Mengapa Anak Berbohong? Ini 5 Alasannya!

Wah, bisa membedakan apakah anak mama berbohong atau bicara jujur?

23 Juni 2018

Mengapa Anak Berbohong Ini 5 Alasannya
psychologicalscience.org

Mama tentu marah dan kecewa jika mengetahui Si Anak berbohong. Apalagi, kalau Mama merasa telah melakukan segalanya untuk anak dan mengajari mereka hal-hal baik. 

Jangan langsung marah atau merasa terpuruk, Mama perlu menenangkan diri dan mencari tahu alasan anak berbohong.

Jadi, bagaimana seorang anak belajar berbohong?

Apa yang menjadi penyebab kebohongannya?

Popmama.com merangkum 5 alasan umum yang menjadikan seorang anak berbohong di bawah ini.

Simak yuk Ma, biar lebih mudah mengatasi anak mama dari kebiasaan buruknya.

1. Takut dimarahi

1. Takut dimarahi
Flickr/Mith Huang

Takut kena marah adalah alasan yang paling sering mendasari anak berbohong. Ia tahu hal-hal apa yang membuat Mama marah dan akan berusaha menutup-nutupinya.

Kebiasaan buruk anak sedikit banyak bersumber dari orangtuanya juga. Jika marah adalah jenis komunikasi yang selalu dipakai, apalagi jika dilakukan dengan sangat keterlaluan misalnya marah sambil menghina atau ditambahi kekerasan fisik, maka anak akan berusaha keras menghindarinya.

Saran Popmama.com, sebelum menegur anak, coba Mama sedikit introspeksi apakah sudah menerapkan pola asuh yang baik?

Jika Mama menjawab ya, diskusikan dengan baik kebohongan Si Anak dan tegaskan Mama tidak menyukainya. Lalu tantang ia untuk memperbaiki sikapnya itu.

Sementara jika jawaban Mama tidak, maka Mama dan Papa lah yang harus memperbaiki diri. Perhatikan hal-hal di dalam pola asuh Mama yang memicu sikap buruk anak.

Bisakah diperbaiki?

2. Berusaha menutupi kelemahan

2. Berusaha menutupi kelemahan
cdn.ahchealthnews.com

Di usia ABG, anak-anak biasanya ingin tampak unggul dibandingkan teman-temannya. Untuk menutupi kelemahannya, ia berbohong. Lalu, lama kelamaan, cerita bohong menjadi andalannya ketika merasa lemah.

Jika mengetahui hal tersebut, hal yang harus Mama lakukan adalah menghentikan segera.

Bantu anak mama mengatasi kelemahannya. Dorong ia untuk mempelajari hal-hal yang masih belum dikuasainya dan dorong ia punya keahlian di bidang yang ia kuasai, yang akan membuat ia memiliki hal yang bisa dibanggakan.

Editors' Picks

3. Demi mencapai keinginan

3. Demi mencapai keinginan
Pixabay

Tahukah Mama ada satu pola asuh yang bisa menyebabkan Si Anak suka berbohong?

Coba cek apakah Mama dan Papa sering memberi iming-iming imbalan agar Si Anak melakukan sesuatu.

Pola asuh semacam ini membuat anak berfokus pada imbalan, sehingga ia menghalalkan segala cara termasuk berbohong. Bisa saja ia menyembunyikan hasil ulangan yang buruk agar Mama tidak batal membelikan mainan baru.

Jadi, apa yang harus Mama lakukan?

Segera perbaiki pola asuh Mama. Alihkan orientasi kepada proses bukan hasil. Tetap pantau perkembangan anak dalam usahanya meraih prestasi. Beri penghargaan jujur untuk pencapaiannya, bukan pujian yang diberikan agar anak senang semata.

4. Meniru orang lain

4. Meniru orang lain
Pixabay/ ambermb

Penyebab lain yang harus Mama waspadai adalah pengaruh buruk dari lingkungan sekitar. Si Anak mungkin sekali terpengaruh teman-temannya, keluarga dekatnya, tetangga, atau tayangan TV.

Kadang Si Anak berbohong karena ia “belajar” dari lingkungan sekitar.

Ia melihat teman suka berbohong, Mama sering melanggar janji, atau tayangan TV memberikan gambaran kehidupan yang penuh ilusi sehingga Si Anak merasa berbohong adalah hal wajar.

Bagaimana mengatasinya?

Mulailah dari diri Mama sendiri. Tunjukkan bahwa Mama bisa bertindak jujur dan menghargai semua nilai-nilai kejujuran.

5. Imajinasi terlalu liar

5. Imajinasi terlalu liar
Pixnio.com

Namanya anak-anak, ia masih suka berkhayal. Tapi, bagaimana caranya ia tidak hidup di dunia imajinasi dan berbohong di kenyataan?

Perhatikan apakah hidup di dalam khayalan adalah bentuk gangguan psikologis. Jika itu yang terjadi, tugas Mama adalah mencari bantuan ke psikolog atau psikiater.

Tenang, semua masalah pasti ada jalan keluarnya. 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!

;