“Ini anda anak saya viral saya tidak mau tahu Ustaz seharusnya klarifikasi, ucap sang ibu melalui laman Instagram @lagi.viral.
Tak Terima Anak Dihukum Merokok, Seorang Ibu Nekat Menuntut Ustaz

- Seorang ibu di Lumajang memprotes keras hukuman terhadap anaknya yang kedapatan merokok di lingkungan pesantren, menganggap sanksi tersebut terlalu berat untuk pelanggaran ringan.
- Dalam video viral, sang ibu menyebut suaminya seorang polisi dan berencana menuntut pihak pesantren jika tidak ada klarifikasi resmi terkait tindakan terhadap anaknya.
- Pihak ustaz kemudian mengklarifikasi bahwa video tersebut hanyalah bagian dari behind the scene pembuatan film santri, bukan kejadian nyata seperti yang ramai dibicarakan publik.
Seorang ibu akan melakukan apa saja untuk anaknya. Pribahasa itulah yang paling tepat mengambarkan kejadian yang baru-baru ini terjadi pada seorang ibu di Lumajang, Jawa Timur.
Dalam rekaman video yang beredar, terlihat seorang ibu emosional dan menuntut klarifikasi kepada seorang Ustaz terkait sanksi yang dijatuhkan kepada anaknya.
Insiden ini diduga bermula ketika anak tersebut kedapatan merokok di lingkungan pesantren. Sang ibu mempermasalahkan hukuman yang dianggapnya terlalu berat untuk sebuah kesalahan yang menurutnya merupakan hal yang wajar.
Untuk mengetahui peristiwa ini lebih lanjut, berikut ini Popmama.com telah merangkum kejadian ibu menuntut Ustaz secara lebih dalam. Disimak, ya!
Table of Content
1. Kronologi kejadian

Peristiwa ini terjadi pada Kamis, (24/02/2026), setelah sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang ibu wali santri mendatangi salah satu pondok pesantren di Lumajang. Dalam rekaman itu, sang ibu dengan suara tinggi menuntut pengurus pesantren menjelaskan hukuman yang dijatuhkan kepada putranya karena kedapatan merokok di dalam lingkungan pesantren.
Ia mengatakan bahwa perilaku merokok tidaklah serius sehingga tidak pantas diberikan sanksi keras. Ia juga mengaku tidak senang karena video dirinya protes terhadap Ustaz pesantren menjadi konsumsi publik di media sosial.
Melalui keterangannya ia juga menambahkan bahwa perilaku merokok tidak serius sehingga tidak pantas diberikan sanksi keras.
2. Berencana melapor ke Polisi

Dalam video yang beredar terlihat juga seorang ibu menyebut bahwa suaminya seorang polisi dan berencana menuntut pengurus pesantren jika tidak ada klarifikasi resmi.
“Saya bisa tuntut Uztaz, suami saya Polisi,” ucap sang ibu.
Pernyataan tersebut sontak memperlebar jangkauan kontroversi karena menyentuh ranah hukum serta menimbulkan pertanyaan di kalangan publik mengenai kapan dan bagaimana seorang orang tua dapat melibatkan aparat dalam perselisihan disiplin anak di lingkungan pendidikan.
Banyak warganet menyoroti bahwa membawa nama suami sebagai aparat justru dapat memberi contoh yang kurang tepat bagi anak dalam menghormati aturan lembaga pendidikan, sementara sebagian lain berpendapat bahwa jika merasa haknya dilanggar.
3. Klarifikasi terkait vidio yang beredar

Menanggapi video yang telah beredar luas di media sosial, sang Ustaz mengklarifikasi bahwa video tersebut tidaklah benar. Diketahui rekaman tersebut adalah bentuk parodi atau Behind The Scence dari pembuatan film Santri Pondok Pesantren Asy-syarify.
“Itu tidak benar adanya, itu adalah Behind The Scence film dan ini juga tidak ada di Script dan terjadi dengan spontanitas,” ucap Ustaz melalui laman Tiktok @opinirakyat.id.
Ustaz mengaku di film tersebut awalnya bertujuan hanya untuk mengedukasi bahwa saat ini terlalu banyak wali santri yang terlalu ikut campur mengenai kebijakan pondok dan tidak menaati bentuk tradisi pondok yang berlaku.


















