5 Cara Membesarkan Anak Agar Percaya Diri, Bisa Diterapkan Sejak Dini

Bangun rasa aman lewat kasih sayang tanpa syarat, anak akan lebih percaya diri ketika mereka merasa dicintai apa adanya, bukan karena prestasi.
Fokus pada proses dan pengalaman sosial anak. Menghargai usaha, mengajarkan sportifitas, serta membiarkan anak belajar dari permainan membantu mereka merasa mampu.
Berikan kesempatan anak merasa mampu dan bernilai. Biarkan anak mengajari sesuatu, ajak mereka melihat kebaikan dalam keseharian, dan hargai pendapatnya.
Membesarkan anak yang percaya diri bukan hanya tentang memuji pencapaian mereka. Rasa percaya diri justru terbentuk dari pengalaman sehari-hari, bagaimana anak diperlakukan, serta lingkungan emosional yang mereka rasakan di rumah.
Mengutip akun TikTok @TherapyToThePoint yang dikelola oleh konselor kesehatan mental Jeffrey Meltzer, ada beberapa cara untuk membesarkan anak agar percaya diri. Pendekatan ini menekankan pentingnya hubungan emosional, pengalaman sosial, hingga cara orangtua memberikan apresiasi.
Berikut Popmama.com telah rangkum 5 cara untuk membesarkan anak agar percaya diri.
1. Tunjukkan kasih sayang yang tulus

Jeffrey menjelaskan bahwa anak akan lebih percaya diri ketika mereka merasa berharga bukan karena pencapaian, melainkan karena dirinya sendiri. Saat anak tahu bahwa mereka dicintai tanpa syarat, mereka akan lebih berani mencoba hal baru tanpa takut gagal.
Rasa aman dari kasih sayang orangtua membuat anak lebih siap menghadapi tantangan. Mereka juga tidak terlalu khawatir membuat kesalahan karena tahu bahwa dukungan orangtua tetap ada. Dari sinilah rasa percaya diri tumbuh secara alami.
2. Ajari anak untuk bersikap adil dan sportif

Anak yang sulit menunggu giliran, tidak bisa menerima kekalahan, atau cenderung curang dalam permainan sering kali dijauhi teman sebaya. Kondisi ini bisa berdampak pada rasa percaya diri karena anak merasa tidak diterima dalam lingkungan sosialnya.
Mama bisa mengajarkan nilai keadilan melalui permainan sederhana. Saat anak belajar sabar, sportif, dan menerima hasil permainan, mereka akan lebih mudah diterima oleh teman-temannya. Pengalaman sosial yang positif ini dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri anak.
3. Hargai proses, bukan hanya hasil

Jeffrey juga menyarankan orangtua untuk lebih fokus pada usaha anak, bukan sekadar hasil akhirnya. Misalnya, Mama bisa memuji kerja keras anak saat belajar, bukan hanya nilai yang mereka peroleh.
Dengan begitu, anak belajar bahwa usaha mereka memiliki nilai. Mereka juga memahami bahwa hal yang bisa mereka kontrol adalah prosesnya, seperti berlatih dan mencoba. Pola pikir ini membantu anak lebih percaya diri karena tidak takut gagal.
4. Tukar peran dan biarkan anak mengajari Mama

Sesekali, Mama bisa meminta anak mengajarkan sesuatu yang mereka kuasai. Misalnya, cara bermain game, menggambar, memasak, atau menjelaskan pelajaran tertentu. Cara ini menunjukkan bahwa pendapat dan kemampuan anak dihargai.
Ketika anak diberi kesempatan untuk “mengajar”, mereka akan merasa mampu dan percaya pada dirinya sendiri. Pengalaman ini juga membantu anak menyadari bahwa mereka memiliki kelebihan yang bisa dibagikan kepada orang lain.
5. Ajarkan anak melihat kebaikan dalam keseharian

Jeffrey menyarankan untuk membiasakan anak melihat hal-hal baik setiap hari. Mama bisa menanyakan apa kebaikan yang mereka lakukan, hal baik apa yang orang lain lakukan, atau momen menyenangkan yang mereka alami.
Kebiasaan ini membantu anak melatih pola pikir positif. Mereka belajar melihat nilai dalam dirinya, menghargai orang lain, serta menyadari bahwa banyak hal baik di sekitarnya. Semua itu dapat membantu membangun rasa percaya diri secara bertahap.
Maka dari itu Ma, sangat penting peran orangtua dalam menumbuhkan anak agar percaya diri. Kepercayaan diri tidak mudah dibentuk secara alami, dengan beberapa cara di atas, diharapkan anak-anak akan tumbuh dengan kepercayaan diri yang baik di lingkungannya.


















