Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

7 Alasan Mengapa si Kecil Perlu Bermain dengan Boneka

7 Alasan Mengapa si Kecil Perlu Bermain dengan Boneka
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI
Intinya Sih
  • Bermain boneka membantu anak mengembangkan kemampuan bahasa, komunikasi, dan regulasi emosi melalui aktivitas pretend play yang aman dan menyenangkan.
  • Interaksi dengan boneka membuat anak lebih mudah memahami emosi, meniru perilaku positif, serta membangun rasa percaya diri secara alami.
  • Keterlibatan orangtua dalam permainan boneka memperkuat ikatan emosional dan menjadi sarana efektif untuk melatih komunikasi dua arah dengan anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bermain dengan boneka merupakan salah satu hal yang tak bisa lepas dari kehidupan bermain anak. Bermain boneka tak selalu berkaitan dengan hal buruk Ma. Di balik aktivitas ini, terdapat manfaat besar bagi perkembangan emosional dan sosial anak.

Boneka dapat menjadi “media aman” bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan, belajar komunikasi, hingga memahami lingkungan sekitar. Dalam psikologi, hal ini dikenal sebagai pretend play, suatu aktivitas yang dinilai dapat membantu anak mengembangkan kemampuan kosa kata bahasa, komunikasi, dan regulasi emosi pada anak.

Untuk memahami informasi ini secara lebih lanjut, berikut ini Popmama.com telah merangkum 7 alasan mengapa si Kecil perlu berbicara dengan boneka. Disimak, ya!

Table of Content

1. Belajar menyerap dan meniru bahasa dari lingkungan sekitar

1. Belajar menyerap dan meniru bahasa dari lingkungan sekitar

anak laki-laki sedang bermain dengan boneka beruang
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Anak sejatinya memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap informasi dari apa yang mereka dengar setiap hari. Saat bermain dan berbicara dengan boneka, mereka sering kali mengulang kalimat yang pernah didengar dari orangtua atau lingkungan sekitarnya.

Ini bukanlah sekadar meniru saja Ma, melainkan cara alami anak dalam belajar memahami bahasa. Melalui berbicara dengan boneka, anak sebenarnya sedang mengolah informasi, mengaitkan kata, serta mencoba memahami makna di balik setiap percakapan. Ia mulai belajar, bagaimana menyampaikan perasaan, merespons situasi, hingga membangun dialog sederhana.

2. Membantu memahami emosi

gambar anak sedang berbicara dengan boneka Teddy Bear
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Boneka sering kali menjadi media yang membantu anak memahami perasaan. Saat bermain, anak dapat memindahkan emosi ke dalam karakter boneka, seperti membuat boneka merasa sedih, gembira atau takut.

Cara ini dinilai membuat anak lebih nyaman mengekspresikan emosi tanpa merasa tertekan atau dihakimi. Saat anak memainkan peran tersebut, mereka tidak hanya meniru emosi, tetapi juga mulai belajar mengenali, memberi nama, dan memahami perasaan itu sendiri.

3. Menjadi media untuk mengajarkan anak perilaku positif

anak perempuan sedang bermain dengan boneka
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Bermain boneka dapat menjadi momen efektif bagi orangtua untuk menanamkan perilaku positif secara alami. Saat anak terlibat dalam permainan, orangtua dapat ikut berperan melalui boneka untuk menunjukkan sikap seperti berbagi, membantu, atau berbicara dengan sopan.

Pendekatan ini bekerja karena anak belajar melalui proses meniru atau modeling. Ketika orangtua memperagakan perilaku baik melalui boneka, anak cenderung mengamati, meniru, dan kemudian mengulanginya dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengembangkan imajinasi dan kreativitas

anak sedang mewarnai
Freepik/rawpixel

Bermain dengan boneka tentunya mendorong anak untuk bercerita, dialog, hingga menciptakan situasi baru yang berasal dari imajinasi si Kecil. Aktivitas ini menjadi salah satu cara efektif untuk melatih kreativitas sekaligus memperkaya daya imajinasi anak sejak dini Ma.

Anak mulai mengembangkan kemampuan untuk merancang dalam cerita yang dibuat, proses ini dinilai membantu mereka melatih kemampuan berpikir fleksibel serta keterampilan problem solving sejak dini.

Menurut Doris Bergen, dalam jurnal Early Childhood Research & Practice berjudul The Role of Pretend Play in Children’s Cognitive Development, menyebutkan bahwa permainan imajinatif berkaitan erat dengan perkembangan kognitif anak, termasuk kemampuan bahasa, fleksibilitas berpikir, dan pemecahan masalah.

5. Meningkatkan rasa percaya diri

ibu dan anak sedang membaca buku bersama
Freepik

Meningkatkan rasa percaya diri pada anak tak selalu harus dilakukan dengan cara yang rumit, Ma. Salah satu cara sederhana yang bisa dilakukan orangtua adalah melalui permainan boneka. Dalam aktivitas ini, anak merasa lebih nyaman karena berinteraksi dengan objek yang familiar dan tidak mengancam, sehingga mereka lebih berani mengekspresikan diri.

Boneka juga dapat menjadi “teman” yang membantu anak melatih komunikasi tanpa rasa takut dinilai, sehingga perlahan kepercayaan diri mereka tumbuh secara alami. Menurut Susan Harter, dalam jurnal Child Development, mengungkapkan bahwa rasa percaya diri anak berkembang dari pengalaman positif dan rasa aman yang konsisten dalam interaksi sehari-hari.

Artinya, interaksi melalui permainan imajinatif seperti bermain boneka dinilai membantu anak mengembangkan kepercayaan diri pada anak.

6. Memperkuat hubungan emosional dengan orangtua

gambar ibu dan anak sedang bermain boneka bersama
Popmama.com/Amsal Hutagalung/AI

Ketika orangtua ikut terlibat dalam permainan boneka, tercipta momen kedekatan hangat yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil. Terlebih saat ia merasa diperhatikan, didengar, dan dipahami melalui interaksi bermain boneka bersama.

Kehadiran orangtua dalam permainan ini dinilai memberikan rasa aman secara emosional bagi anak. Rasa aman tersebutlah yang menjadi dasar penting dalam membangun secure attachment, suatu ikatan emosional yang kuat antara anak dan orangtua.

7. Tips membangun komunikasi melalui boneka

gambar anak jaket hitam putih berpose ide
Freepik

Agar manfaatnya lebih optimal, Mama dapat memanfaatkan boneka sebagai media komunikasi sehari-hari dengan cara yang sederhana.

Boneka dapat menjadi “perantara” yang membantu anak merasa lebih aman saat berbicara, terutama ketika mereka belum mampu mengungkapkan perasaan secara langsung.

Berikut langkah-langkah untuk membangun komunikasi yang baik melalu boneka.

  1. Gunakan boneka sebagai perantara bicara. Sampaikan pesan positif seperti pujian, motivasi, atau arahan melalui boneka agar anak menerimanya tanpa merasa digurui.
  2. Ajak anak berdialog dua arah. Biarkan boneka bertanya tentang perasaan atau pengalaman anak, lalu beri ruang bagi anak untuk menjawab dengan caranya sendiri.
  3. Ciptakan cerita yang relevan. Gunakan boneka untuk menggambarkan situasi sehari-hari, seperti belajar berbagi atau menghadapi rasa takut.
  4. Berikan respons empati. Saat anak bercerita melalui boneka, tanggapi dengan penuh perhatian agar anak merasa didengar dan dihargai.
  5. Lakukan secara rutin. Jadikan aktivitas ini sebagai kebiasaan agar anak terbiasa mengekspresikan diri dengan nyaman.

Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang baik bagi si Kecil untuk bermain dengan aman dan menyenangkan.

Itulah Ma, berbagai alasan mengapa si Kecil perlu berbicara dengan boneka. Jadi, gimana nih menurut Mama, tertarik untuk mencobanya?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More