Pertolongan Pertama Keracunan Makanan pada Anak Balita

Tetap tenang agar tidak memperburuk situasi ya, Ma

9 September 2020

Pertolongan Pertama Keracunan Makanan Anak Balita
steemitimages.com

Tahukah Mama? Risiko keracunan makanan lebih tinggi pada anak balita karena sistem pencernaan dan kekebalan tubuh mereka belum berfungsi maksimal.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkannya, seperti makanan mentah, makanan yang tidak diolah dengan baik, ataupun makanan yang tidak terjaga kebersihannya.

Umumnya, keracunan terjadi karena di dalam makanan tersebut terdapat bakteri E. Coli, Salmonella, atau Listeria.

Gejala keracunan makanan sendiri meliputi diare, dehidrasi, demam, muntah, hingga keberadaan darah pada feses anak.

Namun, tetap tenang ketika mendapati gejala-gejala tersebut pada anak ya, Ma. Kepanikan hanya akan memperburuk situasi.

Berikut Popmama.com telah merangkum pertolongan pertama jika anak keracunan makanan yang bisa Mama berikan.

1. Berikan banyak air putih

1. Berikan banyak air putih
choc.org

Seperti yang telah disebutkan, gejala keracunan makanan meliputi diare dan muntah-muntah. Nah, kedua hal ini bisa memicu dehidrasi dan memperburuk kondisi anak lho, Ma.

Oleh karena itu, berikan banyak air putih ketika anak keracunan makanan ya, Ma. Agar anak nyaman, berikan air putih dalam jumlah yang sedikit namun sering.

Mama juga bisa memanfaatkan minuman elektrolit atau oralit untuk mencegah dehidrasi.

Editors' Picks

2. Berikan makanan dengan porsi kecil

2. Berikan makanan porsi kecil
meredithcorp.io

Diare dan muntah-muntah akan membuat perut anak kosong. Padahal, anak membutuhkan makanan untuk mengembalikan tenaga yang hilang. Untuk itu, dorong anak supaya tetap makan meski hanya porsi kecil ya, Ma.

Namun, jangan memberikan sembarang makanan.

Mama perlu menghindari makanan yang akan memperberat kerja lambung, seperti makanan pedas, makanan berlemak, makanan asam, dan minuman bersoda.

3. Hindari obat diare yang dijual bebas

3. Hindari obat diare dijual bebas
Freepik/Poringdown

Saat anak mengalami diare, adalah insting orangtua untuk memberinya obat diare.

Namun sebaiknya Mama menghindari obat diare yang dijual bebas saat anak keracunan makanan.

Pasalnya, obat tersebut berisiko membuat keracunan semakin parah dan lebih lama sembuh.

4. Perhatikan warna muntah dan feses anak

4. Perhatikan warna muntah feses anak
mumsgrapevine.com.au

Warna muntah dan feses dapat menjadi indikator tingkat keparahan keracunan yang dialami anak.

Untuk itu, perhatikan warna dan juga frekuensi anak muntah dan buang air besar ya, Ma.

Segera bawa anak ke dokter jika Mama melihat warna hijau di muntahan. Begitu pula jika Mama melihat adanya darah, nanah, atau lendir pada feses anak.

5. Segera bawa ke dokter jika gejala tidak membaik

5. Segera bawa ke dokter jika gejala tidak membaik
thehealthy.com

Pantaulah kondisi anak ketika ia keracunan makanan. Jika setelah 12 jam kondisi anak tidak juga membaik, sebaiknya Mama segera membawa anak ke dokter.

Dokter akan mencari tahu penyebab anak keracunan makanan melalui sampel darah, feses, ataupun urin. Setelah itu, umumnya dokter akan meresepkan antibiotik untuk melawan bakteri yang menyebabkan keracunan.

Itulah pertolongan pertama yang perlu Mama berikan ketika anak keracunan makanan.

Nah, agar anak terhindar dari keracunan, sebaiknya Mama memperhatikan kebersihan dan cara pengolahan makanan dengan teliti.

Mama juga perlu membiasakan anak cuci tangan sebelum makan ya. 

Itulah pertolongan pertama jika anak keracunan makanan. Segera tangani dengan cepat dan tepat ya, Ma.

Baca juga: 

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.