5 Perilaku Orangtua Ini Bisa Menyebabkan Anak Alami Gangguan Bipolar

Bipolar merupakan salah satu gangguan perubahan mood yang ekstrem

30 Oktober 2019

5 Perilaku Orangtua Ini Bisa Menyebabkan Anak Alami Gangguan Bipolar
Pexels/Rene Asmussen

Gangguan bipolar ternyata tidak hanya bisa terjadi pada orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Gangguan ini merupakan salah satu gangguan psikis dan mengakibatkan penderitanya mengalami perubahan mood yang ekstrem.

Anak yang memiliki gangguan bipolar harus mendapat perhatian medis khusus agar kualitas hidupnya jadi lebih baik.

The Nemours Foundation mengatakan, gangguan bipolar terjadi lebih awal pada anak-anak. Namun tidak selalu memiliki pola perilaku yang sama dengan orang dewasa dengan gangguan bipolar.

Terlepas dari itu, berikut ada 5 perilaku orangtua yang menyebabkan anak alami gangguan bipolar. Simak penjelasannya dari Popmama.com, yuk:

1. Sering bertengkar di depan anak berdampak pada daya berpikirnya

1. Sering bertengkar depan anak berdampak daya berpikirnya
Freepik/Bearfotos

Sebenarnya anak harus merasa yakin bahwa pernikahan kedua orangtuanya dalam keadaan baik-baik saja.

Tapi pada kenyataannya, sering kali anak melihat Mama dan Papa bertengkar di hadapannya.

Jika anak mengetahui orangtuanya bertengkar, maka bisa mengalami gangguan perkembangan pada otaknya. Kesedihan dan kecemasan berat yang dialami anak akibat pertengkaran orangtua akan berdampak pada daya berpikirnya.

Ini semua menjadi pengalaman traumatis yang terus diingat anak sampai dewasa, sehingga terancam pada tingkat emosional dan rentan mengalami gangguan bipolar.

Editors' Picks

2. Tindak kekerasan mengakibatkan anak mengalami gangguan psikologis

2. Tindak kekerasan mengakibatkan anak mengalami gangguan psikologis
Unplash/Caleb Woods

Kekerasan pada anak berupa kekerasan fisik maupun verbal juga bisa mengakibatkan anak mengalami gangguan psikologis.

Anak yang sering dipukul, disakiti dan dibentak berpotensi menderita kelainan bipolar yang bisa berdampak buruk untuk masa depannya.

Di mana kekerasan yang dialami anak menimbulkan luka hati dan trauma.

Kehilangan kemampuan untuk merasa bahagia perlahan akan meningkatkan perasaan yang buruk dan depresif, sehingga ia akan selalu dipengaruhi oleh perasaan yang negatif tanpa adanya keinginan untuk berpikir positif.

Menurut National Institute of Mental Health, anak-anak dengan gangguan bipolar harus mendapatkan perawatan.

3. Meninggalkan anak yang cukup lama karena perceraian

3. Meninggalkan anak cukup lama karena perceraian
verywellfamily.com

Perpisahan dan perceraian orangtua memiliki dampak buruk bagi anak. Salah satu orangtuanya yang meninggalkan sang anak dalam waktu lama, maka akan membuat mereka merasa sedih yang luar biasa.

Hal itu bisa berpotensi anak mengalami gangguan psikologis, salah satunya bipolar. Padahal anak membutuhkan kesejahteraan diri dan rasa dicintai oleh kedua orangtuanya.

Di mana ikatan orangtua membantu anak merasa aman, nyaman dan prediktor terkuat untuk kesehatan mental maupun emosionalnya.

Dikutip dari Founfations Recovery Network, bahwa kecerobohan atau kurangnya tanggung jawab dalam membuat keputusan membuat anak cenderung hidup dengan kombinasi ketakutan dan ketidakpastian sebagai akibatnya.

4. Memberi label buruk pada anak membuat harga dirinya jatuh

4. Memberi label buruk anak membuat harga diri jatuh
ahaparenting.com

Sebenarnya orangtua perlu bertanya pada diri sendiri mengenai konsekuensi dari menempelkan label pada anak.

Ucapan yang buruk saat memarahi anak akan membuat harga diri mereka jatuh dan kehilangan rasa percaya diri. Hal inilah yang bisa memicu sang anak mengalami gangguan bipolar.

Ketika seorang anak memiliki gangguan bipolar, biasanya mereka tidak dapat menghargai dirinya sendiri. Sebab seringnya mendengar kata-kata buruk dari orangtua yang ditujukan kepadanya akan meninggalkan tanda dan membentuk karakternya.

Dilansir dari Mayo Clinic, jika anak mengalami perubahan suasana hati yang serius, depresi atau masalah perilaku maka segeralah berkonsultasilah dengan penyedia kesehatan mental yang berspesialisasi.

5. Terlalu melindungi anak membuatnya kehilangan untuk belajar mandiri

5. Terlalu melindungi anak membuat kehilangan belajar mandiri
Freepik

Gejala bipolar pada anak biasanya akan ditunjukkan dengan perilaku penentangan atau penolakan seperti tidak mau sekolah.

Sementara sikap orangtua yang selalu melindunginya atau over protective secara berlebihan dan terus menerus akan berdampak buruk pada psikologisnya.

Hal ini anak akan kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri, bereksplorasi dan menambah wawasan pengetahuan maupun keterampilannya.

Dampak yang bisa ditimbulkan dari sikap over protective dari orangtuanya membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang rapuh dan mudah menyerah, sehingga bisa memicu gangguan bipolar.

Jika anak sering mendapatkan perilaku di atas, sebaiknya menghentikan sikap seperti itu. Segeralah ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.