Viral! Kepala Anak SD Masuk Kolong Meja Belajar di Sekolah

- Video viral anak SD kepala masuk kolong meja belajar di sekolah.
- Guru sigap membantu, anak tenang saat dievakuasi.
- Anak sering melakukan hal tak terduga karena fase eksplorasi tinggi dan kontrol impuls yang berkembang bertahap.
Sebuah video yang diunggah Instagram @ctd.insider menunjukkan momen lucu di sekolah. Di-repost dari unggahan SD Negeri 2 Krebet Senggrong, ada seorang anak yang kepalanya terjepit kolong meja.
Sontak video itu pun menuai berbagai reaksi. Di video itu salah satu guru berusaha membantu dengan mengeluarkan kepala anak yang tersangkut tersebut.
Berikut Popmama.com rangkum informasi selengkapnya!
1. Viral kepala anak SD masuk kolong meja belajar di sekolah

Video yang diunggah di akun Instagram itu dikreditkan dari SD Negeri 2 Krebet Senggrong, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Tampaknya video itu diambil hari kedua kegiatan belajar mengajar kembali dilangsungkan setelah libur sekolah atau tahun ajaran baru.
Menunjukkan siswa SD laki-laki yang terlihat kebingungan karena kepalanya tersangkut di kolong meja. Tentunya video ini menuai banyak reaksi warganet di akun Instagram tersebut.
2. Guru sigap membantu, anak tetap tenang saat dievakuasi

Di video terlihat guru langsung mendekat dan membantu melepaskan kepala siswa yang tersangkut. Situasi yang awalnya bikin panik justru jadi lebih terkendali karena guru laki-laki yang menolong tetap tenang.
Anak SD yang mengalami kejadian ini juga terlihat tidak menangis sama sekali. Nah, di sini pentingnya respons cepat guru ketika ada kejadian seperti ini agar anak tidak cedera di bagian leher atau kepala.
3. Kenapa anak sering melakukan hal tak terduga? Ini penjelasannya!

Anak usia sekolah dasar masih berada di fase eksplorasi tinggi dan rasa ingin tahu besar. Mereka sering mencoba hal-hal baru tanpa memikirkan risiko, termasuk bermain di area yang sebenarnya bukan untuk bermain seperti kolong meja.
Dikutip dari jurnal tahun 2021 berjudul “Developmental Traits of Impulse Control Behavior in School Children under Controlled Attention, Motor Function, and Perception”, kemampuan kontrol impuls anak memang berkembang bertahap. Penelitian pada 710 anak usia 7–12 tahun menunjukkan lonjakan perkembangan kontrol impuls yang cukup jelas terjadi saat transisi kelas 4 ke kelas 5, sementara pada kelas 1–4 cenderung masih dalam fase perkembangan yang lambat. Hal ini berkaitan dengan kematangan otak bagian frontal yang berperan dalam pengendalian diri dan penilaian risiko, yang belum berkembang optimal di usia SD.
Karena itu, wajar jika anak masih sering bertindak spontan tanpa mempertimbangkan bahaya. Pengawasan guru dan orangtua tetap penting, disertai pemahaman soal batas aman saat bermain di sekolah.
Itulah tadi informasi mengenai viral kepala anak SD masuk kolong meja belajar di sekolah. Sempat menghebohkan warganet, kejadian ini bisa jadi pembelajaran berharga untuk lebih mengenal cara kerja otak anak SD nih.


















