Anak: "Mama, kenapa pelangi bisa muncul?"
Mama: "Mama belum tahu penjelasan lengkapnya, nih. Yuk, kita cari tahu bersama supaya kita sama-sama belajar."
12 Cara Merespons Anak saat Orangtua Tidak Tahu Jawabannya

Menekankan pentingnya kejujuran orangtua saat tidak tahu jawaban, serta menjadikan momen tersebut sebagai kesempatan belajar bersama anak.
Ditekankan agar orangtua menghargai rasa ingin tahu anak dengan cara mengapresiasi pertanyaan, melibatkan mereka mencari informasi, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Tujuan utama dari berbagai cara ini adalah menumbuhkan pola pikir bertumbuh pada anak sekaligus mempererat hubungan emosional antara orangtua dan anak melalui proses belajar bersama.
Setiap hari, anak bisa melontarkan berbagai pertanyaan yang tak terduga. Tak jarang, pertanyaan yang diajukan begitu kritis, hingga sebagia orangtua tidak mengetahui sepenuhnya jawaban tersebut.
Meski begitu, tidak mengetahui jawaban bukan berarti orangtua telah gagal. Justru, momen ini bisa menjadi kesempatan berharga untuk mengajarkan anak bahwa belajar adalah proses yang berlangsung seumur hidup.
Daripada memberikan jawaban asal-asalan, ada banyak cara yang bisa dilakukan agar rasa penasaran anak tetap terjaga sekaligus membangun komunikasi yang hangat.
Berikut Popmama.com telah merangkum 12 cara merespons anak saat orangtua tidak tahu jawabannya yang bisa Mama dan Papa terapkan di rumah.
Table of Content
1. Jujur mengakui belum tahu jawabannya dan mencari tahu bersama

Tidak ada salahnya mengakui bahwa orangtua tidak mengetahui semua hal. Justru, kejujuran akan membuat anak belajar bahwa tidak apa-apa jika seseorang belum memiliki semua jawaban.
Saat orangtua mengaku belum tahu, anak akan melihat bahwa mencari ilmu adalah proses yang normal. Daripada memberikan informasi yang keliru, lebih baik bersikap terbuka dan mengajak anak mencari jawabannya bersama.
2. Berterima kasih karena anak sudah bertanya

Mengapresiasi pertanyaan anak dapat membuatnya merasa dihargai. Hal ini juga mendorong anak untuk tetap berani bertanya di kemudian hari tanpa takut dianggap merepotkan.
Ucapan sederhana seperti "Terima kasih sudah bertanya," bisa membuat anak memahami bahwa rasa ingin tahu merupakan sesuatu yang positif.
Anak: "Papa, kenapa ikan bisa bernapas di air?"
Papa: "Wah, pertanyaannya bagus sekali. Terima kasih sudah bertanya. Yuk, kita cari jawabannya."
3. Ajak anak mencari jawaban bersama

Daripada langsung mencari sendiri, libatkan anak dalam proses menemukan informasi. Orangtua bisa membuka buku, ensiklopedia anak, atau mencari informasi dari sumber yang terpercaya.
Cara ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus mengajarkan bahwa informasi sebaiknya diperoleh dari sumber yang dapat dipercaya.
Anak: "Kenapa bulan kadang terlihat bulat?"
Mama: "Yuk, kita buka buku sains atau cari di internet bersama supaya tahu jawabannya."
4. Tanyakan kembali apa yang membuat anak penasaran

Kadang pertanyaan anak memiliki maksud yang lebih dalam daripada yang terdengar. Dengan bertanya balik, orangtua bisa memahami apa yang sebenarnya ingin diketahui anak.
Selain itu, pertanyaan lanjutan juga membantu anak belajar menjelaskan isi pikirannya dengan lebih jelas.
Anak: "Kenapa bisa ada hujan?"
Mama: "Menurutmu, apa yang membuat kamu penasaran tentang hal itu?"
5. Jadikan momen belajar bersama

Pertanyaan anak bisa menjadi kesempatan berkualitas untuk belajar bersama. Aktivitas sederhana seperti membaca buku atau menonton video edukasi dapat menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Selain memperoleh jawaban, anak juga merasakan bahwa belajar bisa dilakukan bersama keluarga.
Anak: "Bagaimana pesawat bisa terbang?"
Mama: "Yuk, malam ini kita lihat video tentang pesawat bersama."
6. Tunjukkan bahwa orang dewasa juga terus belajar

Anak sering menganggap orang dewasa mengetahui segalanya. Dengan menunjukkan bahwa orangtua juga masih belajar, anak akan memahami bahwa belajar tidak mengenal usia.
Hal ini membantu membentuk pola pikir bertumbuh atau growth mindset pada anak.
Anak: "Mama kok nggak tahu jawabannya?"
Mama: "Karena semua orang masih terus belajar, termasuk Mama."
7. Gunakan bahasa yang mudah dipahami

Saat sudah menemukan jawabannya, jelaskan menggunakan bahasa yang sesuai dengan usia anak. Hindari istilah yang terlalu rumit agar anak lebih mudah memahami.
Penjelasan sederhana juga membuat anak lebih nyaman untuk bertanya lagi di lain waktu.
Anak: "Kenapa hujan turun?"
Papa: "Karena awan sudah penuh dengan air, lalu airnya jatuh ke bumi sebagai hujan."
8. Validasi rasa ingin tahu anak

Beritahu anak bahwa rasa penasarannya adalah hal yang baik. Dengan begitu, anak akan merasa aman untuk terus mengeksplorasi berbagai hal. Validasi sederhana juga membantu membangun kepercayaan diri anak saat mengemukakan pendapat.
Anak: "Aku penasaran terus."
Mama: "Itu bagus, lho. Orang yang suka bertanya biasanya suka belajar."
9. Beri waktu jika membutuhkan jawaban yang lebih lengkap

Tidak semua pertanyaan harus dijawab saat itu juga. Orangtua boleh meminta waktu untuk mencari informasi yang lebih akurat. Yang terpenting, jangan lupa kembali kepada anak dengan jawaban yang sudah ditemukan.
Anak: "Kenapa laut asin?"
Papa: "Papa cari tahu dulu, ya. Nanti malam kita bahas bersama."
10. Ajak anak melakukan percobaan sederhana

Beberapa pertanyaan bisa dijawab melalui eksperimen sederhana di rumah. Cara ini membuat anak lebih mudah memahami konsep karena melihatnya secara langsung. Belajar melalui praktik juga lebih menyenangkan dibanding hanya mendengarkan penjelasan.
Anak: "Kenapa benda bisa tenggelam?"
Papa: "Yuk, kita coba masukkan beberapa benda ke dalam baskom berisi air."
11. Jangan membuat anak merasa pertanyaannya merepotkan

Respons seperti "Jangan banyak tanya," dapat membuat anak enggan bertanya lagi ke depannya. Sebaliknya, tunjukkan bahwa pertanyaannya layak didengarkan. Anak yang merasa didengarkan cenderung lebih terbuka kepada orangtuanya.
Anak: "Aku nanya lagi boleh?"
Mama: "Tentu boleh. Mama senang kamu ingin tahu banyak hal."
12. Hubungkan jawaban dengan kehidupan sehari-hari

Anak lebih mudah memahami sesuatu jika dikaitkan dengan pengalaman yang dekat dengannya. Dengan memberikan contoh sehari-hari, maka dapat membantu konsep yang abstrak menjadi lebih mudah dipahami.
Anak: "Kenapa tanaman butuh matahari?"
Papa: "Sama seperti kita butuh makan supaya kuat, tanaman juga butuh sinar matahari untuk tumbuh."
Itu dia beberapa cara merespons anak saat orangtua tidak tahu jawabannya. Dengan begitu, setiap pertanyaan bisa menjadi kesempatan untuk belajar bersama sekaligus mempererat hubungan antara orangtua dan anak, ya.





















