Perkembangan Fisik Anak Usia 2 Tahun: Keseimbangan dan Toilet Training

Saatnya mempersiapkan sepeda roda tiga nih, Ma!

14 September 2019

Perkembangan Fisik Anak Usia 2 Tahun Keseimbangan Toilet Training
Freepik/prostooleh

Rasanya waktu begitu cepat berjalan ya, Ma. Sepertinya baru saja sang Buah Hati kesayangan lahir dari rahim Mama dan begitu mungil serta ringkih. Sekarang, ia sudah meniup lilin ulangtahun ke-2 dan itu artinya semakin banyak hal-hal baru yang akan dilaluinya di fase ini. Terutama perkembangan fisik.

Tahun ini merupakan tahun yang begitu menakjubkan. Batita Mama sekaranag bisa berlari, menghindari rintangan, duduk dan berdiri dengan cepat, dan bisa berjalan mundur atau ke samping. 

Koordinasi tubuhnya semakin baik. Selama kakinya mampu menjangkau pedal, itu artinya anak telah siap mengayuh sepeda roda tiga atau balancing bike pertamanya. Ia pun kini mampu melemparkan benda ke dalam keranjang terbuka dengan mulut yang besar. 

Melompat dan menyeimbangkan tubuh dengan satu kaki mungkin masih menjadi tantangan besar bagi anak Mama.

Tetapi Mama bisa mengasah kemampuan ini dengan berbagai permainan melompat, seperti Hopscotch alias main jingkat atau pincang-pincangan. Gambarlah beberapa kotak besar di lantai atau tanah, dengan susunan yang beragam (bisa linier atau pun tidak) dan jadikan area ini untuk melompat-lompat dengan satu kaki. 

Tak masalah, Ma, jika di awal usia 2 tahun ini anak Mama masih belum bisa menguasai kemampuan menyeimbangkan tubuh ini. Seiring pertambahan usianya, ia akan bisa melakukannya dengan baik kok.

Editors' Picks

Mulai Belajar Toilet Training

Mulai Belajar Toilet Training
inhabitat.com

Secara fisik, anak usia 2 tahun umumnya sudah siap belajar toilet training. Mama bisa melihat kesiapannya dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini:

  • Bisakah anak menarik naik-turun celananya sendiri?
  • Apakah ia bisa menahan buang air kecil selama tiga atau empat jam?
  • Apakah ia meninggalkan keasyikannya bermain untuk buang air kecil?
  • Apakah ia pergi ke sudut ruangan, membalikkan badan atau bersembunyi di ruangan lain saat buang air kecil atau buang air besar di popoknya?
  • Apakah ia sudah bisa mengatakan ke orang dewasa di sekitarnya jika popoknya sudah penuh?
  • Apakah ia sudah bisa mengikuti instruksi sederhana?
  • Apakah ia punya kata-kata khusus yang merujuk pada 'pipis' atau 'pup'?

Jika sebagian besar pertanyaan terjawab dengan 'ya', itu artinya Mama harus segera menyiapkan potty seat di toilet. Biasakan anak duduk di atasnya, satu-dua kali sehari saat ia ingin menunaikan hajat buang air. Jika ia hanya mau duduk di atasnya dengan masih menggunakan popok, tak masalah kok, Ma. Tujuan pada tahapan ini adalah menciptakan kebiasaan baru dan membantu anak merasa nyaman duduk di potty seatnya. 

Koordinasi Tangan yang Semakin Baik

Koordinasi Tangan Semakin Baik
Freepik

Kemampuan tangan anak usia 2 tahun semakin berkembang dengan baik, baik itu dari sisi ketepatan atau pun kekuatan. Ia bisa membuka-tutup halaman buku dengan benar, memutar tutup toples, memutar kenop-kenop mainan dan sebagainya. 

Karena ia kini bisa memutar tutup toples dan wadah-wadah lain, perlu diingat untuk selalu menjaga obat-obatan jauh dari jangkauannya karena bisa saja anak Mama penasaran, membuka wadahnya dan meminumnya. Dampaknya bisa fatal.

Milestone Perkembangan Fisik Anak Usia 2 Tahun

Milestone Perkembangan Fisik Anak Usia 2 Tahun
Pexels/Pixabay

Perkembangan setiap anak berbeda-beda. Tetapi menurut American Academy of Pediatrics, berikut ini milestone perkembangan fisik anak yang umumnya dicapai di usia 2 tahun:

  • Berjalan sendiri tanpa dituntut
  • Mengambil mainannya sendiri
  • Membawa mainan besar sambil berjalan
  • Berdiri di ujung kakinya
  • Menendang bola
  • Memanjat naik perabotan rumah
  • Naik-turun tangga dengan berpegangan pada dinding atau pegangan tangga
  • Membalik kontainer mainan
  • Membangun menara dari mainan balok

Jika hingga usia 2 tahun anak Mama masih belum bisa melakukan sebagian besar dari kegiatan di atas, sebaiknya segera konsultasikan perkembangannya pada dokter anak.

Baca Juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.