TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Kenali Kepribadian Anak Sejak Dini, Ekstrovert Atau Introvert

Berbeda kepribadian, perlu cara membimbing dan mendidik yang berbeda pula.

8 November 2020

Kenali Kepribadian Anak Sejak Dini, Ekstrovert Atau Introvert
Freepik/yanalya

Mama pastinya pernah mendengar istilah ekstrovert dan introvert bukan? Kedua sering sekali digunakan untuk menggambarkan karakter dan sifat manusia sesuai dengan kepribadiannya. 

Mereka yang memiliki kepribadian ekstrovert cenderung merupakan orang-orang yang senang berbicara dan bersosialisasi. Sedangkan, introvert lebih dikenal sebagai pribadi yang senang melakukan aktivitas dengan dirinya sendiri. 

Pernahkah Mama menerka, apakah si Kecil termasuk introvert atau ekstrovert? Ternyata Mama dapat menemukan jawaban tersebut sejak dini lho. Faktanya, kamu dapat mengetahui kepribadian anak ketika ia berusia 4-5 tahun, atau saat ia mulai masuk sekolah jenjang TK. 

Tidak ada salahnya kamu mengetahui kepribadian anak-anak sejak ia masih kecil. Itu sebenarnya dapat membantumu semakin memahaminya dan membimbingnya dengan cara yang tepat. 

Popmama.com akan membantumu mengenali kepribadian anak, introvert atau ekstrovert. Temukan juga cara membimbing yang tepat untuk keduanya. Simak dengan seksama ya!

1. Perbedaan introvert dan ekstrovert

1. Perbedaan introvert ekstrovert
elmhurstdaycare.com

Selama ini mungkin kita berpikir bahwa perbedaan antara ekstrovert dan introvert teradapat pada kemampuan seseorang untuk bersosialisasi. Mereka yang unggul dalam bersosialisasi sering didentifikasi sebagai ekstrovert dan sebaliknya.

Namun sebenarnya perbedaan terdapat pada bagaimana cara keduanya memperoleh energi.

Anak-anak ekstrovert suka melakukan kegiatan sosial atau bertemu banyak orang. Kegiatan tersebut dapat membuat mereka merasa lebih aktif dan gembira.

Anak ekstrovert akan merasa energinya terisi kembali setelah berbicara dan bahkan bertemu dengan banyak orang. 

Berbeda dengan Introvert, mereka tidak menyukai kegiatan bersama banyak orang. Anak-anak introvert lebih menemukan diri mereka nyaman melakukan aktivitas sendiri atau bersama beberapa sahabat terdekat. Bagi mereka, waktu me-time sangat dibutuhkan untuk mengisi energi yang hilang.

2. Cara mengenali anak ekstrovert

2. Cara mengenali anak ekstrovert
Freepik/User16298023

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, anak-anak ekstrovert memiliki ciri paling umum yaitu suka berinteraksi dengan banyak orang. Di samping itu, ada beberapa ciri lainnya yang menandakan apakah seseorang termasuk seorang ekstrovert atau tidak. 

Beberapa ciri umum seorang introvert diantaranya ialah; 

  • Senang bekerja dalam kelompok. 
  • Bersahabat dan mudah didekati.
  • Menjadikan relasi dan komunikasi sebagai sumber inspirasi dan ide. 
  • Merasa terisolasi saat menghabiskan banyak waktu sendirian. 
  • Senang membicarakan mengenai perasaan dan pemikiran. 

Anak-anak ekstrovert dikenal akan kelebihan mereka dalam hal bersosialisasi dan berkomunikasi. Ada pula sisi negatif kepribadian ini seperti suka mencari perhatian, dan tidak dapat menghabiskan waktu sendirian. 

Meskipun begitu, anak-anak ekstrovert memiliki sikap dan sifat yang mendukungnya untuk menjadi seorang pemimpin yang hebat. Kemampuannya dalam membangun relasi juga membuat mereka memiliki banyak teman.

Editors' Picks

3. Cara mengenali anak introvert

3. Cara mengenali anak introvert
Freepik

Secara umum, seseorang dengan kepribadian introvert dapat dikenal dari cara mereka mengisi energi dengan melakukan hal-hal yang mereka sukai sendirian. Di samping itu, ada beberapa ciri lain yang menandakan seseorang merupakan introvert. 

Beberapa ciri introvert diantaranya:

  • Tidak suka menjadi pusat perhatian. 
  • Menghargai hubungan dengan orang-orang terdekat.  
  • Berpikir sebelum bertindak.
  • Memilih untuk bekerja di tempat yang tenang. 
  • Mudah merasa lelah ketika berada di tengah keramaian. 

Sifat lainnya yang seringkali melekat dengan introvert adalah malu dan sulit bergaul. Melansir dari prevention.com, Robin Edelstein, PhD, ketua Program Psikologi Konteks Kepribadian dan Sosial di University of Michigan mengatakan bahwa kedua sifat tersebut sebenarnya tidak selalu ada pada orang-orang introvert.   

Sifat malu memiliki unsur negatif di dalamnya, sedangkan mereka yang murni introvert tidak. Mereka sesungguhnya suka melakukan aktivitas sendiri tanpa adanya ketakutan tidak diterima orang lain. Berbicara mengenai pergaulan, anak-anak introvert pun dapat bergaul dan membangun relasi dengan baik dengan beberapa orang terdekatnya. 

4. Pentingnya memahami kepribadian anak

4. Penting memahami kepribadian anak
nmbreakthroughs.org

Memahami anak tergolong sebagai ekstrovert atau introvert itu sangatlah penting sebagaimana yang disampaikan oleh o-author buku Nurture by Nature: Understand Your Child's Personality Type and Become a Better Parent.  

Mama perlu mengamati dan memahami perubahan yang terjadi pada si Kecil. Bersamaan dengan itu, bantulah ia untuk mengembangkan harga diri dengan menerima kepribadiannya. Hindari sikap pemaksaan untuk merubah kepribadian anak, karena itu akan menganggunya.

Dengan pemahaman ini, Mama juga dapat mengerti hal-hal apa yang anak-anak introvert atau ekstrovert sukai, dan cara yang tepat untuk membimbing keduanya.

5. Cara membimbing keduanya berbeda

5. Cara membimbing kedua berbeda
popsugar.com

Setelah memahami perbedaan mendasar antara karakter anak ekstrovert dan introvert, kini Mama perlu tahu mengetahui cara membimbing keduanya.

Jika anak mama termasuk introvert, Mama perlu lebih memahaminya dengan baik dan tidak melabeli anak dengan hal-hal yang negatif. Sebaiknya tidak memaksanya untuk bercerita mengenai berapa banyak teman yang ia miliki, ataupun kegiatannya selama di sekolah.

Biarkan mereka sendiri yang bercerita mengenai pengalaman mereka sepanjang hari. Hormati juga keputusan mereka untuk berteman dekat dengan beberapa orang saja. 

Sedangkan untuk anak dengan kepribadian ekstrovert, Mama perlu membimbing anak dengan penuh kesabaran karena mereka cenderung dikenal sebagai pribadi yang aktif. Bantulah mereka agar mau lebih berempati dan mau mendengarkan orang lain.

Anak ekstrovert sendiri mudah tertarik pada hal disekelilingnya, sehingga kamu perlu menuntunnya agar lebih fokus, khususnya ketika ia belajar. 

6. Ambivert

6. Ambivert
Freepik/Odua

Selain introvert dan ekstrovert, ternyata ada juga satu kepribadian lain yang dikenal dengan istilah ambivert. Sederhananya, ambivert merupakan gabungan dari introvert dan ekstrovert. 

Mereka yang memiliki kepribadian ini seringkali menemukan diri mereka nyaman berada sendirian di rumah, Namun di lain waktu, mereka juga senang menikmati waktu bersama teman atau orang banyak di luar. Dapat dikatakan, ambivert merupakan kepribadian yang cukup seimbang. 

Inilah beberapa ciri seseorang ambivert:

  • Pendengar sekaligus pembicara yang baik.
  • Punya kemampuan untuk mengatur perilaku.
  • Merasa nyaman berada di keadaan sosial, namun juga menghargai waktu sendirian. 
  • Memiliki empati yang baik. 

Baik introvert, ekstrovert, ataupun ambivert tidak ada yang lebih unggul, ketiganya sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan yang menjadi ciri khas masing-masing. Mama hanya perlu membimbing dan mendidik si Kecil dengan baik agar ia dapat mengembangkan sisi positif yang dimilikinya. 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk