Ayo Main! 13 Permainan Anak Zaman Dulu yang Seru Dimainkan Keluarga

Ajak anak-anak bermain seru ala masa kecil Mama

13 April 2019

Ayo Main 13 Permainan Anak Zaman Dulu Seru Dimainkan Keluarga
Pxhere/CC0 Public Domain

Permainan zaman dulu berbeda dengan permainan zaman now, namun keren juga untuk diajarkan kepada si Anak. Kenapa?

Permainan zaman Mama dan Papa kecil banyak yang dimainkan di luar ruangan, sebab masa itu belum banyak kegiatan di dalam rumah dan gawai yang menyediakan permainan. Mama dan Papa sangat kreatif untuk memodifikasi permainan yang sudah ada, bahkan membuat permainan sendiri.

Banyak keterampilan yang Mama dan Papa asah dengan melakukan permainan itu, contohnya keterampilan sosial, memecahkan masalah, daya tahan fisik, kreativitas, keterampilan motorik kasar dan halus, dan lainnya. Popmama.com yakin Mama dan Papa setuju dengan pendapat itu.

Yuk, kita kembali ke masa lalu untuk melihat permainan apa saja yang keren untuk diajarkan ke si Anak dan, yuk kita keluar rumah dan bermain bersama mereka! Seru!

1. Petak umpet

1. Petak umpet
cdn.idntimes.com
Ssst, jangan ketahuan ya!

Bahasa keren permainan ini adalah hide and seek. Mungkin masih banyak anak zaman now yang bermain petak umpet, tapi jumlah pesertanya tidak terlalu besar. Mama bisa mengajak anak-anak bermain bersama. Cara bermainnya sangat mudah, kok! 

Tentukan satu orang yang bertugas sebagai pencari. Sang Pencari harus menutup mata dan menghitung sampai 100. Di waktu ia menghitung, anggota permainan lain harus sembunyi. Tugas si Pencari adalah menemukan orang-orang yang bersembunyi. Orang pertama yang berhasil ia temukan, akan menjadi pencari berikutnya. 

Permainan ini dapat dimodifikasi menjadi mencari harta karun, alias scavenger hunt. Dengan cara menyembunyikan petunjuk guna mencari “harta karun.” Permainan mencari harta karun ini dapat dilakukan dalam kelompok kecil dengan urutan mencari petujuk yang berbeda. Keduanya sangat seru dan menyenangkan sebab kemampuan berkamulflase dan keahlian membaca petunjuk menjadi kunci.

Bermain petak umpet mengajarkan anak untuk berpikir kreatif, menyusun strategi, dan beradaptasi dengan lingkungan.

2. Lompat tali

2. Lompat tali
cdn.idntimes.com
Ayo, lompat yang tinggi!

Ini adalah permainan kegemaran anak perempuan, walau kadang ada anak lelaki yang juga ikut bermain. Alat bantu permainan ini sangat sederhana dan sesuai namanya, yaitu tali. Tali ini dibuat dari karet gelang yang disambung menjadi sebuah rantai. Panjangnya tali karet ini tergantung seberapa banyak karet yang dimiliki.

Yang menantang dari permainan ini adalah level ketinggian tali yang harus dilompati. Bagi pelompat yang gagal melakukan lompatan, dia akan bergantian untuk menjadi petugas pemegang tali tersebut.

Permainan ini umumnya dimainkan minimal 4 orang.

Aturan permainan ini sangat sederhana. Ketinggian dimulai dari lutut, semakin tinggi pinggang, bahu, kepala, dan satu lengan ke atas; kadang disebut satu merdeka. Untuk ketinggian tali di bawah pinggang, pelompat dilarang menyentuh tali saat melakukan lompatan.

Kemudian untuk ketinggian berikutnya, pelompat harus bisa melompat tanpa bantuan tangan. Berapa kali kesempatan agar pelompat dapat melakukan lompatan untuk satu level ketinggian, ini merupakan hasil kesepakatan bersama.

Kemampuan bernegosiasi dan komitmen pada kesepakatan menjadi nilai sikap yang dapat dipelajari si Anak.

3. Layang-layang

3. Layang-layang
cdn.idntimes.com
Di mana angin untuk menerbangkan layang-layangku?

Permainan layang-layang sangat digemari anak laki-laki. Layangan dimainkan di lapangan pada saat angin bertiup kencang. Namun saat ini dengan kepadatan ibukota, terkadang mereka bermain di atap rumah atau loteng. Penuh dengan ide dan beradaptasi memang.

Sering kali mereka saling mengadu layangan mereka dengan bersenjatakan senar gelasan. Senar ini adalah benang yang diikatkan pada layangan, yang sekaligus sebagai alat kontrol layangan tersebut. Layang yang putus karena kalah adu adalah kemenangan yang dicari oleh pemainnya.

Ada juga layangan hias, yang dibuat dengan bentuk tertentu. Ini berbeda dengan layangan aduan yang berbentuk seperti belah ketupat. Kepuasan saat layangan hias itu terbang adalah kenikmatan yang terbayarkan atas jerih payah saat membuat.

Saat bermain layangan aduan, si Anak diajarkan tentang adaptasi, akurasi, dan kesabaran. Sebab terkadang lawan main juga menggunakan jenis senar yang sama. Saat membuat layangan hias, ia dilatih untuk mengembangkan keahlian spasial dan imajinasi bangun sebelum membentuknya menjadi layangan.

4. Gobak sodor atau galaxin

4. Gobak sodor atau galaxin
cdn.idntimes.com
Kamu kena!

Merupakan salah satu permainan kelompok yang dimainkan oleh 4 – 5 orang per tim. Tiap tim berhadapan satu sama lain, poin dihitung dari jumlah pemain yang dapat bolak-balik dari titik awal – akhir – awal.

Jika anggota tim yang tersentuh anggota tubuhnya dinyatakan “mati” sehingga tidak dapat melanjutkan dan harus menunggu di luar kotak permainan.

Si Anak diajarkan untuk bersosialisasi, komunikasi efektif, sportivitas dan mengatur strategi selain kemampuan motorik kasar dan daya tahan fisiknya yang dilatih.

5. Bentengan

5. Bentengan
upload.wikimedia.org
Giliran aku nih jaga benteng

Adalah permainan berkelompok lainnya. Untuk memainkannya dengan si Anak, Mama membutuhkan sebuah tiang atau sudut tembok sebagai banteng.

Pemain akan merusaha menyentuh banteng lawan sebagai tanda kemenangan. Jadi pemain wajib menyentuh banteng untuk mengejar lawan yang meninggalkan bentengnya. Pemain yang paling akhir menyentuh banteng memiliki kekuatan yang lebih dibanding pemain yang lebih awal.

Pemain yang tertangkap akan menunggu di daerah dekat banteng lawan yang berbentuk lingkaran dan disebut “penjara.” Rekan pemain yang berada di penjara tersebut dapat menyelamatkannya.

Kembali, si Anak diajarkan untuk bersosialisasi, komunikasi efektif, sportivitas dan mengatur strategi selain kemampuan motorik kasar dan daya tahan fisiknya yang dilatih.

6. Senapan bambu

6. Senapan bambu
upload.wikimedia.org
Senapan bambu, peluru kacang ijo

Ini adalah permainan perang-perangan. Senjata yang dibuat dari bambu dengan peluru kertas basah atau buluh. Di daerah jawa menyebut senapannya dengan nama “slepokan” sebab saat menembakkan pelurunya terdengar suara “slepok.

Di zaman now, permainan ini sama seperti air-softgun. Lawan yang terkena tembakan dinyatakan kalah, dan permainan selesai jila seluruh pemain lawan tertembak.

Kreativitas, motorik halus, strategi, dan komunikasi dalam tim menjadi nilai yang dapat diambil oleh si Anak. Sekaligus keahlian menembak dengan akurat dapat dilatih, sebab menembak lawan yang bergerak sangat sulit.

Editors' Picks

7. Engklek

7. Engklek
cdn.idntimes.com
Satu, dua, tiga!

Di Inggris permainan ini disebut hopscotch. Pemain akan melompati daerah di dalam persegi. Bolak-balik dari bawah ke atas dan kembali ke titik awalan.

Setiap pemain memiliki keping “gacoan,” dan lompatan dimulai setalah gacoan tersebut mendarat di daerah tertentu dan berurutan. Jika tidak, dia akan kehilangan kesempatan.

Si Anak akan melatih akurasinya saat melempat gacoan tersebut, kemudian keseimbangan tubuh, dan komitmen dengan kesepakatan.

8. Kelereng

8. Kelereng
upload.wikimedia.org
Hmmm, pasti kena nih!

Ini adalah permainan yang digemari anak laki-laki. Banyak variasi dalam bermain kelereng. Pemain dinyatakan menang jika dia memperoleh kelereng terbanyak selama permainan. Proses negosiasi peraturan sebelum dimulai terkadang berlangsung cukup lama, sebab pemain yang menang berhak atas kepemilikan kelereng tersebut.

Si Anak dilatih untuk proses negosiasi dalam permainan ini sekaligus sportivitas. Sebab jika dia kehilangan kelereng dalam jumlah yang besar, si Anak harus dapat menerima kekalahan itu dengan legowo.

9. Ketapel

9. Ketapel
cdn.idntimes.com
Tembak sasarannya!

Bermain ketapel sangatlah seru dan mengembangkan sikap rasa memiliki, sebab pemain harus membuat ketapelnya sendiri. Ketapel dibuat dari dahan pohon jambu untuk mendapatkan kekuatan yang besar, namun terkadang untuk bersenang-senang pemain membuatnya dari jeruji bekas dari ban sepeda.

Keterampilan si Anak membuat kerajinan dilatih dalam permainan ini, selain itu juga kemampuan menembak dengan akurat.

10. Bola Bekel

10. Bola Bekel
bukalapak.com

Bola bekel mengandalkan keterampilan dan koordinasi mata dan tangan untuk memainkannya. Mama perlu menyediakan satu bola karet dan beberapa biji bekel. Biji bekel adalah biji permainan yang dibuat dari logam dan bentuknya seperti lengkungan kepala kursi. Jika sekarang sulit menemukan biji bekel, Mama bisa memakai benda lain misalnya kulit kerang kecil atau batu kecil. 

Cara bermain bekel adalah dengan menggenggam semua biji bekel lalu melempar bola bekel. Sebelum bola memantul untuk kedua kali, pemain harus sudah berhasil melakukan tantangan. Tantangan bekel adalah mengambil biji dengan jumlah tertentu, mengambil biji dengan urutan khusus, dan lainnya. 

Permainan ini mengajarkan anak berstrategi, menjadi tangkas, dan koordinasi motorik. 

11. Congklak

11. Congklak
upload.wikimedia.org

Congklak adalah permainan zaman dulu yang dimainkan oleh 2 orang. Bahannya adalah papan congklak yaitu papan yang memiliki 16 lubang. 14 lubang diisi oleh 98 buah batu atau cangkang kerang. Pemain harus menentukan siapa yang bisa memulai permainan dengan mengambil semua biji dari salah satu lubang dan mengisi satu persatu lubang yang dilalui. Saat biji habis, pemain harus mengambil lagi semua biji dari tempat terakhir biji diletakkan. Pemenang permainan adalah orang yang memiliki biji paling banyak di lubang pengumpulannya. 

Permainan ini mengajarkan strategi dan kesabaran.

12. Gulir ban

12. Gulir ban
pixabay.com
Ayo, siapa yang menang?

Permainan ketangkasan ini butuh ban bekas dan tongkat sebagai perangkatnya. Seru nih Ma, kalau anak-anak melawan Papa dan Mama memainkannya. Caranya gampang banget, hanya perlu menstabilkan ban bekas yang digulirkan dengan bantuan tongkat. Perlu keseimbangan, kesabaran, dan ketepatan waktu menggulir agar ban tidak jatuh. 

13. Patil lele

13. Patil lele
cdn.idntimes.com
Bisa nggak tangkap punyaku?

Permainan berkelompok ini mirip seperti bisbol, hanya saja tanpa memakai bola dan pitcher. Alat yang dibutuhkan adalah dua buah tongkat kayu dengan panjang yang berbeda. Kayu yang pendek akan dilempar dan dipukul dengan kayu yang lebih panjang.

Jika lawan bermain dapat menangkap kayu pendek yang dilempar atau dipukul, makan mereka bergantian memainkannya.

Keterampilan kerjasama tim, sportivitas, dan akurasi si Anak akan sangat dilatih. Selain itu juga kemampuan mengatur strategi bersama tim menjadi kunci kemenangan.

Seru kan, Ma?

Baca juga: 

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!