5 Cara Tepat Bimbing Anak Merawat Mainannya

Saking banyaknya mainan membuat anak lalai tidak dapat merawat mainannya

26 Oktober 2018

5 Cara Tepat Bimbing Anak Merawat Mainannya
Pexels/Markus Spiske temporausch.com

Mainan merupakan benda yang sering disentuh anak dalam kesehariannya. Banyaknya koleksi mainan anak-anak sehingga beragam mainan ada di kamar atau box-nya, mulai dari mainan remote control, koleksi robot, boneka, dan lain sebagainya.

Namun, siapa sih yang nggak addicted dengan mainan-mainan tersebut?  Apalagi jika anak membutuhkan perjuangan dan pengorbanan besar untuk mendapatkan dan merawat mainan-mainan tersebut.

Oleh karena itu sangat penting untuk mereka merawat mainan-mainannya, agar mainan yang dimiliki tetap dalam kondisi awet.

Sebagai orangtua haruslah membimbing dan mengingatkan si Kecil untuk selalu merawat mainannya. Malah terkadang mempunyai banyak mainan tidak cukup mampu menghibur anak.

Akibatnya, dia malah sering merusak mainannya. Berikut ulasan cara Mama mengajarkan anak dalam merawat mainan-mainannya:

1. Taruh di lemari etalase

1. Taruh lemari etalase
Unplash/li tzuni

Jika anak-anak suka teledor menaruh mainan-mainannya, maka caranya dengan mengajarkan mereka menaruh dan menyimpan mainan yang sedang tidak dimainkan pada sebuah lemari etalase.

Dengan cara itu maka mainannya tetap bersih dari debu dan aman dari gangguan luar seperti terinjak, jatuh, dan lain-lain.

Selain itu, dengan menatanya dengan rapi dan indah, koleksi mainan si Kecil pun bisa beralih fungsi sebagai dekorasi memperindah kamar atau ruangan di rumah.

2. Tertib ketika selesai bermain

2. Tertib ketika selesai bermain
Pexels/freestocks.org

Salah satu penyebab mainan anak cepat rusak adalah karena dia tidak terbiasa merapikan mainannya.

Nah, sebaiknya kini Mama harus lebih perhatian kepadanya saat mereka sedang bermain, yaitu apabila si Kecil usai bermain Mama pun memberitahu kepadanya untuk tidak membiarkan mainannya berceceran.

Ketika anak mengambil mainannya dari kotak mainan, berarti dia harus bisa membereskan mainannya sendiri. Temani dan awasi mereka saat melakukannya.

Editors' Picks

3. Lakukan penyortiran mainan

3. Lakukan penyortiran mainan
bestbabytoys.typepad.com

Peran orangtua juga penting untuk selalu melakukan pengecekan tehadap mainan anak-anak. Jika melihat mainan anak sudah tak layak, ajaklah si Kecil menyortir mainan pada bagian yang pecah dan sudah rusak.

Jangan segan untuk membuang mainan tersebut ya? Selain berpotensi menyimpan kuman, mainan yang telah rusak ternyata bisa membahayakan si kecil. Terutama pada mainan dari bahan plastik, besi, dan kayu.

4. Ajak anak beraktivitas di luar

4. Ajak anak beraktivitas luar
Pexels/Pixabay

Tidak semua anak mampu mengatasi rasa bosan, sehingga dia melampiaskan kebosanannya dengan merusak mainan. Kalau sudah begitu bagaimana bisa mainannya akan awet?

Tugas orangtua perlu mengajarkan anak mengatasi kebosanan dengan cara yang sehat Ma, ajaklah ia untuk bermain di luar rumah untuk menghindari anak merusak mainnya.

Dengan begitu kebosanannya akan teralihkan. Bermainlah bersamanya seperti mengerjakan petak umpet, bersepeda, atau apa pun yang ingin dia lakukan.
 

5. Kurangi frekuensi membeli mainan

5. Kurangi frekuensi membeli mainan
Pexels/Pixabay

Ma, yang biasa terjadi adalah apabila memiliki terlalu banyak mainan bisa membuat anak kurang menghargai mainannya.

Akibatnya kalau sudah bosan, anak pun memuaskan kekesalan dengan merusak mainan. Apalagi kalau orangtuanya cenderung sering membelikan mainan baru.

Kalau terlihat anak punya kebiasaan seperti itu maka ia sulit bertanggung jawab dan mainan apapun akan rusak.

Sebaiknya Mama mengurangi frekuensi pembelian mainan baru. Cermati apakah dia memang sudah bisa menepati janjinya dalam merawat mainannya sendiri.

Membeli mainan tentu bertujuan agar anak terhibur, atau belajar sesuatu dari jenis mainan tertentu. Namun,dengan 5 cara di atas untuk mengurangi sikap lalai mereka  agar mainannya awet atau tahan lama.

Baca juga: Jangan Salah! Begini Cara Memilih Mainan untuk Si Kecil

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!