Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
For
You

Rangkuman Kasus Dugaan Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Orangtua Polisikan RS

Rangkuman Kasus Dugaan Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Orangtua Polisikan RS
Freepik/rawpixel

Baru-baru ini, netizen dihebohkan oleh kisah pilu seorang mama muda bernama Nina Saleha (27) yang nyaris kehilangan buah hatinya akibat kelalaian medis.

Dalam video yang beredar di media sosial dan telah dibagikan ulang oleh banyak pengguna, sang Mama menceritakan bahwa bayinya hampir tertukar di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Awalnya sang bayi dibawa oleh Mamanya untuk berobat akibat penyakit kuning, tapi peristiwa ini justru jadi momen menegangkan saat hendak memulangkan bayinya yang sudah ada di tangan orangtua pasien lainnya.

Peristiwa ini pun viral setelah Mama Nina membagikan pengakuannya di TikTok, hingga akhirnya menarik perhatian pemerintah, kepolisian, hingga DPRD Jawabar.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya terkait kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung, berikut Popmama.com rangkumkan dari berbagai sumber.

1. Kronologi awal mula bayinya nyaris tertukar

baby boy (1).jpg
Freepik/freepic.diller

Dalam narasi yang diceritakan Mama Nina yang viral di media sosial, peristiwa pilu ini terjadi ketika putra ketiganya lahir pada Rabu (1/4/2026) kemarin di RS Unpad Jatinangor, Bandung.

Karena si Kecil menunjukkan gejala kuning, Nina sebagai orangtua lantas membawa putra kecilnya untuk mendapatkan perawatan ke rumah sakit rujukan di RSHS pada Minggu (5/4/2026).

Bayi kecil ini dirawat selama tiga hari di ruang NHCU/NICU. Kondisinya pun dinyatakan membaik dan diizinkan pulang pada Rabu (8/4/2026).

Di hari kepulangan sang anak, Mama Nina mengaku sudah berada di rumah sakit untuk memandikan dan menyiapkan keperluan sang buah hati.

Namun, di sinilah keteledoran pihak administratif terjadi yang berujung pada penyerahan bayi kepada orang yang salah.

2. Gelang rawat sang anak digunting perawat dengan alasan janggal

bayi baru lahir (1).jpg
Freepik/KamranAydinov

Mama tiga orang anak ini mengaku sebelum proses kepulangan putranya, ia sempat turun makan bersama suami karena panggilan perawat yang tak kunjung tiba.

Alih-alih mendapati kabar bahagia karena proses administratif sang anak selesai dan bisa langsung pulang, ia dan suami justru dikejutkan dengan bayinya yang sedang digendong pasangan suami istri lain setibanya mereka dari makan.

Lebih mirisnya lagi, Mama Nina menceritakan bahwa putra kecilnya itu digendong orangtua lain yang berada di ruangan yang sama seperti sebelumnya sang anak berada.

Nina langsung mengetahui bahwa anak yang digendong orangtua lainnya itu adalah anak, karena dirinya ingat betul dengan baju dan selimut yang digunakan untuk putranya.

Yang lebih memicu kemarahan Nina dan suami adalah, gelang identitas putranya sudah digunting perawat dengan alasan "takut ada virus".

Penjelasan janggal dari perawat ini yang membuat orangtua dari bayi tersebut marah dan merasa tidak masuk akal bagi mereka.

3. Pembelaan RSHS hingga sorotan pihak berwajib

baby boy.jpg
Freepik/pch.vector

Sebelumnya, manajemen RSHS turut buka suara dengan menyebut kejadian ini sebagai "distraksi petugas". Direktur Utama RSHS, Rachim Dinata Marsidi, menjelaskan bahwa saat Nina tidak di tempat, petugas teralihkan oleh pertanyaan pasien lain hingga bayi salah diserahkan.

Namun, mereka mengklaim bayi segera diambil kembali dan menganggap masalah selesai secara kekeluargaan. Oknum perawat yang lalai menjalani tugasnya itu pun dinonaktifkan dengan sanksi SP1.

Meski begitu, Dinas Kesehatan Jabar, Sekda, DPRD Jabar, hingga Polrestabes Bandung masih menyelidiki kasus ini untuk menelusuri SOP dan dugaan kelalaian sistematis, bahkan mencurigai adanya celah untuk sindikat perdagangan anak yang sempat dibantah keras oleh RSHS.

4. Orangtua laporkan pihak RSHS atas kelalaian tersebut

kuasa hukum.jpg
Freepik/yanalaya

Meski pihak RSHS mengaku sudah menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, orangtua sang anak membawa kuasa hukum untuk melaporkan kasus ini ke Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak (Dit PPA) serta Tindak Pidana Perdagangan Orang (PPO) Polda Jabar.

Melalui kuasa hukumnya, Mira Widyawati, Nina melayangkan somasi resmi pada Senin (13/42026) karena merasa tidak ada transparansi soal petugas dan pasangan misterius yang memegang bayinya.

Bahkan, Nina berencana melakukan tes DNA untuk membuang keraguan batinnya, yang mana hal ini dipicu oleh banyaknya netizen yang mengaku mengalami hal serupa di lokasi yang sama.

Bukan cuma tak terima melihat sang anak hampir tertukar oleh orangtua lain, peristiwa ini juga berdampak pada Nina yang mengalami trauma mendalam, psikisnya drop, dan enggan kembali ke RSHS untuk kontrol rutin sang anak.

Hingga kini, proses hukum masih terus berjalan. Netizen mengharapkan transaparansi total dari pihak rumah sakit agar kepercayaan masyarakat terhadap institusi kesehatan rujukan nasional ini tak hilang sepenuhnya.

Semoga keluarga Mama Nina segera mendapatkan keadilan dan rumah sakit meningkatkan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang ya, Ma.

Pastikan juga untuk selalu waspada dan menjaga buah hati kita di mana pun berada.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Latest in Kid

See More

Rangkuman Kasus Dugaan Bayi Tertukar di RSHS Bandung, Orangtua Polisikan RS

20 Apr 2026, 19:16 WIBKid