Mengenal Metode Ferber, Cara Melatih Anak Tidur Sendiri

Cara ini juga bisa diterapkan sejak bayi lho, Ma

3 Juni 2019

Mengenal Metode Ferber, Cara Melatih Anak Tidur Sendiri
ctvnews.ca

Membiasakan anak untuk tidur sendiri tentu bukan perkara mudah. Anak-anak seringkali merasa ketakutan saat datangnya jam tidur. Bisa dikarenakan pikiran-pikiran buruk, ketakutan (night terror), mengompol hingga sleepwalking.Tetapi hal ini memang perlu dilakukan sejak dini. Selain untuk melatih kemandirian anak, juga memberikan ruang privat bagi anggota keluarga lain.

Masalah ini dialami jutaan orangtua di seluruh dunia. Tak heran jika kemudian para orangtua mencari cara. Salah satu buku terkenal yang sering menjadi panduan bagi orangtua tentang bagaimana cara melatih anak tidur sendiri adalah Solve Your Child’s Sleep Problems yang ditulis oleh Richard Ferber, seorang dokter anak.

Apa sajakah yang diajakan Ferber pada orangtua di seluruh dunia? Berikut beberapa poin penting yang kami lansir dari healthline.com untuk pendekatan ini.

Editors' Picks

Apa itu Sleep Association (Asosiasi Tidur)?

Apa itu Sleep Association (Asosiasi Tidur)
healthline.com

Menurut para ahli, asosiasi tidur adalah salah satu hal yang dapat menyebabkan anak dapat tidur nyenyak sepanjang malam. Asosiasi tidur ini berkaitan dengan benda atau perilaku yang biasanya digunakan anak saat ia tidur di malam hari. Misalnya saja anak terbiasa memeluk boneka kesayangannya sebelum tidur atau tertidur di lengan Mama sebelum tidur di dalam ranjang bayinya.

Yang jadi masalah, ketika asosiasi tidur anak berhubungan dengan orangtua atau orang lain. Saat terbangun di malam hari, anak kemungkinan akan merasa kesulitan untuk tidur kembali tanpa adanya peranan dari orang tersebut. Nah, di sinilah latihan dengan metode Ferber akan dimulai.

Melatih Bayi dan Anak-anak tentang Self-Soothing

Melatih Bayi Anak-anak tentang Self-Soothing
Pixabay/Free-Photos

Secara umum, konsep dasar metode Ferber adalah membuat anak yang mengalami masalah beranjak tidur, bisa menenangkan dirinya sendiri saat rasa kantuk menyerang atau ketika terjaga di malam hari alias "self-soothing". Pendekatan ini bisa dilakukan dengan cara meninggalkan anak sendirian di ranjangnya saat ia sudah mulai mengantuk.

Jika anak menangis, Mama dapat menenangkannya sejenak dengan interval waktu yang meningkat setiap waktu, misalnya saja per tiga, lima atau 10 menit dengan waktu “kunjungan” yang singkat yaitu satu atau dua menit saja.  

Metode Ferber ini akan berhasil jika dilakukan secara konsisten, setidaknya dalam empat malam berturut-turut. Dari hasil 19 penelitian yang dilakukan pasca pendekatan ini diperkenalkan pada masyarakat, American Academy Sleep Medicine hasilnya terdapat perubahan signifikan. Anak-anak dan bayi cenderung tidak banyak terbangun di malam hari.

Namun, perlu diingat, meskipun metode ini telah terbukti efektif pada banyak anak tetapi mungkin tidak efektif untuk anak yang lain. Yang pasti cara yang diajarkan oleh Ferber ini bukan bermaksud membiarkan anak menangis sepanjang malam, tetapi mengajarkannya untuk tetap merasa aman meskipun ia sendirian di dalam kamar.

Bagaimana, Ma? Semoga informasi ini dapat membantu Mama mengatasi masalah tidur yang dialami anak ya. 

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.