8 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dalam Menggunakan Ponsel

Memberi anak ponsel pertamanya berarti memberinya tanggung jawab baru

17 April 2021

8 Cara Mengajarkan Anak Tanggung Jawab dalam Menggunakan Ponsel
Pexels/Andrea Piacquadio

Apa anak dapat menaati peraturan penggunaan ponsel yang telah dibuat? Apa ia dapat menjaga ponselnya agar tidak hilang? Setidaknya, dua hal ini akan Mama pertimbangkan ketika ingin memberikan ponsel pada anak.

Ponsel dianggap sebagai benda yang penting sekaligus berbahaya, terutama untuk anak. Ketika anak memiliki ponsel, ia seolah memiliki dunia lain yang sulit dimasuki orangtua.

Akibatnya, orangtua sering merasa cemas untuk memberi anak ponsel pertamanya ketika waktunya tiba. Kecemasan orangtua tersebut sangat dapat dimaklumi.

Ponsel berfungsi untuk mendekatkan yang jauh. Namun, dalam waktu bersamaan, ponsel juga menjauhkan yang dekat. Dinamika sosial anak dapat terganggu karena hal ini.

Selain itu, ponsel dapat membuat jam tidur anak berantakan karena berkomunikasi dengan teman sampai larut malam. Belum lagi soal apa saja yang ia lakukan dengan ponselnya.

Ini merupakan kecemasan orangtua yang terbesar.

Memberi anak ponsel pertamanya berarti memberinya tanggung jawab baru. Tanggung jawab untuk menjaganya dan memiliki sikap yang tepat dalam menggunakannya.

Bagaimana cara mengajarkan anak bertanggung jawab ketika diberikan ponsel pertamanya?

Berikut Popmama.com jelaskan cara yang dapat Mama lakukan, dilansir dari laman Ahaparenting.

1. Tidak memberikan ponsel pada anak terlalu dini

1. Tidak memberikan ponsel anak terlalu dini
Pexels/Andrea Piacquadio

Semakin muda anak, semakin kecil rasa tanggung jawabnya terhadap suatu barang karena masih sedikit yang dipelajari. Apalagi ponsel membutuhkan tanggung jawab yang besar dari penggunanya.

Sebisa mungkin, jangan berikan ponsel terlalu dini pada anak.

Tunggu sampai anak siap diberikan tanggung jawab. Bisa jadi anak seusianya rata-rata sudah memegang ponsel, tapi anak Mama belum siap. Maka, tunggulah sampai ia siap.

Beberapa orangtua memberikan ponsel pada anak terlalu dini dengan berbagai urgensi, terutama demi keamanan anak ketika berada di luar pengawasan orangtua.

Misalnya, ketika anak pergi ke sekolah sendirian atau kedua orangtua pergi dinas ke luar kota.

Sebenarnya, ada opsi untuk memberikannya perangkat yang lebih terbatas dibanding smartphone.

Perangkat tersebut tidak terkoneksi dengan internet dan tidak bisa digunakan untuk menelepon orang lain tanpa izin orangtua.

Pun jika anak sedang bersama orang dewasa yang tepercaya, orangtua tidak perlu memberinya ponsel. Ada yang menjaganya menggantikan Mama dan Papa. Mama juga bisa menghubunginya lewat orang tersebut.

2. Buat peraturan sebelum memberi anak ponsel

2. Buat peraturan sebelum memberi anak ponsel
Pexels/Andrea Piacquadio

Kesepakatan tertulis merupakan cara yang bagus untuk membuat anak lebih bertanggung jawab. Buatlah semacam “kontrak” dengan anak sebelum memberikannya ponsel.

Diskusikanlah aturan apa saja yang harus ditaati anak dalam menggunakan ponsel. Bernegosiasilah dengan anak sampai Mama merasa ia akan menggunakan ponselnya dengan baik.

Dengan membuat aturannya bersama, anak akan merasa “memiliki” aturan tersebut. Ia akan merasa bertanggung jawab untuk menaati aturan yang telah ia buat dan sepakati sendiri.

3. Gunakan aplikasi pengawasan orangtua

3. Gunakan aplikasi pengawasan orangtua
Pexels/Lisa

Tahukah Mama bahwa ada aplikasi pengawasan orangtua yang tersedia untuk semua ponsel? Bahkan, iPhone memiliki fitur atau aplikasi pengawasan orangtua bawaan yang dapat diaktifkan.

Di GooglePlay, ada beberapa pilihan aplikasi pengawasan orangtua yang dapat Mama unduh. Ada “Kids Place”, “Kid Mode”, “AppsNotifier”, “Kids Lock”, “Norton Online Family”, dan “Phone Control”. Pilih saja aplikasi yang memiliki kegunaan yang paling Mama butuhkan.

Dengan mengaktifkan aplikasi pengawasan orangtua, Mama dapat membatasi akses aplikasi tertentu bahkan mencegah anak melakukan atau mengalami kejahatan cyber.

Editors' Picks

4. Beri dukungan selama anak mempelajari penggunaan ponsel

4. Beri dukungan selama anak mempelajari penggunaan ponsel
Pexels/Budgeron Bach

Dalam perkembangannya, anak akan mempelajari berbagai keterampilan baru. Salah satunya adalalah ketika orangtua pertama kali memberikannya ponsel. Pada saat itu, berikanlah dukungan selama ia mempelajari penggunaannya, seperti scaffolding yang dipasang ketika membangun sebuah bangunan.

Lihatlah ini sebagai proyek satu tahun. Jangan hanya memberikan nasihat tentang berbagai hal pada anak. Mama bisa meluangkan waktu setiap malam untuk menanyai anak tentang penggunaan ponselnya hari itu.

Bagaimana rasanya menggunakan ponsel, apa saja yang dilakukan dengan ponselnya, serta ada telepon atau pesan dari siapa saja dan membahas apa. Lakukanlah sebagai sebuah percakapan ringan, bukan interogasi.

Cari tau juga apakah ponsel mengubah sesuatu di hidupnya, seperti memengaruhi dinamika sosialnya atau tidak. Lewat percakapan ini, Mama dapat mengetahui apakah anak mengalami kesulitan atau tantangan baru dalam menggunakan ponsel, termasuk perihal kejahatan cyber.

Pada masa-masa awal anak menggunakan ponsel, orangtua pun dapat memeriksa riwayat penggunaan ponselnya sesekali tanpa peringatan sebelumnya. Tentu saja tidak dengan mengintimidasi. Cara ini dapat membuat anak terbiasa bertanggung jawab.

5. Bahas berita mengenai ponsel dan dengarkan

5. Bahas berita mengenai ponsel dengarkan
Pexels/Ketut Subiyanto

Ketika makan bersama atau family time, cobalah bahas mengenai berita yang melibatkan ponsel. Ada banyak berita yang bisa dibahas dalam obrolan keluarga, seperti sexting hingga aplikasi yang berbahaya.

Tanyai pendapat anak tentang berita tersebut dan dengarkanlah sampai selesai, walaupun pendapatnya mungkin berbeda dengan Mama. Obrolan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah ia sudah mengerti betul bagaimana harus bersikap di dunia maya.

Setelah itu, Mama dapat menanggapinya dengan edukasi mengenai moral serta apa saja perilaku legal dan ilegal dalam bersosialisasi menggunakan ponsel.

6. Role play

6. Role play
Pexels/Gustavo Fring

Ketika anak menghadapi situasi baru saat menggunakan ponsel dan tidak tau cara meresponsnya, cobalah lakukan role play.

Ciptakanlah alur serta situasi sesuai yang dihadapi anak dan biarkan ia menentukan sendiri apa yang harus dilakukannya.

Dengan role play, Mama membantu anak melihat berbagai kemungkinan dan memberinya kesempatan untuk mempertimbangkan pilihannya. Ini sangat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

7. Beri edukasi mengenai pornografi

7. Beri edukasi mengenai pornografi
Pexels/August de Richelieu

Yang paling membuat para orangtua khawatir ketika anak mulai memiliki ponsel adalah perihal pornografi. Tak dapat dipungkiri, sangat sulit mencegah anak berinteraksi dengan pornografi ketika ia menggunakan internet.

Maka dari itu, ada baiknya Mama memberikan edukasi tentang pornografi dahulu sebelum memberikan ponsel pada anak. Berikan pengertian yang masuk akal mengapa pornografi bukan hal yang positif.

Salah satunya adalah hampir semua film porno tidak manusiawi karena menggambarkan seks tanpa kehangatan, keintiman, dan cinta. Jadi, tidak ada manfaatnya menonton film porno.

Jelaskan pula bahwa pornografi ada berbagai macam. Akhir-akhir ini banyak terjadi pornografi yang mencakup agresi verbal dan fisik terhadap perempuan.

8. Pahami anak

8. Pahami anak
Pexels/Ketut Subiyanto

Penelitian menunjukkan bahwa jika anak bermasalah dalam menggunakan teknologi, itu berarti ia juga memiliki masalah di luar teknologi itu. Masalah tersebut pun akan terus muncul sampai mereka dewasa.

Sebaliknya, jika anak terbiasa bertanggung jawab, perhatian, dan memiliki kehidupan yang bahagia, ia pun akan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

Jadi, pahamilah anak Mama. Kehidupannya di dalam ponsel berkaitan dengan kehidupannya sehari-hari.

Itulah 8 cara yang dapat Mama lakukan untuk membuat anak bertanggung jawab ketika diberikan ponsel pertamanya. Tak dapat dipungkiri bahwa Mama tak bisa mengawasinya seratus persen. Namun, setidaknya Mama dapat mengurangi risikonya dengan melakukan cara-cara di atas. Semangat, Mama!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.