Apakah Produk Non-Toxic yang Digunakan Anak Aman 100% dari Racun?

Meski tertulis 'non-toxic', ada bahaya yang harus diwaspadai dibalik penggunaannya

24 Februari 2020

Apakah Produk Non-Toxic Digunakan Anak Aman 100% dari Racun
Freepik/Prostooleh

Menggambar, melukis, mewarnai atau membuat kerajinan tangan sederhana adalah aktivitas yang sangat disukai anak-anak. Ya, seni merupakan bagian dari ekspresi diri yang membebaskan dan tidak ada benar atau salah di dalamnya. 

Anak-anak sangat menyukai bermain-main dengan krayon, cat air atau pun bahan-bahan kerajinan tangan. Semakin berantakan, semakin seru! Namun, tak jarang rasa ingin tahu dan impulsif membawa kegiatan yang menyenangkan ini menjadi masalah kesehatan tatkala alat-alat seni ini tak sengaja tertelan. 

Penting bagi orangtua mengetahui fakta-fakta di balik alat-alat seni ini dan risiko kesehatan yang harus diperhatikan dengan jeli dalam penggunaannya. Berikut Popmama.com merangkum faktanya, dilansir dari hellomotherhood.com:

Risiko Keracunan Lebih Tinggi pada Anak-anak

Risiko Keracunan Lebih Tinggi Anak-anak
Freepik

Bahan kimia memiliki efek lebih nyata pada tubuh anak ketimbang orang dewasa. Ini dikarenakan massa tubuh anak lebih ringan sehingga substansi beracun bisa terserap dan menyebar lebih cepat ke seluruh tubuh. Selain itu, metabolisme tubuh anak lebih cepat dan punya kulit yang lebih sensitif sehingga bahan kimia sesedikit apapun yang tertelan, terhirup atau pun tersentuh, dapat berdampak fatal pada kesehatannya.

Apa Artinya "Non-Toxic" yang Tertera pada Label Kemasan Alat-alat Seni?

Apa Arti "Non-Toxic" Tertera Label Kemasan Alat-alat Seni
Freepik/V.ivash

Label kemasan dengan tulisan "non-toxic" mungkin sudah tak asing lagi bagi Mama. Indikator ini merupakan tanda bahwa produk tidak akan meracuni anak jika terhirup, terpapar atau sedikit tertelan. Tetapi, bukan berarti mereka tidak bisa sakit dan keracunan karenanya.

Di internet banyak sekali beredar video-video tutorial DIY membuat lipstik atau lipgloss untuk anak-anak yang menyertakan krayon non-toxic sebagai substansi untuk memberikan warna. Namun kenyataannya, sekalipun berlabel non-toxic, produk-produk ini masih menyimpan risiko alerggi jika terkena mulut dan selaput lendir. Bahkan, produsen alat mewarnai Crayola pun menyatakan bahwa produk mereka berisiko alergi sekalipun tidak menggunakan bahan kimia yang berpotensi mengakibatkan keracunan.

Editors' Picks

Pentingnya Mengecek Label dan Bahan Pembuat Alat-alat Seni yang Digunakan Anak

Penting Mengecek Label Bahan Pembuat Alat-alat Seni Digunakan Anak
Freepik

Saat membeli alat-alat seni untuk anak, baca baik-baik dengan teliti label bahan pembuatan yang tertera di kemasan. Setiap produk yang mengandung bahan berbahaya akan diberi label dengan peringatan seperti "Harmful if swallowed (bahaya jika tertelan)" atau "May cause skin irritation (dapat menyebabkan iritasi kulit)".

Untuk alat-alat seni yang diimpor dari luar negeri, biasanya pada label kemasan tertera tulisan "non-toxic" dan diberi segeal "AP (Approved Product)" oleh the Art and Creative Materials Institute (ACMI). Di Indonesia, BPOM lah yang berhak mengeluarkan label bebas racun dan bebas bahan kimia berbahaya. Contohnya, produk Amara Winx, kosmetik khusus untuk anak-anak.

Produk yang memiliki sertifikasi aman untuk anak-anak dan orang dewasa ini harus melalui pengujian yang ketat. Jika formulanya berubah, maka produk harus disertifikasi ulang. Label ini membantu para orangtua yakin terhadap keamanan perlengkapan seni yang akan digunakan oleh sang Anak.

Tips Menjaga agar Anak Aman Menggunakan Alat-alat Seni

Tips Menjaga agar Anak Aman Menggunakan Alat-alat Seni
Freepik

Sekalipun alat mewarnai yang digunakan anak Mama sama sekali tidak beracun, ia mungkin masih mengalami efek samping jika tak sengaja menelannya. Seperti sakit perut, lidah yang menyisakan warna atau rasa yang tidak enak yang tertinggal di mulut. Selain itu, jika alat warna digunakan lebih dari satu anak, bisa mengakibatkan kontaminasi bakteri yang menyebabkan penyakit.

Agar anak senantiasa aman menggunakan alat-alat seni ini, sediakan palet atau pot cat yang terpisah untuk masing-masing anak. Hindari menyimpan cat warna setelah dicampur karena pengawet yang telah diencerkan kondisinya tak lagi baik. Ingatkan anak untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah melukis. Berikan penjelasan bahwa alat-alat seni yang digunakan bukanlah makanan, agar mereka tidak tergoda untuk mencicipinya.

Itu dia hal-hal yang perlu diperhatikan orangtua seputar kandungan bahan kimiawi dalam alat-alat seni yang digunakan anak. Awasi penggunaannya. Jika anak tak sengaja menelan tinta atau cat, baik itu beracun maupun tidak, segera beri anak minum air. Kemudian amati apakah anak menampakkan gejala-gejala keracunan. Bila ada gejala keracunan, jangan tunda untuk membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan bantuan medis.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.