Ajarkan Etika Sejak Dini dengan 7 Langkah Mudah Ini!

Sopan santun dan etika harus dimiliki oleh anak sejak dini. Ini caranya!

4 November 2018

Ajarkan Etika Sejak Dini 7 Langkah Mudah Ini
Pexels/ Porapak Apichodilok

Menanamkan prinsip-prinsip sopan santun dan etika pada anak merupakan hal yang sangat penting. Selain penting, memahami dan melakukan perilaku yang baik akan menimbulkan banyak hal positif bagi anak.

Pada dasarnya, perilaku yang baik diperlukan anak untuk bergaul dengan lingkungannya, sehingga ia dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat. Maka dari itu, tanamkan sikap sopan santun dan etika pada anak sejak dini ya, Ma!

Tapi bagaimana caranya? Nah, kali ini Popmama.com akan memberikan 7 langkah mudah yang dapat Mama terapkan pada anak agar ia memiliki etika yang baik terhadap orang lain.

Yuk, lakukan bersama anak mama!

1. Perkenalkan intonasi sopan sejak dini

1. Perkenalkan intonasi sopan sejak dini
pxhere

Sejak anak sudah bisa berbicara, maka ajarkanlah mereka untuk mengucapkan kata-kata dengan nada yang tepat. Jika berbicara dengan orang lain, ajarkan mereka mengucapkan kalimat dengan nada yang positif dan sopan. Artinya, tidak membentak, keras, atau kasar.

Ketika anak mama beranjak dewasa, mereka akan mengerti bahwa kata-kata tersebut membuat orang lain merasa senang membantunya.

2. Ajarkan untuk hormat dan peka terhadap sekitar

2. Ajarkan hormat peka terhadap sekitar
Pexels/archie binamira

Singkatnya, perilaku yang baik berasal dari rasa hormat terhadap individu lain, sedangkan salah satu cara untuk menghormati orang lain pada dasarnya bermula pada kepekaan.

Jika Mama dapat mengajari seorang anak mengenai nilai sebuah kepekaan, maka Mama sama saja sudah memberi mereka hadiah yang luar biasa. Anak yang penuh hormat secara alami akan menjadi individu yang sopan.

Editors' Pick

3. Kuasai lima frasa penting

3. Kuasai lima frasa penting
Pexels/pixabay

Selain kata "tolong" dan "terima kasih", pastikan bahwa anak-anak memahami kalimat "maafkan saya", "Bolehkah saya ..." dan "tidak, terima kasih" ya, Ma!

Meskipun mereka tidak sepenuhnya memahami implikasi dari penggunaan kata-kata ini, mereka tetap harus belajar sejak dini bahwa kata "tolong" harus dilampirkan untuk meminta sesuatu. Sedangkan kata "terima kasih" harus diucapkan pada akhir transaksi atau interaksi.

Kelima kallimat tersebut juga sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari agar ia senantiasa dihargai dan menghargai orang yang berada di sekitarnya.

4. Berikan contoh

4. Berikan contoh
Pexels/pixabay

Pastikan bahwa Mama selalu menyertakan kata “tolong” dan “terima kasih” serta kalimat penting lainnya saat Mama berinteraksi dengan orang-orang dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan begitu, anak-anak akan mencontoh apa yang dikatakan oleh Mama terhadap orang di sekitar Mama.

Jangan lupa untuk berbicara kepada anak mama dan anak-anak lain dengan kalimat santun yang sama sehingga mereka menangkap perilaku sopan ini di alam bawah sadarnya.

5. Ajarkan mereka bersikap ketika berada di tempat umum

5. Ajarkan mereka bersikap ketika berada tempat umum
Pexels/tookapic

Berinteraksi dengan anak, terutama jika ada beberapa anak lain yang hadir, akan membuka peluang untuk mendidik mereka tentang perilaku sosial yang tepat.

Mama juga harus mengajarkan mereka bagaimana sikap yang baik ketika ia bertemu dengan orang baru, menghormati barang milik orang lain, serta privasi orang lain.

Dengan melakukannya langsung di tempat umum, Mama tidak hanya mengajarkan teori, namun anak juga akan mendapatkan contoh dari Mama serta mempraktekannya secara langsung.

6. Koreksi perilakunya saat itu juga

6. Koreksi perilaku saat itu juga
Pexels/lukas

Cara terbaik untuk belajar adalah dengan membuat kesalahan, dan dengan mengoreksi perilakunya, mereka bisa mendapatkan apresiasi yang lebih dalam tentang tata krama dan cara menerapkannya.

Misalnya jika Mama sedang bercakap-cakap, lalu mereka menyela pembicaraan. Akan lebih baik jika Mama menjelaskan dengan lembut bahwa ini adalah perilaku yang tidak sopan.

Selain itu misalnya ketika ia berteriak di depan umum, Mama harus menegaskan pada mereka untuk menurunkan suaranya dan memberi tahu bahwa hal tersebut tidak baik dilakukan karena akan mengganggu orang lain.

7. Koreksi mereka dengan sopan

7. Koreksi mereka sopan
Pexels/trinity kubassek

Berhati-hatilah saat Mama mengoreksi anak, karena mengoreksi seorang anak secara agresif atau di depan orang lain dapat merendahkan dirinya secara tidak langsung.

Ada baiknya jika Mama mempertimbangkan situasi di mana Mama berada, dan jika memungkinkan, ajak anak ke area yang lebih pribadi untuk mengoreksi perilakunya.

Berkomunikasi dengan cara ini menunjukkan kepada anak bahwa Mama memperlakukannya dengan rasa hormat, serta menunjukan pada mereka bahwa Mama benar-benar ingin mereka menjadi lebih baik.

Nah, berikut 7 langkah mudah mengajarkan anak untuk bersikap sopan dan beretika. Mengingat begitu pentingnya sopan santun dan etika pada orang lain, maka akan lebih baik jika Mama segera menerapkan langkah berikut pada anak ya, Ma!

Baca Juga: 5 Cara Membuat Anak Peduli Sesama

The Latest