Tangani dengan 6 Cara Tepat Saat Anak Terkena Diare

Kasihan deh saat si Kecil sakit perut dan mulai BAB terus menerus

12 Oktober 2018

Tangani 6 Cara Tepat Saat Anak Terkena Diare
Unsplash/jwwhitt

Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan perubahan bentuk pada konsistensi fases seseorang.

Frekuensi buang air besarnya lebih dari biasa, yaitu bisa tiga atau lebih dalam sehari.

Diare merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak.

Kemungkinan anak-anak yang mengalami diare biasanya disebabkan oleh virus.

Diare berkepanjangan bisa menyebabkan dehidrasi. Sedangkan anak-anak yang terkena diare akan sulit jika disuruh mengonsumsi cairan.

Selain perubahan konsistensi tinja, gejala lain yang terjadi saat diare yaitu demam, mual, muntah hingga nafsu makannya menurun.

Namun apa yang dapat Mama lakukan saat si Kecil terjadi diare?

Berikut beberapa langkah cerdas untuk menangani saat si Kecil diare:

1. Jangan panik

1. Jangan panik
Pexels/Bruce Mars

Jika si Kecil terkena diare, Mama tidak perlu panik dan tergesa-gesa.

Sebaiknya Mama mengenali gejala penyebab terjadinya diare dan kenali tanda-tanda dehidrasi pada anak.

Apakah sang anak mengalami diare hingga lemas, muntah-muntah, mulut kering, dan sebagainya.

Jika terlihat satu komplikasi maka ada baiknya ditangani segera oleh dokter.

2. Beri larutan oralit

2. Beri larutan oralit
Pexels/Rawpixel

Untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat diare, Mama pun harus memberikan cairan oralit atau bisa dibuat di rumah dengan larutan gula dan garam.

Berikan setiap si Kecil buang air besar. Bila anak diare disertai muntah, awali pemberian asupan cairan sebanyak 5 ml setiap lima menit sekali. 

Editors' Picks

3. Tetap beri asupan makanan

3. Tetap beri asupan makanan
Pexels/amsw photography

Saat anak terkena diare, maka Mama juga harus memberi minum dan makanan pada si Kecil.

Cairan yang hilang selama diare air putih adalah pengganti cairan yang baik.

Beri ia juga asupan nutrisi yang cukup agar kondisi perutnya tidak kosong dan ia tidak lemas. 

4. Hindari makanan tertentu

4. Hindari makanan tertentu
Pexels/Pixabay

Hal yang perlu Mama cermati ketika sang anak terkena diare, yaitu hindari memberi asupan makanan yang dapat memperparah gangguan pencernaannya seperti susu, soda, dan sayuran yang dapat meningkatkan kadar gas dalam ususnya. 

5. Minumi obat pereda diare yang cocok untuk usianya

5. Minumi obat pereda diare cocok usianya
Pexels/Pixabay

Tubuh anak sebagian besar tersusun dari cairan, itulah sebabnya anak dehidrasi saat terkena diare.

Beberapa jenis obat bisa Mama berikan untuk si Kecil untuk membantu mengatasi diarenya. Pilih obat yang mengandung bismuth subsalicylat, attapulgit, dan loperamide.

Ketiga bahan itu terbukti efektif dalam mengatasi gangguan pencernaan.

5. Segera ke dokter

5. Segera ke dokter
Pexels/Pixabay

Jika diare yang dialami si Kecil disebabkan oleh makanan, maka penting bagi Mama untuk mengingat atau mencatat makanan apa saja yang telah dikonsumsi.

Selain itu ketahui makanan atau minuman apa saja yang yang buatnya jadi alergi.

Segera bawa anak ke dokter ketika Mama menemukan gejala dehidrasi yang parah dan kejang. 

Diare tidak hanya disebabkan karena faktor makanan, tapi juga dipengaruhi oleh faktor lainnya seperti virus dan bakteri.

Dengan begitu Mama harus selalu mencegahnya, salah satunya yaitu sering mencuci tangan.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.