5 Tips untuk Membuat Jadwal Rutinitas Harian Anak

Jadwal rutinitas harian yang konsisten, melatih anak untuk lebih terorganisir

27 Januari 2022

5 Tips Membuat Jadwal Rutinitas Harian Anak
Freepik

Mama mungkin menyadari bahwa semenjak masuk usia sekolah, anak-anak cenderung memiliki aktivitas yang padat setiap harisnya. Mulai dari bangun pagi, bersiap sekolah, belajar di kelas, istirahat di rumah, belajar di rumah, mengerjakan PR, kemudian tidur.

Bahkan ada anak-anak yang memiliki waktu ekstrakulikuler tambahan atau kelas kursus sepulang sekolah. Banyaknya aktivitas yang dimiliki seorang anak, membuatnya harus memiliki jadwal rutinitas harian yang teratur.

Jadwal harian dapat juga membantu anak memaksimalkan efektivitas dan produktivitas harinya, dan seiring waktu berjalan, hal itu dapat membantu anak dalam mencapai tujuannya.

Membuat jadwal harian ternyata tidak sulit lho Ma! Untuk membantu Mama dan anak menyusunnya, berikut ini Popmama.com telah menyiapkan beberapa tips untuk membuat jadwal rutinitas harian anak. Yuk ikuti langkah-langkahnya!

1. Prioritaskan kegiatan yang paling penting dalam hidup anak

1. Prioritaskan kegiatan paling penting dalam hidup anak
Pexels/Andrea Piacquadio

Sebelum Mama dapat membuat jadwal rutinitas harian anak, Mama dan anak harus menentukan kegiatan apa yang paling penting dalam hidupnya saat ini.

Pemahaman tentang hal-hal ini akan membantu anak menetapkan prioritas yang masuk akal untuk keseimbangan kebutuhan sekolah dan kebutuhan diri sendiri. 

Sebagai langkah pertama, buat daftar dan urutkan dari yang prioritas utama sampai ke prioritas terkecil. Ini bisa sekolah, belajar di rumah, dan mengerjakan PR.

Kemudian, temukan cara untuk memasukkan hal-hal itu ke dalam rutinitas harian. Misalnya, anak sekolah dari jam tujuh pagi hingga tiga sore, lalu mengerjakan PR setiap jam enam sore, dan dilanjutkan oleh belajar dan membuat rangkuman pelajaran. 

Jangan lupa menyelipkan waktu istirahat di tengah-tengah jadwal rutinitas. Ini bisa digunakan anak untuk bermain gadget, menonton televisi, dan lain-lain. Namun jangan sampai lengah dan tidak melanjutkan jadwal selanjutnya ya!

Editors' Picks

2. Membuat jadwal pengumpulan tugas sekolah

2. Membuat jadwal pengumpulan tugas sekolah
Freepik/Towfiqu999

Setiap anak sekolah memiliki segudang tugas penting yang mungkin bisa dikumpulkan dalam satu hari yang bersamaan.

Agar ini tidak membuat anak burnout atau kelelahan, pastikan ia bisa mengatur jadwal-jadwal tugasnya dengan benar. Buatlah jadwal di mana anak mengurutkan PR-nya dari jangka waktu pengumpulan lebih singkat hingga yang lebih lama. Maka itu jangan lupa mencatat tanggalnya juga ya!

Bahkan akan lebih baik jika anak dapat mengerjakan PR-nya di malam ia diberikan tugas tersebut. Agar tidak terjebak oleh situasi tertekan akibat deadline.

3. Hal yang anak lakukan setelah bangun tidur dapat menentukan rutinitas untuk sisa harinya

3. Hal anak lakukan setelah bangun tidur dapat menentukan rutinitas sisa harinya
Freepik

Hal pertama yang anak lakukan setelah bangun adalah menentukan rutinitas untuk sisa harinya.

Jika anak bangun dari tempat tidur langsung mengecek gadget atau menonton televisi, maka kemungkinan besar ia akan telat bersiap-siap dan terburu-buru agar tidak telat masuk sekolah. Hal ini bisa membuatnya kehabisan tenaga sebelum melakukan semua aktivitas lho!

Namun, jika anak secara teratur merapikan tempat tidur, mandi, dan makan sarapan sehat setiap pagi, otaknya akan belajar untuk beralih dari mode istirahat ke mode produktivitas dengan cepat.

Tak menutup kemungkinan anak akan berada dalam suasana hati yang lebih baik.

4. Menjauhi kebiasaan multitasking, terutama saat belajar

4. Menjauhi kebiasaan multitasking, terutama saat belajar
Freepik/pressfoto

Perlu diketahui multitasking adalah kebiasaan yang bisa menurunkan kinerja saat ia berpindah-pindah di antara dua tugas atau lebih. Kebiasaan ini tak hanya memakan waktu pengerjaan yang lebih lama, tetapi pada akhirnya membuat anak tidak konsentrasi dan lebih banyak kesalahan.

Inilah pentingnya jadwal rutinitas harian, di mana anak dapat merencanakan untuk melakukan hanya satu tugas pada satu waktu, dan tidak mencoba melakukan hal lain.

Salah satu alasan mengapa anak kesulitan pada saat beralih di antara tugas satu ke tugas lainnya adalah karena otak tidak dapat beradaptasi secepat itu dengan jenis tugas baru. Hindari kebiasaan ini dengan menjadwalkan tugas serupa secara berurutan. 

5. Pastikan anak memiliki waktu istirahat yang cukup dalam jadwalnya

5. Pastikan anak memiliki waktu istirahat cukup dalam jadwalnya
Freepik

Meskipun dipenuhi oleh segudang aktivitas dan tugas, pastikan Mama melihat ada waktu istirahat yang cukup untuk anak. Karena bagaimana pun juga istirahat bisa meningkatkan produktivitas anak.

Untuk satu hal lainnya, beristirahat dari waktu ke waktu dapat meningkatkan kemampuan anak dalam berpikir kreatif dan strategis. 

Menjadwalkan istirahat juga memberikan sesuatu yang dinanti-nantikan oleh anak, membuatnya lebih semangat untuk menjalani hari.

Selain itu, istirahat dan tidur yang cukup di penghujung hari, membuat anak akan jauh lebih mungkin untuk mengumpulkan lebih banyak energi dan fokus untuk tugas-tugas yang ada keesokan harinya.

Nah itulah 5 tips membuat jadwal rutinitas harian untuk anak. Membuat jadwal rutinitas harian adalah praktik penting untuk mencegah gangguan dan memprioritaskan apa yang paling penting bagi hidup anak.

Ketika jadwal sudah terbentuk, pastikan anak konsisten mengikutinya ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk