Ciri-Ciri Pantun dan Pengertiannya dalam Bahasa Indonesia

Pantun merupakan jenis puisi lama dari budaya asli Indonesia yang terikat dengan aturan

14 Oktober 2021

Ciri-Ciri Pantun Pengertian dalam Bahasa Indonesia
Pixabay/Free-Photos

Mungkin sebagian besar dari kamu sudah sering mendengar pantun dari sebuah acara di televisi atau saat membaca buku, baik buku sekolah atau buku sastra.

Pantun adalah sebuah karya sastra puisi lama yang terikat dengan beberapa aturan.

Awalnya, pantun merupakan sastra lisan karena masyarakat kerap kali saling berbalas ucapan langsung secara lisan dan tanpa pikir panjang. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, pantun sering dijumpai dalam sebuah tulisan atau pantun tertulis.

Umumnya, pantun berisi ucapan yang ekspresif dan sering kali memiliki isi jenaka. Sebab itu, pantun dikenal sebagai alat pemelihara bahasa yang berfungsi sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir. Dengan kata lain, pantun dapat melatih seseorang berpikir tentang makna kata sebelum berujar.

Selain itu, pantun juga menunjukkan kecepatan berpikir seseorang dan memainkan kata.

Lantas, apa sih pengertian dan ciri-ciri pantun?

Nah, kali ini Popmama.com akan membahas tentang ciri-ciri pantun dan pengertian pantun agar kamu juga bisa mengembangkan karya sastra budaya asli Indonesia yang satu ini.

Disimak ya!

1. Pengertian pantun

1. Pengertian pantun
Pexels/Pixabay

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pantun merupakan bentuk puisi Indonesia (Melayu) yang tiap bait terdiri atas empat baris dengan sajak (a-b-a-b). Tiap larik pantun biasanya terdiri atas empat kata, yakni baris pertama dan kedua merupakan sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun.

Dalam Buku Pintar Pantun dan Peribahasa Indonesia karya Mutia Dwi Pangesti, pantun berasal dari kata patutun yang berarti “penuntun” dalam bahasa Minangkabau.

Dalam bahasa Jawa, pantun disebut parikan, sedangkan dalam bahasa Sunda dikenal dengan paparikan.

Tidak hanya itu, dalam bahasa Batak, pantun disebut sebagai umpasa.

Dengan demikian, setiap daerah di Indonesia, memiliki penamaan pantun yang berbeda-beda.

Karya pantun dalam bahasa Tagalog dikenal dengan sebutan Tonton.

Editors' Picks

2. Ciri-ciri pantun

2. Ciri-ciri pantun
Freepik/racool-studio

Karya sastra pantun berbeda dari karya sastra lainnya. Berikut ini ciri-ciri pantun yang menjadikannya sebuah karya sastra berbeda dari yang lain.

1. Tiap bait terdiri dari empat baris (larik)

Salah satu ciri khas yang terdapat dalam pantun adalah memiliki empat baris dengan setiap barisnya terdiri dari 8 hingga 12 suku kata.

2. Terdapat 4 sampai 6 kata dalam setiap baris

Setiap barisnya berisi 4 sampai 6 kata dalam satu baris agar lebih mudah dipahami dan didengar. Dengan begitu, kamu tidak akan kesulitan mencerna dan membalas pantun.

3. Memiliki dua pola penulisan

Pola yang digunakan dalam pantun biasanya terdiri dari dua macam, yaitu pola a-a-a-a dan a-b-a-b. Selain itu, kamu dilarang menggunakan sajak lainnya, misal a-a-b-b atau a-b-b-a.

4. Terdiri atas sampiran dan isi

Pantun terdiri atas dua bagian, yakni sampiran dan isi. Bait pertama dan kedua disebut sebagai sampiran dan baris ketiga dan keempat merupakan isi pantun.

5. Anonim

Yang menjadi ciri khas khusus dari pantun adalah tidak ada nama penulis/penggubahnya (anonim) karena penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut secara langsung (lisan) dan tanpa pikir panjang.

3. Struktur pantun

3. Struktur pantun
Pexels/Bruno Bueno

Salah satu ciri-ciri pantun adalah terdiri atas sampiran dan isi.

Sampiran biasanya tidak ada hubungan dengan isi, tetapi memberikan gambaran seperti apa bunyi isi pantun agar terdengar unik, sehingga pendengar menjadi tertarik.

Sementara itu, isi pantun adalah inti dari pantun. Apa yang ingin disampaikan atau tujuan si pembuat pantun akan dituangkan pada isi pantun. Rima atau akhiran serupa juga tidak luput dari isi pantun ya!

Selain itu, struktur pantun juga terdiri dari bait yang misalnya berjumlah empat baris, enam baris, delapan baris, dan seterusnya.

4. Unsur-unsur pantun

4. Unsur-unsur pantun
Freepik/rawpixel-com

Pantun sejatinya memiliki dua unsur, antara lain:

  1. Unsur intrinsik yang berasal dari struktur pantun itu sendiri, misalnya tokoh, tema, amanat, setting/latar, alur, dan rima (akhiran serupa).
  2. Unsur ekstrinsik atau unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Hal tersebut bisa dikaitkan dengan latar belakang atau sebuah keadaan yang menjadi penyebab terbentuknya pantun. Meski begitu, unsur ekstrinsik sangatlah penting karena menjadi penentu isi pantun dan penguat unsur intrinsik.

5. Jenis-jenis pantun

5. Jenis-jenis pantun
Freepik/freephoto

Pantun memiliki beberapa jenis tergantung dari tujuan dan waktu dibuatnya pantun tersebut.

Berikut ini jenis-jenis pantun yang perlu diketahui:

  1. Pantun nasihat, bertujuan memberikan dan menyampaikan sebuah pesan untuk pendengarnya.
  2. Pantun teka-teki, pantun yang diakhiri dengan kalimat pertanyaan pada baris terakhir.
  3. Pantun agama, berisi ajaran moral dan didikan hidup untuk setiap manusia.
  4. Pantun jenaka, biasanya pantun jenaka dibuat untuk menghibur atau dijadikan bahan sindiran dalam suasana yang penuh keakraban sebagai upaya mencairkan suasana.
  5. Pantun cinta, jenis pantun yang berisi tentang cinta atau romantisme, kerinduan, dan lainnya. Biasanya, pantun cinta digunakan untuk mengungkapkan perasaan seseorang.
  6. Pantun peribahasa, di dalamnya terdapat kalimat-kalimat peribahasa yang pada umumnya memiliki susunan tetap.
  7. Pantun kiasan, biasanya berisi bahasa atau kalimat kiasan, sehingga pesan yang terdapat dalam pantun kiasan disampaikan secara tersirat.

Itulah pengertian dan ciri-ciri pantun yang perlu kamu ketahui. Kamu bisa membuat pantun dengan mengikuti ciri-ciri pantun tersebut. Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan kamu ya!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.