TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Benarkah Alam Bebas Bisa Membuat Anak Lebih Cerdas dan Bahagia?

Ternyata otak dan tubuh anak membutuhkan alam bebas untuk berkembang, Ma

25 Oktober 2019

Benarkah Alam Bebas Bisa Membuat Anak Lebih Cerdas Bahagia
Pixabay/Pezibear
joker with card

Mama harus mengakui, bahwa anak-anak zaman now lebih banyak menghabiskan waktu di dalam rumah. Sibuk dengan gawai dan komputer, atau justru pulang sore hari karena harus melakukan kegiatan tambahan di sekolah. Sampai di rumah, biasanya anak akan lelah dan jarang bermain keluar dari rumah.

Peneliti David Strayer dari University of Utah mengungkapkan bahwa, "kita melihat perubahan pada otak dan tubuh, yang menunjukkan bahwa kita lebih sehat secara fisik dan mental saat berinteraksi dengan alam."

Seperti yang dilansir oleh Greater Good Magazine dari Berkeley, AS, berikut alasan ilmiah mengapa berada di alam bebas akan memengaruhi otak dan tubuh si Anak. Disini Popmama.com sajikan buktinya untuk Mama. 

1. Alam bisa menurunkan stres

1. Alam bisa menurunkan stres
Pixabay/Valiphotos

Para peneliti Jepang dan Korea bekerja sama melakukan sebuah studi. Partisipan ditugaskan untuk berjalan-jalan baik di jalur sepanjang hutan maupun di tengah kota (dengan panjang jalur serta tantangan yang sama) sembari menggunakan alat pengukur detak jantung dan tekanan darah.

Hasilnya, mereka yang berjalan-jalan di hutan memiliki tingkat stres yang lebih rendah dan tingkat relaksasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang berjalan-jalan di tengah kota. Demikian pula dengan studi serupa yang dilakukan di Finlandia. Para penghuni kota dilaporkan memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat diminta berjalan-jalan di taman kota, dibandingkan dengan mereka yang berjalan-jalan di pusat perkotaan.

Editors' Picks

2. Alam membuat si Anak lebih bahagia

2. Alam membuat si Anak lebih bahagia
Pixaba/Jill Wellington

Gregory Bratman dari Stanford University bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dengan menugaskan 60 orang partisipan dari berbagai usia untuk berjalan-jalan selama 50 menit, baik di hutan maupun di tepi jalan raya. Sebelum dan sesudahnya, para partisipan melakukan tes, terkait emosi dan terkait kognitif. Salah satunya terkait daya ingat jangka pendek.

Hasilnya, ia menemukan bahwa mereka yang berjalan di hutan memiliki emosi yang lebih positif dibandingkan dengan orang yang berjalan di tepian jalan raya. Selanjutnya, orang yang berjalan-jalan di hutan ini memiliki daya ingat yang meningkat. Bahkan, lebih jauh lagi, penelitian yang melibatkan MRI terhadap para partisipan juga mengonfirmasi hal ini. Bahwa mood lebih meningkat saat manusia dihadapkan pada alam bebas.

3. Alam melepaskan kelelahan dan meningkatkan kreativitas anak

3. Alam melepaskan kelelahan meningkatkan kreativitas anak
Pixabay/Pexels

Menurut peneliti, tanpa disadari, anak yang terpaku pada permainan di gawai dalam waktu yang lama akan membuat anak tersebut terpajan secara terus menerus dan bisa mengarah kepada kelelahan secara mental.

Salah satu cara untuk kembali ke keadaan semula adalah apa yang disebut oleh Strayer sebagai attention restoration. Caranya, ialah kembali ke alam. Ia percaya bahwa alam bisa memicu orang lebih kreatif dan lebih mampu menyelesaikan masalah.

Hal ini terjadi karena terdapat bagian-bagian otak yang aktif saat anak dihadapkan pada alam bebas, alih-alih terhadap gawai atau hal-hal buatan manusia yang ada di perkotaan.

"Otak sering digunakan untuk melakukan multitasking. Saat pergi berjalan-jalan tanpa gawai, bagian otak prefrontal cortex akan memulihkan diri. Dan saat itulah muncul kreativitas, penyelesaian masalah, dan perasaan sehat walafiat," ungkap Strayer.

4. Alam membantu si Anak menjadi baik dan murah hati

4. Alam membantu si Anak menjadi baik murah hati
Pixabay/eluxirphoto

Juyoung Lee, Dacher Kelter, dan peneliti lain di University of California, Berkeley, AS, meneliti tentang dampak potensial alam terhadap keinginan untuk menjadi murah hati, percaya kepada orang lain, dan perasaan ingin membantu orang lain.

Para partisipan dihadapkan kepada beberapa tingkat pemandangan alam, mulai dari yang biasa hingga yang menakubkan. Setelah itu mereka diajak bermain Dictator Game dan Trust Game untuk mengukur tingkat kepercayaan serta kemurahatian mereka. 

Ternyata setelah dihadapkan kepada pemandangan alam yang menakjubkan, para partisipan menjadi lebih murah hati dan percaya, dibandingkan dengan orang yang dihadapkan pada pemandangan yang biasa saja. Kesimpulan yang ditarik adalah, alam membuat anak menjadi orang yang positif dan akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain.

5. Alam membuat anak merasa lebih hidup

5. Alam membuat anak merasa lebih hidup
Pixabay/Sasin Tipchai

Dari semua penelitian yang dilakukan, Strayer optimis bahwa alam akan mengubah seseorang menjadi sesuatu yang baru, menjadikan orang memiliki perasaaan lebih baik, menjadikannya bisa berpikir lebih baik, dan bahkan memahami orang lain.

Dengan mengajak anak bermain di alam bebas, si Anak dan bahkan juga Mama serta keluarga, akan menjadi lebih bahagia dan merasa lebih hidup. Hal inilah yang akan menambah warna pada kehidupan bahkan setelah kembali ke kota.

Strayer juga mengingatkan, jika kita terus menerus memegang gawai, "maka Anda kehilangan sesuatu yang spektakuler, yaitu dunia yang sebenarnya."

Baca juga: Kegiatan Alam Bebas yang Bisa Dilakukan Bersama Anak

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk