Hih! Anak yang Kejam Terhadap Hewan, Bisa Jadi Kena Gangguan Mental

Kecenderungan sociopath ini bisa muncul sejak usia pra-remaja

18 Agustus 2019

Hih Anak Kejam Terhadap Hewan, Bisa Jadi Kena Gangguan Mental
Pexels/Kai-Chieh Chan

Seiring dengan pertambahan usia, anak-anak tak hanya mengalami perkembangan secara fisik, tetapi juga secara mental dan emosional. Setiap orangtua tentu mengharapkan proses tersebut berjalan dengan baik dan normal, hingga anak memasuki usia dewasa. 

Di satu sisi, kepribadian masing-masing orang adalah unik. Tak ada satu pun orang yang punya sifat sama persis dengan yang lain. Namun, keunikan kepribadian ini juga bisa mengarah masalah masalah kepribadian. Sociopath, misalnya.

Sociopath adalah istilah yang mengacu pada perilaku dan sikap antisosial pada diri seseorang, Penyebabnya masalah kepribadian ini belum diketahui secara pasti. Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, sociopath biasanya muncul pada saat anak berusia 18 tahun. Sebetulnya, gejalanya sudah tampak saat mereka beranjak remaja hingga dewasa. 

Seperti apa ya sebenarnya tanda-tanda anak yang memiliki kecenderungan perilaku menyimpang ini? Dilansir dari livestrong.com, berikut Popmama.com merangkumnya untuk Anda.
 

1. Kejam pada hewan

1. Kejam hewan
dogtrainingnow.com

Psikolog klinis, Jill P. Weber, menyatakan bahwa anak yang seringkali melakukan tindakan kejam pada hewan harus segera mendapatkan pertolongan ahli kejiwaan. Sebab, tak jarang perilaku senang melihat orang lain menderita diawali dari kesenangan menyiksa hewan yang dianggapnya tak berdaya.

Menurut The National District Attorneys Association, berperilaku menyiksa hewan merupakan bibit kekejaman tindakan yang lebih nekat. Anak-anak yang terlibat sejumlah kasus penembakan yang terjadi di sekolah-sekolah Amerika memiliki riwayat membunuh binatang, jauh sebelum mereka melakukan aksinya.

Editors' Picks

2. Kurang rasa empati

2. Kurang rasa empati
Freepik/sunlight19

Sebuah artikel yang diterbitkan oleh Molecular Psychology di tahun 2009, menyatakan bahwa kurangnya empati dan tak memiliki rasa penyesalan merupakan sifat umum yang dimiliki oleh anak-anak sociopath. Bahkan, anak-anak ini tidak merasa menyesal ketika melakukan tindakan yang salah di mata orang lain. Sebab, di mata anak sociopath tak ada bedanya saat mereka melakukan tindakan benar atau salah. Ironisnya, mereka sadar saat melakukan tindakan tersebut. 

3. Suka merusak dan membakar barang

3. Suka merusak membakar barang
Pixabay/knallkobold23

Anak-anak sociopath seringkali kedapatan melakukan tindakan pengerusakan sejumlah barang atau seringkali disebut dengan vandalisme. Tak hanya itu saja, mereka juga seringkali terlibat dalam aksi kebakaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Sejumlah kasus kebakaran yang dilakukan anak mayoritas terjadi karena dorongan rasa penasaran, daripada karena kedengkian. Kesenangan membakar sesuatu dengan sengaja mungkin merupakan perilaku antisosial atau sociopath yang perlu dicermati lebih dalam. 

Para psikolog menyatakan, anak yang memiliki perilaku senang membakar, yang diikuti dengan kebiasaan menyiksa hewan dan mengompol berlebihan termasuk anak-anak dengan kondisi kejiwaan berbahaya. Anak-anak ini harus segera mendapatkan pertolongan sebelum mereka melakukan tindakan yang lebih membahayakan. 

Perilaku sociopath tidak terjadi tiba-tiba. Ada banyak faktor yang mendorongnya. Perilaku sociopath diduga dipengaruhi faktor genetik maupun pengalaman traumatis. Misalnya riwayat pola asuh dari keluarga yang tidak baik, mengalami pelecehan fisik, emosional, serta pengalaman traumatis yang dialami oleh anak.

Jika anak menunjukan satu atau bahkan semua kecenderungan di atas, segera ajak anak berkonsultasi dengan psikolog. Jika diperlukan, psikolog akan merujuk ke psikiater.

Baca Juga:

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;