7 Tips Menciptakan Rumah yang Aman bagi Anak Balita

Simak tips A la Novelis Adithya Mulya berikut ini yuk, Ma

13 November 2020

7 Tips Menciptakan Rumah Aman bagi Anak Balita
Unsplash/Paige Cody

Sebagai orangtua, tentunya kita menginginkan anak merasa aman dan nyaman selama di rumah. Kenyataannya, masih banyak permasalahan yang dihadapi oleh Mama dan Papa lantaran kemanan dalam rumah yang kurang.

Keamanan dalam artian di sini ialah, banyak barang yang kurang aman untuk anak-anak. Terlebih jika anak Mama dan Papa sudah memasuki usia balita dan lebih banyak bergerak.

Selain itu, biasanya banyak hal yang dibangun di dalam rumah untuk ukuran orang dewasa tanpa mempertimbangkan apakah raman anak atau tidak, tentu saja hal ini membuat kegiatan anak menjadi lebih terbatas.

Dengan menyediakan peralatan yang ramah anak di dalam rumah, tak hanya memberikan keamanan dan keselamatan, Mama juga bisa melatih kemandirian anak sejak usia dini.

Nah, berikut ini Popmama.com telah merangkum tips menciptakan rumah ramah anak yang telah dibagikan oleh Novelis Adithya Mulya. Dicatat dan disimak baik-baik ya, Ma.

1. Menggunakan safety gate

1. Menggunakan safety gate
Babygatesexpert.com

Memiliki rumah tingkat memang menjadi pilihan agar rumah terlihat lebih banyak ruang di dalamnya, namun ini juga bisa menjadi ketakutan tersendiri bagi orangtua yang memiliki anak usia balita.

Terlebih bagi anak yang baru mulai belajar berjalan, adanya tangga di dalam rumah tentu membuat orangtua merasa takut membahayakan si Kecil. Untuk itu tips pertama yang bisa Mama dan Papa siapkan adalah safety gate.

Ini menjadi solusi simple namun efektif untuk mengurangi kecelakaan di dalam rumah. Mama bisa menyediakan safety gate dibagian tangga bawah dan tangga atas. Gunanya ketika si Kecil di atas, ia tak akan berjalan sendiri untuk turun ke bawah, serta sebaliknya.

Mama juga bisa memasang safety gate pada bagian depan pintu masuk, gunanya saat pintu sedang terbuka anak akan tetap aman karena safety gate yang sudah terpasang. 

2. Usahakan tak ada bath up dalam kamar mandi

2. Usahakan tak ada bath up dalam kamar mandi
Pinterest.com/sejasacom

Meski terlihat lebih nyaman ketika mandi dan berendam di dalam bath up, namun sebenarnya bath up sendiri membuat rumah lebih boros air dan boros tempat, Ma. 

Tak hanya itu, ternyata bath up juga sedikit berbahaya bagi anak-anak. Adithya menyebutkan, kematian anak di luar negeri kebanyakan terjadi akibat tenggelam di dalam bath up. Alih-alih memandikan anak di dalam bath up, Mama bisa menggunakan bath stand untuk si Kecil yang masih harus dimandikan di dalam bak mandi.

Adanya bath stand sendiri juga membuat Mama atau Papa yang memandikan anak terasa lebih ringan dan tak perlu membungkuk karena posisi bak yang sudah terpasang pada bath stand itu sendiri.

Editors' Picks

3. Melapisi lantai kamar mandi dengan karpet karet

3. Melapisi lantai kamar mandi karpet karet
Arafuru.com

Si Kecil mulai mandiri menggunakan kamar mandi? Mama dan Papa perlu lebih waspada nih! Sebab jika tak diperhatikan, anak bisa saja berlari ke kamar mandi tanpa sepengetahuan Mama dan Papa. Tentu saja ini akan membahayakan anak jika lantai kamar mandi di rumah sifatnya licin.

Untuk itu, tips selanjutnya adalah dengan melapisi lantai kamar mandi menggunakan karpet karet yang biasa digunakan untuk lantai kamar mandi. Ini menjadi solusi tepat bagi setiap orang, karena tak hanya melindungi anak, tetapi juga seluruh anggota keluarga.

Kamar mandi juga menjadi tempat rawan kecelakaan dalam rumah yang banyak terjadi pada anak-anak. Jadi agar ia lebih aman ketika menggunakan kamar mandi sendiri, pastikan lantainya tak licin ya, Ma.

4. Menyediakan kursi kecil

4. Menyediakan kursi kecil
Harveynorman.com.au

Ada banyak hal yang dibangun di dalam rumah diperuntukan bagi orang dewasa, sehingga anak mau tak mau ikut menggunakan apa saja yang ada di dalamnya meski bukan untuk anak usianya.

Solusi mudah sekaligus bisa mengajarkan anak mandiri adalah dengan menyediakan kursi kecil yang sesuai dengan usia anak balita. Tak hanya untuk ia duduki, kursi kecil yang tersedia ini bisa ia gunakan untuk membuka knop pintu atau menyalakan dan mematikan saklar lampu yang cukup tinggi.

Ini bisa melatih anak untuk masuk keluar sendiri serta mematikan dan menyalakan lampu tanpa terus dibantu. Jadi selain ramah anak, solusi ini juga bisa melatih anak belajar mandiri sejak usia dini, Ma.

5. Sediakan potty seat

5. Sediakan potty seat
Ebay.com

Saat usia batita, anak mungkin masih terbiasa menggunakan diapers atau popok setiap harinya. Memasuki usia satu tahun ke atas, Mama bisa melatih anak untuk menggunakan toilet sendiri dan terbiasa bebas dari diapers.

Tips yang bisa Mama lakukan adalah dengan menyediakan potty seat yang terpasang di toilet rumah. Mama bisa membeli potty seat yang beragam bentuk dan warna guna menarik perhatian anak agar mau terbiasa buang air ke toilet tanpa menggunakan diapers.

Tips sebelumnya juga berkaitan dengan tips ini, Ma. Jika sudah menyediakan potty seat, Mama juga perlu menyediakan kursi kecil yang berguna untuk anak naik ke atas potty seat tanpa bantuan. 

Tentunya ini menjadi solusi yang efektif bagi si Kecil yang baru memulai potty training. Dicoba yuk, Ma!

6. Tambahkan toilet washer lid

6. Tambahkan toilet washer lid
Gazettenet.com

Tips sebelumnya juga berkaitan dengan tips berikut ini, Ma. Ketika anak sudah mulai terbiasa dengan buang air di toilet menggunakan potty seat, Mama juga perlu menambahkan toilet washer lid sebagai penunjang kemandiriannya.

Biasanya setelah buang air, anak masih harus dibersihkan sisa-sisa buang air kecil atau besarnya oleh Mama atau Papa. Agar melatih anak lebih mandiri, gunakan toilet washer lid yang mudah digunakan untuk anak membersihkan tanpa bantuan orang lain.

Hal ini tentu membuat pekerjaan Mama dan Papa menjadi lebih ringan ketika anak sudah bisa melakukan kegiatan buang air tanpa bantuan. Namun untuk awal pemakaian, pastikan selalu diawasi dan diajarkan secara benar penggunaannya ya, Ma.

7. Sediakan peralatan makan anak

7. Sediakan peralatan makan anak
Shopee.co.id

Tips terakhir adalah dengan menyediakan peralatan makan anak terpisah. Kebanyakan orangtua mungkin berpikir menggunakan peralatan makan orang dewasa dan anak sama saja. Padahal nyatanya tak demikian, Ma.

Ini juga menjadi solusi untuk mengajarkan kemandirian anak sejak dini. Jika Mama ingin anak belajar makan sendiri, jangan gunakan peralatan makan yang sama dengan yang orang dewasa gunakan.

Untuk itu perlu adanya peralatan makan ramah anak yang sesuai dengan usianya. Gunanya agar lebih aman digunakan oleh anak dan tentunya lebih menarik perhatiannya untuk lahap mengonsumsi makanan yang Mama sediakan.

Mama juga bisa menyimpan peralatan makannya di tempat yang mudah ia jangkau. Sehingga saat anak akan menggunakannya, ia bisa mengambil peralatan makan sendiri agar memudahkan pekerjaan Mama.

Nah, itu tadi tips mudah dan efektif dalam menciptakan rumah yang aman dan ramah bagi anak balita. Semoga bermanfaat dan bisa diterapkan di rumah ya, Ma!

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.