TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

7 Aktivitas untuk Membangun Kemandirian pada Anak Sejak Dini

Kemandirian adalah kebutuhan emosional dasar yang harus dimiliki semua anak

29 Maret 2022

7 Aktivitas Membangun Kemandirian Anak Sejak Dini
Freepik/lookstudio

Sebagai orangtua, Mama tahu bahwa penting untuk mengajari anak balita untuk mandiri dan berdiri di atas kaki sendiri, agar ia dapat menjalani kehidupannya sendiri dan menjadi orang dewasa yang berguna dan bahagia.

Meskipun bisa menjadi perasaan yang menyenangkan ketika si Kecil memanggil dan meminta Mama melakukan sesuatu untuknya, penting untuk menemukan keseimbangan antara merawat dan membiarkan balita untuk menjadi mandiri.

Kemandirian adalah keterampilan yang harus diajarkan kepada anak-anak. Ini adalah salah satu kebutuhan emosional dasar yang harus dimiliki semua anak.

Ada beberapa ide dan kegiatan sehari-hari untuk mendorong kemandirian pada anak balita.

Kali ini Popmama.com telah merangkum 7 aktivitas untuk membangun kemandirian pada anak sejak dini. Yuk simak!

1. Berikan tugas rumah harian

1. Berikan tugas rumah harian
Freepik/karlyukav

Mama memang tidak perlu memberi balita daftar panjang tugas-tugas yang melelahkan. Namun pastikan untuk memberikan beberapa tugas-tugas ringan tertentu setiap hari.

Hal-hal seperti membereskan mainan, membawa piring ke meja, membersihkan piring, dan membantu Mama memindahkan cucian dari keranjang ke mesin cuci, adalah tugas-tugas kecil yang akan mengajarkan tanggung jawab.

Mama juga tidak perlu memberikan imbalan pada tugas sehari-hari, karena ini akan memberikan pesan bahwa tugas rumah dilakukan untuk mendapatkan imbalan, bukan tanggung jawab yang harus dilakukan bersama-sama.

Sebaliknya, pastikan Mama untuk memberikan pujian dan apresiasi terhadap kerja keras anak untuk melakukan tanggung jawabnya.

2. Jadikan anak bertanggung jawab atas kamar tidurnya sendiri

2. Jadikan anak bertanggung jawab atas kamar tidur sendiri
Freepik

Kamar tidur anak harus menjadi wilayahnya dan juga tanggung jawabnya. Pastikan anak diajarkan untuk membereskan mainannya, menaruh kembali buku-buku yang telah dibaca, memasukkan pakaian kotor ke dalam keranjang cucian, dll.

Jika anak berbagi kamar dengan saudara kandungnya, ajari mereka untuk bekerja sama merapikannya, atau membuat bagan dan membagi tugas.

Selain itu, hindari juga untuk "memperbaiki" atau mengulangi hal-hal yang baru saja anak lakukan, seperti menarik selimut tempat tidur lebih lurus (setidaknya tidak di depan anak). Karena ini akan mengirim pesan bahwa apa yang anak lakukan tidak cukup baik.

Ketika melakukan ini, Mama akan melihat perbedaan bagaimana si Kecil akan merapikan meja belajarnya sendiri atau mengemas tasnya nanti!

Editors' Picks

3. Mengikutsertakan anak saat merencanakan menu makanan dan belanja bahan

3. Mengikutsertakan anak saat merencanakan menu makanan belanja bahan
Freepik

Salah satu hal terbaik yang dapat Mama lakukan untuk anak sejak usia dini adalah mengajarinya cara merasa nyaman di dapur, hingga akhirnya ia dapat menyiapkan makanan sederhana.

Membiarkan si Kecil membantu atau mengambil alih perencanaan menu makanan dan camilan keluarga, adalah cara penting untuk mengajarinya agar lebih mandiri.

Berbelanja dan memasak, tak hanya menjadi cara yang bagus untuk mengajari anak-anak kebiasaan makan yang sehat, tetapi juga merupakan kesempatan bagus bagi keluarga untuk menghabiskan waktu bersama.

Anak-anak kecil sering berbagi hal tentang dirinya dan apa yang terjadi dalam hidupnya saat melakukan aktivitas seperti berbelanja, memasak, atau makan bersama.

4. Membantu Mama memasak di dapur

4. Membantu Mama memasak dapur
Freepik

Bukan rahasia umum lagi bila anak-anak suka membantu! Setelah mengajak anak berpartisipasi dalam perencanaan menu makan keluarga dan belanja bahan-bahan, Mama dapat mengajaknya kembali untuk memasak di dapur.

Selain membangun kemandirian, ini adalah alat yang hebat untuk menenangkan amukan atau mengarahkan perilaku dengan memberi mereka rasa kontrol.

Terutama pada saat Mama ingin memasak, minta anak untuk membantu Mama menyiapkan bahan-bahannya, mengaduk adonan, atau memotong sayuran-sayuran yang mudah (tentu dengan alat yang aman dan pengawasan ketat).

Ketika mengizinkan balita untuk membantu, Mama dapat menumbuhkan kepercayaan dirinya dan memberikannya kesempatan untuk mempelajari sesuatu yang baru.

Meskipun ini mungkin melibatkan penambahan satu atau dua langkah ekstra, ini juga merupakan cara yang bagus untuk melibatkan anak dalam rutinitas dan aktivitas sehari-hari

5. Berkebun sederhana di halaman belakang rumah

5. Berkebun sederhana halaman belakang rumah
Freepik/Pvproduction

Hampir setiap balita suka bermain air, sehingga ia pasti akan senang membantu Mama di taman untuk menyiram tanaman!

Mama dapat memberikan anak ember air kecilnya sendiri atau penyiram tanaman dengan warna favorit anak untuk menyirami bunga di halaman belakang. 

Selain menyiam tanaman, jika Mama menanam buah, sayuran, atau rempah di rumah, undang si Kecil untuk membantu Mama memangkas atau memetiknya.

Tugas taman lain yang cocok untuk anak kecil termasuk menanam benih. Anak-anak kecil biasanya menyukai bunga besar berwarna-warni dan sayuran yang tumbuh dengan cepat.

Beberapa tanaman yang relatif mudah tumbuh adalah tomat, kemangi, wortel, zucchini, kacang hijau, stroberi, dan selada.

Tak hanya menanamkan kemandirian, berkebun adalah kegiatan pendidikan dan cara terbaik untuk mengajarkan tanggung jawab.

6. Mengatur jadwal rutinitasnya sendiri

6. Mengatur jadwal rutinitas sendiri
Freepik/fwstudio

Anak yang mandiri akan bergantung pada dirinya sendiri, bukan pada orangtuanya. Sehingga pastikan anak tumbuh dengan membiasakan diri untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan di mana ia harus berada.

Untuk membiasakan hal tersebut, Mama dapat memberikan balita kalender dan biasakan untuk menuliskan tanggal dan janji penting.

Seiring bertambahnya usia, ia perlu melacak hal-hal seperti janji temu dokter, tanggal bermain, pesta ulang tahun teman, permainan atau resital, dan banyak lagi.

7. Menanyakan pendapat anak tentang berbagai topik

7. Menanyakan pendapat anak tentang berbagai topik
Freepik/prostooleh

Tak hanya dalam kegiatan sehari-hari, kemandirian juga perlu diterapkan dalam hal berpikir. Artinya, anak juga memiliki hak untuk memiliki pendapat yang berbeda, dan tak hanya bergantung pada keputusan atau pendapat orang lain.

Untuk membentuk hal tersebut, Mama dapat membiasakan anak untuk membentuk opininya sendiri tentang segala hal, mulai dari berita terkini hingga tanggapannya mengenai tokoh animasi. Mama juga bisa mendorong anak untuk memberi tahu apa yang ia pikirkan tentang sebuah masalah.

Ketika Mama benar-benar mendengarkannya, ini menunjukkan bahwa pendapatnya penting bagi, dan bahwa ide atau pemikirannya juga berharga.

Jika Mama tidak setuju tentang pendapat anak, itu adalah kesempatan besar bagi balita untuk belajar bagaimana menjelaskan argumentasi dan mengungkapkan pendapat dengan hormat, sambil belajar bagaimana melihat aspek positif dari pendapat orang lain.

Nah itulah 7 aktivitas untuk membangun kemandirian pada anak sejak dini. Pastikan untuk memberikan banyak ruang bagi anak untuk melakukan sesuatu sendiri, ini akan menunjukkan bahwa kemandirian adalah hal yang positif.

Selain itu dengan melakukan hal di atas, Mama telah menyiapkan panggung bagi anak untuk bergerak menuju kemandirian dengan kecepatannya sendiri, yang diiringi dengan keyakinan pada kemampuan diri sendiri.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.

Mama CerdAZ

Ikon Mama CerdAZ

Panduan kehamilan mingguan untuk Mama/Ibu, lengkap dengan artikel dan perhitungan perencanaan persalinan

Cari tahu yuk