Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

9 Fakta Rheumatoid Arthritis pada Remaja yang Perlu Diketahui

9 Fakta Rheumatoid Arthritis pada Remaja yang Perlu Diketahui
Pexels/Danykurniawan
  • Rheumatoid arthritis bisa menyerang remaja, menyebabkan nyeri dan kaku pada sendi yang dapat mengganggu aktivitas harian bila tidak ditangani sejak dini.
  • Penyakit ini bersifat autoimun kronis dengan penyebab belum pasti, diduga terkait faktor genetik, infeksi, hormon, dan lingkungan.
  • Meski tidak bisa sembuh total, pengobatan rutin jangka panjang dapat mengontrol gejala, mencegah kerusakan sendi, dan menjaga kualitas hidup remaja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Rheumatoid arthritis sering dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang dewasa. Namun, faktanya kondisi ini juga bisa dialami oleh remaja, meskipun tidak terlalu sering.

Dilansir dari hallosehat.com, rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi dan menyebabkan peradangan. Kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari jika tidak ditangani dengan baik sejak awal.

Berikut Popmama.com rangkum 9 fakta penting tentang rheumatoid arthritis pada remaja yang perlu Mama dan anak pahami.

  1. 1. Bisa terjadi pada remaja, tidak hanya orang dewasa

    Seorang perempuan memegangi bahu sambil menahan rasa sakit
    Freepik/8photo

    Walaupun lebih umum terjadi pada orang dewasa, remaja juga berisiko mengalami rheumatoid arthritis. Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan keluhan nyeri sendi sejak dini.

  2. 2. Gejalanya mirip rematik pada umumnya

    Seorang anak perempuan tampak kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya
    Freepik/8photo

    Rheumatoid arthritis termasuk dalam kelompok penyakit rematik. Gejala yang sering muncul antara lain:

    • Nyeri pada sendi
    • Rasa kaku, terutama di jari dan pergelangan tangan
    • Pembengkakan pada area sendi

    Gejala ini bisa mengganggu aktivitas harian jika tidak ditangani.

  3. 3. Rasa nyeri sering terasa di pagi hari

    Seorang anak laki-laki tampak kesakitan sambil memegang pergelangan tangannya
    Freepik/stockking

    Salah satu ciri khas RA adalah sendi terasa kaku dan nyeri saat bangun tidur.

    Namun, setelah tubuh mulai bergerak dan beraktivitas, keluhan ini biasanya perlahan membaik.

  4. 4. Bisa menyebar ke bagian tubuh lain

    Seorang perempuan berambut pendek berdiri sambil melipat tangan.
    Freepik/8photo

    Awalnya mungkin hanya terasa di tangan, tetapi jika tidak ditangani, peradangan bisa meluas ke:

    • Lutut
    • Pergelangan kaki
    • Bahu
    • Siku
    • Leher

    Hal ini membuat kondisi perlu diwaspadai sejak gejala awal muncul.

  5. 5. Penyebab pastinya belum diketahui

    Seseorang memegang lututnya dengan kedua tangan
    Pexels/Towfiqubarbhuiya

    Hingga kini, penyebab pasti rheumatoid arthritis masih belum diketahui.

    Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan kombinasi faktor genetik dan lingkungan, seperti:

    • Faktor keturunan (misalnya gen tertentu)
    • Infeksi bakteri atau virus
    • Perubahan hormon
    • Paparan lingkungan tertentu

  6. 6. Tidak bisa sembuh total, tapi bisa dikontrol

    Remaja tampak kesakitan sambil memegang kepala dan siku di latar ungu.
    Pexels/stockking

    Rheumatoid arthritis merupakan penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya.

    Meski begitu, dengan penanganan yang tepat, gejalanya bisa dikendalikan sehingga remaja tetap dapat beraktivitas seperti biasa.

  7. 7. Pengobatan bertujuan mencegah kerusakan sendi

    Seorang anak perempuan duduk di bangku mengenakan sepatu roda dan memegang kakinya yang tampak sakit
    Freepik/freepik

    Penanganan RA tidak hanya untuk meredakan nyeri, tetapi juga untuk:

    • Mengurangi peradangan
    • Mencegah kerusakan sendi permanen
    • Menjaga fungsi tubuh tetap optimal

    Karena itu, diagnosis dan pengobatan sejak dini sangat penting.

  8. 8. Jenis pengobatan bisa berbeda pada setiap remaja

    Seorang anak perempuan sedang diperiksa oleh tenaga medis
    Pinterest.com/parents

    Setiap pasien bisa mendapatkan penanganan yang berbeda, tergantung pada:

    • Tingkat keparahan penyakit
    • Kondisi tubuh secara keseluruhan
    • Respons terhadap pengobatan

    Beberapa jenis obat yang umum digunakan antara lain:

    • DMARD (untuk memperlambat perkembangan penyakit)
    • Obat biologik (untuk menekan peradangan lebih cepat)

  9. 9. Pengobatan perlu dilakukan secara rutin dalam jangka panjang

    Seorang remaja laki-laki diperiksa oleh seorang terapis
    Pinterest.com/verywellhealth

    Pengobatan RA biasanya dilakukan dalam jangka panjang, bahkan bisa seumur hidup.

    Tujuannya adalah mencapai fase remisi, yaitu kondisi saat gejala seperti nyeri dan bengkak sudah terkendali. Dengan begitu, kualitas hidup remaja tetap bisa terjaga.

    Rheumatoid arthritis pada remaja memang tidak bisa dianggap sepele, tetapi juga bukan berarti tidak bisa ditangani.

    Jika anak mulai sering mengeluh nyeri atau kaku pada sendi, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi dan menjaga aktivitas anak tetap optimal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More