Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Viral Remaja 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia Usia Diduga Dianiaya

Viral Remaja 12 Tahun di Sukabumi Meninggal Dunia Usia Diduga Dianiaya
Tiktok.com/@radarsumedang

Video seorang remaja laki-laki terkapar lemas di rumah sakit viral di media sosial. Lelaki malang tersebut akhirnya meninggal dunia setelah diduga mengalami penganiayaan oleh ibu tirinya.

Korban berinisial NS (12) meninggal setelah sempat dirawat di RSUD Jampangkulon, Sukabumi. Kondisinya saat kritis terekam dan diunggah akun TikTok @radarsumedang hingga viral.

Dalam video tersebut, wajah korban tampak lebam dengan kedua mata membiru. Terdapat juga luka terbuka di paha yang diduga bekas siraman air panas.

Melansir dari berbagai sumber, berikut Popmama.com rangkumkan informasi selengkapnya.

1. Kronologi berdasarkan keterangan korban

remaja NS dianiaya ibu tiri
Tiktok.com/@radarsumedang

Kepada media, Papa korban yakni Anwar Satibi (38), dipanggil pulang oleh istrinya yang sedang bekerja. Sang istri mengabari bahwa NS sedang tidak enak badan lantaran badannya demam.

Setibanya di rumah, Anwar kaget melihat kondisi anaknya karena kulit NS sudah melepuh di sejumlah bagian tubuh dan terdapat luka lebam. Saat ditanya, istrinya hanya menjawab bahwa luka tersebut akibat demam panas biasa.

Kecurigaan muncul ketika seorang kerabat datang dan menanyai NS. Setelah sempat kritis dan sadarkan diri dengan kondisi yang terkapar lemas, korban akhirnya mengaku bahwa kondisinya tersebut terjadi akibat penganiayaan yang dilakukan ibu tirinya.

Dengan kondisi yang sangat lemah, NS mengaku dirinya diberi minum air panas oleh ibu tirinya, sampai membuat kondisi tubuhnya penuh luka lebam.

2. Papa korban minta dilakukan autopsi

autopsi ilustrasi
Freepik/peoplecreations

Setelah menyebutkan bahwa sang ibu tiri lah yang tega melakukan penganiayaan padanya, NS dikabarkan langsung meninggal dunia.

Dalam video yang beredar, Anwar sebagai Papa kandung korban terlihat begitu marah pada sang istri saat mengetahui jawaban putranya sebelum meninggal dunia.

Anwar mengaku awalnya tidak menyangka jika luka putranya akibat perbuatan sang istri. Ia sempat berpikir luka melepuh tersebut akibat demam panas biasa. Namun, setelah kerabatnya bertanya perlahan pada sang anak, ia baru mengetahui fakta pahit tersebut.

Kepada media, Anwar mengaku bahwa dalam video yang beredar ia sempat bertindak brutal lantaran kecewa dan marah karena perlakuan sang istri kepada anaknya.

Meski demikian, Anwar enggan berspekulasi soal penyebab kematian putranya. Ia justru meminta agar jenazah NS diautopsi untuk memastikan kebenarannya.

3. Proses autopsi dilakukan untuk ungkap penyebab kematian korban

autopsi ilustrasi
Freepik

Polres Sukabumi segera bergerak setelah mengetahui kasus dugaan penganiayaan ini. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sukabumi, Ajun Komisaris Hartono, menyatakan bahwa timnya masih mendalami peristiwa tersebut.

Langkah awal yang diambil adalah melakukan autopsi terhadap jenazah korban, sebagaimana yang juga disetujui oleh Papa korban untuk bisa dilakukan autopsi.

Pada Jumat (20/2/2026) pagi, autopsi pun sudah dilakukan pada korban NS yang diduga menjadi korban KDRT oleh ibu tirinya.

Autopsi dilakukan untuk memastikan dugaan kekerasan dalam rumah tangga yang menimpa NS. Polisi ingin mengungkap fakta di balik luka lebam dan melepuh di sekujur tubuh korban.

Hingga kini, pihak polisi masih menunggu hasil autopsi dan akan mendalami penyebab kematian NS yang viral diberitakan mendapat penganiayaan dari ibu tirinya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Big Kid

See More

10 Sikap Orangtua yang Bisa Melukai Psikologis Anak

22 Feb 2026, 12:05 WIBBig Kid