5 Cara Ini Sukses Melatih Anak untuk Bersyukur

Cara nomor 3 wajib Mama lakukan nih!

3 Maret 2019

5 Cara Ini Sukses Melatih Anak Bersyukur
Freepik/peoplecreations

Konsep bersyukur untuk usia anak-anak memang tidak mudah untuk dimengerti ya, Ma.

Sebagai orangtua pasti menginginkan anak mereka bisa menjadi sosok yang tidak hanya pintar, namun bisa menghargai orang lain dan bersyukur dengan segala sesuatu yang didapatkannya. Namun, usia yang masih kecil membuatnya masih sulit untuk diberi pemahaman.

Memang terkesan sulit ya Ma, karena belum dicoba dan diterapkan ke si Anak. Sebenarnya ada beberapa trik yang bisa Mama lakukan untuk melatihnya untuk bersyukur.

Untuk Mama yang bingung harus mulai darimana untuk mengajarkan rasa bersyukur ke si Anak. Kali ini Popmama.com akan merangkum beberapa tips dari Psikolog Alexandra Gabriella.

Semoga berguna ya, Ma!

1. Biasakan untuk mengucapkan terima kasih

1. Biasakan mengucapkan terima kasih
Freepik

Sebelum membiasakan anak mama mengucapkan terima kasih, Mama harus memberikan contoh terlebih dahulu ya. Tujuannya agar setiap mendengarkan kata ‘terima kasih’, si Anak akan memahami arti dibalik kata-kata tersebut.

Tetap selalu melatih mereka agar menjadi paham kapan waktu yang tepat untuk mengatakan terima kasih. Mulai dari hal-hal kecil yang ada di rumah dan lingkungan sekitarnya.

Ini terkesan sepele memang, tetapi ini harus dilatih sejak kecil.

2. Ajarkan bersikap disiplin

2. Ajarkan bersikap disiplin
Freepik/peoplecreations

Sikap disiplin yang diajarkan ke si Anak bukan berarti mengekang ya, Ma. Apalagi selalu mengatur segala kegiatannya setiap hari.

Ini hanya akan membuat keseharian anak mama jadi kaku. Kalau ia kurang suka dengan hal ini, mereka akan jadi tertekan sendiri lho. Berikan kebebasan sesuai yang mereka inginkan, asalkan tetap biasa teratur.

Untuk masalah kedisiplinan, Mama harus bisa mengajarkannya dengan tetap hangat. Usahakan untuk tidak selalu menyediakan dan memberikan kebutuhan apapun yang ia minta. Ini akan membuat mereka menjadi kurang menghargai kondisinya sendiri.

Biasakan untuk melatihnya disiplin tentang konsep berusaha, agar dirinya bisa terbiasa bersyukur akan tahapan-tahapan yang sedang dilaluinya.

Editors' Picks

3. Mengajarkan bersyukur dengan konsisten

3. Mengajarkan bersyukur konsisten
Freepik/jcomp

Untuk bisa menumbuhkan si Anak belajar bersyukur, Mama bisa melatih dirinya untuk membuat sebuah diari. Lebih tepatnya diari yang berisikan perasaan-perasaan bersyukurnya yang terjadi di hari itu.

Paling tidak saat menulis diari, ada 3 rasa bersyukur yang dirasakan si Anak. Hal sederhana yang bisa ditulis misalnya, hari ini bisa makan enak sampai kenyang, mampu mengerjakan tugas sendiri tanpa bantuan orangtua dan berbagai hal lain. Dengan menulis diari, mereka bisa mengingat kebaikan yang diterimanya sepanjang hari.

Ajarkan dan selalu ingatkan si Anak untuk tetap konsisten menuliskan diari rasa bersyukur ini ya, Ma. Namanya anak-anak pasti adakalanya mereka suka lupa dan bolong-bolong dalam mengisinya.

Jadi, tugas Mama juga harus bisa membuat si Anak menjadi seseorang yang konsisten ketika sudah memulai sesuatu.

4. Melibatkan dalam aksi sosial

4. Melibatkan dalam aksi sosial
Freepik/pressfoto

Dalam kegiatan sehari-hari si Anak, sebenarnya ada banyak hal yang bisa Mama lakukan untuk mengajarkan cara bersyukur.

Selain lewat pemahaman, jangan lupa untuk praktek ya, Ma. Di usia anak-anak, akan lebih mudah memberikan pelajaran jika mereka turut berinteraksi secara langsung.

Mama bisa mengajak si Anak ikut melakukan aksi sosial juga bisa menumbuhkan rasa bersyukur mereka. Sesekali ajak ia melakukan kegiatan sosial ke panti asuhan atau panti sosial. Di sana ia akan melihat orang-orang yang mungkin kurang seberuntung dirinya.

Selain mengajarkan rasa bersyukur, pelan-pelan ia juga belajar tentang berempati dan berbagi dengan orang di sekitar.

Ada baiknya Mama bisa melakukan ini secara berkala ya agar ia menjadi terbiasa dengan pelajaran sosial ini.

5. Beri pemahaman tentang kehidupan

5. Beri pemahaman tentang kehidupan
Freepik

Berdiskusi dengan si Anak, akan memberikan mereka pemahaman tentang kehidupan. Hidup itu tidak selamanya bahagia dan selalu senang-senang saja, ada beberapa bagian yang membuat dirinya sedih bahkan marah.

Katakan kepada si Anak kalau hal itu wajar dan semua orang pasti pernah merasakannya. Dengan adanya berbagai perasaan yang bisa

Sebelum memberikan pemahaman kepada anak, cobalah untuk mencari topik-topik pembicaraan yang tidak terlalu berat ya, Ma. Tujuannya agar ia mudah menangkap maksud dari pemahaman yang ingin diberikan Mama.

Jangan sampai sudah panjang-panjang berbicara, si Anak kebingungan sendiri.

Sudah tahu kan Ma, cara agar si Anak melatih dirinya bersyukur?

Selamat mencoba dan tetap dampingi ia agar menjadi pribadi yang lebih baik ya, Ma!

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!