Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Cara agar Balita Tidak Takut Vaksin

7 Cara agar Balita Tidak Takut Vaksin
Pexels/CDC
Intinya Sih
  • Peran orangtua sangat berpengaruh terhadap reaksi anak saat menghadapi proses suntik vaksinasi.

  • Pentingnya menciptakan suasana positif, mulai dari memperkenalkan dokter sebagai sosok yang membantu hingga memberikan kenyamanan setelah vaksin selesai.

  • Direkomendasikan untuk membawa benda favorit, memilih waktu tepat, menjaga ketenangan orangtua, serta memberi apresiasi agar anak lebih berani divaksin.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Momen vaksinasi sering kali jadi tantangan tersendiri, baik untuk anak maupun orangtua. Tidak sedikit balita yang langsung merasa takut bahkan menangis sebelum disuntik, hanya karena membayangkan rasa sakitnya.

Padahal, cara orangtua memperkenalkan pengalaman ke dokter bisa sangat memengaruhi respon anak, lho, Ma. Jika dilakukan dengan pendekatan yang tepat, proses vaksinasi bisa terasa lebih tenang dan tidak menakutkan bagi si Kecil.

Dilansir dari akun Instagram @citra_amelinda, sebagai seorang dokter anak ia membagikan beberapa cara yang bisa Mama lakukan agar balita lebih berani saat vaksin.

Berikut Popmama.com rangkum 7 cara yang bisa mama lakukan 

1. Ciptakan suasana nyaman setelah vaksin selesai

Mama menggendong anaknya
Pexels/LosMuertosCrew

Setelah proses vaksinasi selesai, pastikan Mama langsung memberikan kenyamanan pada anak. Peluk si Kecil, tenangkan, dan yakinkan bahwa semuanya sudah selesai.

Selain itu, jangan lupa memberikan apresiasi atas keberaniannya. Kalimat sederhana seperti “Kamu hebat banget hari ini” bisa membuat anak merasa bangga dan lebih percaya diri ke depannya.

2. Ajak anak melihat ke dokter sebagai pengalaman yang positif

mama dan anaknya saat berkonsultasi dengan dokter
Pexels/LosMuertosCrew

Sebelum hari vaksin tiba, penting untuk membangun persepsi positif tentang dokter. Hindari menakut-nakuti anak dengan kalimat seperti “nanti disuntik kalau nakal”.

Sebaliknya, Mama bisa menjelaskan bahwa dokter adalah orang yang membantu kita tetap sehat. Dengan begitu, anak tidak mengasosiasikan dokter sebagai sesuatu yang menakutkan.

3. Bawa benda favorit sebagai distraksi

seorang anak perempuan memeluk bonekanya
Pexels/LosMuertosCrew

Saat berada di ruang tunggu atau sebelum disuntik, Mama bisa membawa barang kesukaan anak. Misalnya boneka, buku, atau mainan kecil yang bisa mengalihkan perhatian.

Distraksi ini cukup efektif untuk mengurangi rasa cemas. Anak jadi lebih fokus pada hal yang menyenangkan dibandingkan memikirkan suntikan.

4. Pilih waktu vaksin yang sesuai dengan kondisi anak

seorang anak perempuan ditemani mamanya ke dokter
Pexels/LosMuertosCrew

Menentukan waktu vaksin juga penting, Ma. Usahakan memilih waktu ketika anak dalam kondisi paling nyaman, seperti pagi hari saat masih segar.

Alternatif lainnya adalah sore hari, sehingga setelah vaksin anak bisa langsung beristirahat. Hal ini membantu anak lebih cepat melupakan rasa tidak nyaman setelah disuntik.

5. Gunakan pakaian yang praktis dan nyaman

Mama menemani anak perempuannya diperiksa dokter
Pexels/paveldanilyuk

Pakaian yang dikenakan anak juga berpengaruh pada kenyamanan saat vaksin. Hindari pakaian berlapis yang sulit dilepas.

Pilih baju dengan lengan yang mudah digulung atau celana yang praktis, terutama jika vaksin dilakukan di area paha. Dengan begitu, prosesnya bisa lebih cepat dan tidak membuat anak semakin gelisah.

6. Orangtua perlu tetap tenang dan percaya diri

mama menemani sang anak saat diperiksa dokter
Pexels/paveldanilyuk

Anak sangat peka terhadap emosi orangtua. Jika Mama terlihat cemas atau tegang, anak bisa ikut merasa takut.

Cobalah untuk tetap tenang dan berikan penjelasan sederhana tentang sensasi vaksin. Misalnya, “Rasanya sebentar saja, seperti digigit semut.” Hal ini membantu anak lebih siap secara mental.

7. Berikan reward kecil setelah vaksin

seorang anak perempuan sedang diperiksa dokter
Pexels/paveldanilyuk

Setelah vaksin, Mama bisa memberikan hadiah sederhana sebagai bentuk apresiasi. Misalnya camilan manis atau aktivitas favorit anak.

Selain membantu mengalihkan perhatian dari rasa tidak nyaman, reward juga bisa menjadi pengalaman positif yang diingat anak untuk vaksin berikutnya.

Menghadapi vaksinasi memang tidak selalu mudah, tetapi dengan pendekatan yang tepat, anak bisa belajar untuk lebih berani. Perlahan, pengalaman ini justru bisa menjadi momen belajar bagi si Kecil untuk mengenal tubuhnya dan pentingnya menjaga kesehatan.

Dengan dukungan Mama yang tenang dan penuh empati, anak pun akan merasa lebih aman menjalani setiap prosesnya 

Share
Topics
Editorial Team
Novy Agrina
EditorNovy Agrina
Follow Us

Related Articles

See More