hanco

Si Kecil Terlalu Gemuk? Hati-Hati dengan Obesitas pada Anak!

Sebelum terlambat, Mama bisa membantu si Kecil keluar dari masalah kesehatan ini

12 November 2019

Si Kecil Terlalu Gemuk Hati-Hati Obesitas Anak
Keywordsuggest.org

Saat melihat balita mulai gemuk, sebagian Mama menganggap anak yang berisi adalah anak yang sehat.

Tapi jika terlalu berlebihan, Mama perlu waspada, jangan-jangan si Kecil terkena obesitas.

Ditambah pola makan yang buruk, porsi makan yang sangat besar, kurang aktivitas fisik, tidur yang berlebihan, dan orangtua yang kurang informasi akan takar gizi anak sehingga menyebabkan anak-anak mengalami kelebihan berat badan yang tak normal atau obesitas.

Yuk, Ma atasi obesitas pada anak sejak dini.

Balita bisa Terkena Obesitas

Balita bisa Terkena Obesitas
theconversation.com

Dilansir dari cnn.com, Institute of Medicine merilis laporan pertamanya yang berfokus pada kebijakan pencegahan obesitas untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun.

Hampir 10 persen bayi dan balita mengalami kelebihan berat badan dalam jangka panjang hidup mereka.

Pertumbuhan mereka diukur dengan menggunakan grafik yang membandingkannya dengan anak sebaya.

Tercatat, satu dari lima anak (usia 2 sampai 5) kelebihan berat badan atau obesitas sebelum memasuki taman kanak-kanak. 

Editors' Picks

Penyebab Obesitas pada Anak

Penyebab Obesitas Anak
theconversation.com

Dari kasus tersebut, peneliti menemukan ternyata kelebihan berat badan bukan disebabkan dari porsi makan yang besar tapi dari minuman dengan kalori tinggi yang sering diberikan oleh orangtua pada anak-anaknya seperti minuman energi, fruit punch, susu kental manis, dan jus buah kemasan.

Banyak orangtua yang tidak tahu kalau jus buah kemasan mengandung banyak gula yang bisa meningkatkan berat badan anak bahkan sampai terkena obesitas.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa balita yang obesitas telah menunjukkan kelainan metabolik pada insulin, enzim hati, dan kolesterol, biasanya masalah ini terditeksi pada orang dewasa.

Dilansir dari verywell.com, The Center for Disease Control menemukan beberapa penyebab lain yang membuat balita bisa obesitas, yaitu:

  • PengaruhGenetika: Anak-anak dari orangtua yang juga obesitas atau kelebihan berat badan memiliki risiko obesitas yang lebih besar.
  • Kelebihankalori: Banyak orangtua yang senang mengajak anaknya untuk menikmati makanan cepat saji dan makanan yang mengandung kalori tinggi, sehingga mereka tidak peduli dengan kandungan nutrisi.
  • Jarangmelakukanaktivitasfisik: Banyak ahli berbicara penyebab utama anak bisa terkena obesitas adalah anak-anak jarang melakukan kegiatan yang banyak melakukan kegiatan fisik. Orangtua merasa anak-anak jika di depan komputer, bermain video, dan menonton televisi berjam-jam di rumah lebih baik dibandingkan mengajak mereka melakukan kegiatan fisik di luar.

Mencegah Obesitas pada Anak

Mencegah Obesitas Anak
mnn.com

Ketika mendapati anak mulai menunjukkan tanda-tanda kelebihan berat badan, Mama dapat melakukan pencegahan agar si Kecil tidak mengalami obesitas sejak dini. Yuk, ikuti tips berikut ini:

1. Jangan paksa anak makan banyak

Apakah Mama akan marah saat si Kecil nggak menyelesaikan makanannya?

Mulai sekarang, jangan marah lagi ya, kalau si Kecil nggak menghabiskan makanan atau susunya.

Mama harus menghormati nafsu makan si Kecil. Jangan paksakan jika ia sudah tidak sanggup menghabiskan makan atau susunya ya.

Porsi makan dan susu yang terlalu banyak akan membuat berat badannya terus naik.

Agar tidak mubazir, Mama justru dapat menakar porsi makan dan susunya sesuai dengan kemampuannya.

Misalnya, jika terbiasa makan sebanyak empat sendok, Mama dapat memeberikan porsi empat sendok.

Sama dengan susu, berikan susu jika memang Si Kecil benar-benar menginginkan untuk dibuatkan susu ya.

2. Berikan anak makanan sehat dan seimbang

Ini penting, untuk mencegah obesitas dini, Mama dapat memberikan makanan sehat, seperti buah dan sayuran.

Mama harus mengurangi makanan yang mengandung lemak jahat seperti fast food. Agar nggak bosan, Mama dapat membuat kreasi sayuran yang diimbangi dengan ikan atau membuat jus buah sendiri tanpa gula. 

Disarankan, Mama jangan sering memberikan si Kecil Mi instan atau camilan dengan kadar MSG berlebih sejak dini.

Terlalu banyak mengonsumsi makanan dengan MSG dapat menimbulkan obesitas lho, Ma!

3. Hindari makanan dengan pemanis buatan

Mama sebaiknya jangan membiasakan anak untuk mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan pemanis buatan; seperti jus buah kemasan, es krim, susu kental manis, minuman beralori, minuman soda, dan lainnya. Bahaya banget buat kesehatan si Kecil.

4. Ganti susu formula dengan susu skim

Terutama untuk anak di atas dua tahun yang rentan terkena diabetes, ganti susu si Kecil dengan susu skim dengan kandungan lemak kurang lebih 1%. Susu skim mengandung semua kandungan yang dimiliki susu pada umumnya kecuali lemak dan vitamin yang larut dalam lemak.

Susu skim dapat bermanfaat sebagai bahan dasar susu atau keju tanpa lemak sehingga dapat berguna untuk menurunkan kadar kolestrol dalam tubuh.  

5. Lakukan aktivitas fisik

Daripada bermalas-malas di rumah, Mama dapat melakukan banyak aktivitas fisik seperti berjalan, berenang, dan bermain outdoor games.

Dianjurkan untuk melakukan aktivitas fisik setidaknya, tiga hari seminggu yang mencakup aktivitas yang dapat memperkuat otot dan tulang. Malas untuk keluar rumah? 

Mama bisa mengajak si Kecil olahraga di dalam rumah seperti yoga atau mix dance. Seru benget!

6. Batasi menonton televisi

Orangtua juga sebaiknya mengurangi jumlah waktu menonton televisi pada anak apalagi saat menonton televisi ia disuguhi banyak camilan. Duh gawat, bisa obesitas nih.

7. Jadilah role model

Menerapkan hidup sehat bukan hanya pada anak, kita sebagai orangtua juga dianjurkan untuk menerapkan hidup sehat. Memperbaiki pola makan, banyak berolahraga, dan sering mengonsumsi makanan sehat.

Paling penting, tidak memberlakukan setiap weekend ‘jajan diluar’, menikmati fast food.

Jika kita sudaj melakukan gaya hidup sehat, si Kecil akan menjadikan role model baginya sedari dini.

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!