil dalam durasi tidur ternyata memiliki dampak yang begitu besar, lho.

Perbedaan kecil dalam jumlah tidur akan terus terakumulasi seiring waktu hingga akhirnya membuat perbedaan besar pada kemampuan otak dan hasil belajar anak.

Selain itu, fenomena yang disebut "social jet lag" (ketika anak begadang di malam sekolah lalu berusaha mengejar tidur di akhir pekan) justru bisa memperparah masalah, Ma.

Kalau anak mama terbiasa tidur lebih awal, ini bisa menunjukkan perubahan signifikan pada tingkat fokus yang lebih baik, kemampuan memecahkan soal dengan lebih cepat, dan tentunya nilai akademik yang lebih memuaskan.

Yang menarik, ini bukan hanya soal durasi belajar yang panjang saja, Ma, tapi juga kualitas istirahat otak. Dengan tidur cukup, otak anak berfungsi di level terbaiknya tanpa harus belajar mati-matian hingga larut malam.

3. Rekomendasi ahli agar anak bisa tidur lebih awal

Freepik/jcomp

Meski sering terasa sulit untuk tidur lebih awal, para ahli menyebutkan bahwa kondisi ini bisa diperbaiki dengan perubahan sederhana.

Para ahli merekomendasikan dua hal untuk dilakukan, yakni olahraga teratur yang dpaat membantu tidur, serta tidak menggunakan gadget apa pun di larut malam.

Jadi, Mama bisa mulai menerapkan aturan "no gadget" satu jam sebelum tidur, ya. Selain memerintahkan demikian, kita juga perlu jadi contoh baik bagi anak dengan menerapkan hal serupa, Ma.

Dari penelitian di atas, tak ada ruginya mulai membiasakan anak tidur lebih awal mulai malam ini, Ma, karena terkadang, kunci menjadi remaja berprestasi bukanlah belajar lebih keras, melainkan berhenti sejenak dan membiarkan otak melakukan tugasnya.

Selamat mencoba, Ma!

Editorial Team