4 Cedera Besar yang Umum Terjadi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Pahami cara penanganan awalnya untuk mencegah cedera semakin parah

5 April 2021

4 Cedera Besar Umum Terjadi Anak Cara Mengatasinya
Freepik/Blanscape

Setiap Mama mengerti bagaimana perasaan khawatir tentang si Kecil yang mudah terluka sepanjang hari. Jika Mama memiliki balita di rumah, selalu ada potensi cedera yang menunggu ketika anak merangkak, berjalan, berlari, memanjat, atau melompat-lompat.

Meskipun sebagian besar cedera selama masa kanak-kanak kecil dan tidak perlu dibawa ke ruang gawat darurat, ada beberapa yang membutuhkan perawatan medis segera. Cedera besar sangat berbeda dari luka biasa, lecet, dan memar yang sering Mama lihat pada anak-anak.

Cedera besar berisiko menyebabkan masalah perkembangan di masa depan jika tidak ditangani dengan benar. Maka dari itu, penting untuk bersiap dan memberikan bantuan yang diperlukan anak.

Berikut Popmama.com akan membahas beberapa cedera besar yang dapat terjadi selama masa kanak-kanak dan cara terbaik untuk mengatasinya.

1. Patah tulang

1. Patah tulang
Freepik/Ronnachaipark

Bagian terbaik tentang masa kanak-kanak adalah dapat berlari dengan bebas, melompat, dan melakukan banyak hal yang seringkali memicu adrenalinnya, energi yang tiada habisnya semasa kecil seringkali berisiko cedera.

Fraktur pada dasarnya adalah retakan atau patah tulang, dan cukup umum terjadi pada anak-anak, karena tingkat aktivitas si Kecil yang tinggi.

Namun, tulang anak-anak lebih fleksibel dan lebih kuat daripada tulang orang dewasa, sehingga proses penyembuhan menjadi lebih cepat.

Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami patah tulang:

  • Buat anak duduk atau berbaring dengan nyaman. Jangan mencoba terlalu banyak menggerakkan tubuhnya yang cedera.
  • Gunakan kompres dingin untuk menghilangkan rasa sakit sampai Mama bisa mendapatkan bantuan profesional untuk anak.
  • Jika area yang terluka membengkak atau terasa sakit saat disentuh atau digerakkan, kemungkinan besar itu adalah patah tulang.
  • Bawa anak ke rumah sakit sesegera mungkin. Hubungi ambulans jika sulit membawanya dengan kendaraan pribadi.

Editors' Picks

2. Tersedak

2. Tersedak
Freepik/User6624752

Tersedak seringkali terjadi ketika anak semangat melahap makanan untuk segera bermain setelahnya, terganggu saat makan, atau diberi makan makanan yang lebih banyak daripada yang bisa ia makan, anak dapat berisiko tersedak saat makan atau bahkan saat bermain dengan mainan kecil.

Kondisi ini seringkali membuat Mama bingung dan khawatir ketika anak terus batuk seperti kehabisan napas.

Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami tersedak:

  • Pahami seberapa bersih jalan napas anak, jika penyebab tersedak adalah partikel kecil dan anak masih dapat menjawab Mama dengan suara sederhana, pukul punggungnya dengan kuat, di antara tulang belikat untuk menghilangkan penyumbatan. Lakukan ini lima kali.
  • Jika penyumbatan parah atau tidak terlepas dengan pukulan punggung, coba Manuver Heimlich. Buat anak berdiri dan posisikan badan Mama di belakangnya. Lingkarkan lengan Mama di pinggangnya dan kepalkan tangan.
  • Pegang kepalan dengan tangan Mama yang satunya dan dorong ke arah perut dengan gerakan ke dalam dan ke atas. Setelah penyumbatan diatasi, anak akan bisa bernapas.
  • Jika Mama tidak yakin dapat melakukan salah satu teknik di atas, atau tidak dapat mengeluarkan benda tersebut, segera bawa anak ke dokter.

3. Luka bakar

3. Luka bakar
Insider.com

Luka bakar merupakan risiko yang harus dihindarkan, terutama di rumah. Baik itu air, minyak, wajan, dan lain-lain. Anak biasanya tidak mengetahui benda-benda apa saja yang berpotensi panas dan dapat menimbulkan masalah.

Dalam kasus luka bakar, pertolongan pertama yang diberikan seringkali menentukan jalannya penyembuhan.

Apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami luka bakar:

  • Pegang area dengan luka bakar di bawah air mengalir untuk menenangkan kulit, menghilangkan panas, dan juga meredakan pembengkakan.
  • Untuk luka bakar ringan, bergantian menenangkan kulit dengan air mengalir dan mengoleskan salep dapat dilakukan untuk penyembuhan yang tepat.
  • Jangan mengoleskan es atau air es ke kulit, karena dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan memengaruhi tingkat penyembuhan. Air dingin atau air bersuhu ruangan secara efektif menghilangkan panas dari kulit dan menenangkannya.
  • Jika Mama memerhatikan bahwa kulit tampak merah cerah, bercak, lilin, atau basah, dan anak mengalami rasa sakit yang luar biasa, itu bisa menandakan luka bakar yang parah. Dalam kasus ini, bawa anak segera ke rumah sakit untuk perawatan.

Sebagai tindakan pencegahan, jauhkan pegangan panci dari kompor, dan letakkan cairan panas apapun pada permukaan yang lebih tinggi yang tidak dapat dijangkau si Kecil. Selain itu, beri tahu anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sekitar rumah agar tetap aman.

4. Cedera leher, bahu, dan punggung

4. Cedera leher, bahu, punggung
Freepik/Kwanchaichaiudom

Banyak anak mengalami cedera tulang belakang karena postur tubuh yang tidak tepat, sering membawa tas yang berat, dan lain-lain. Anak juga berisiko mengalami cedera leher dan punggung karena aktivitas olahraga atau bermain, yang dapat berubah menjadi cedera serius.

Apa yang harus dilakukan jika anak mengalami cedera pada leher, bahu dan punggung:

  • Jika anak mengeluh nyeri dan kaku di punggung atas, leher, atau bahunya, gunakan kompres es dan salep nyeri untuk meredakannya.
  • Jika rasa sakit menjadi kronis, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis kondisi medis.
  • Sakit punggung kronis karena masalah tulang belakang atau kelainan bentuk mungkin memerlukan perawatan medis yang berkelanjutan dalam waktu lama

Nah itulah beberapa cedera berat serta bagaimana cara melakukan pengananan pertama. Cedera berat ataupun ringan tidak dapat diprediksi, maka dari itu Mama perlu selalu bersiap jika situasi seperti itu muncul dengan mengetahui pertolongan pertama apa yang harus dilakukan.

Semoga informasinya bermanfaat ya, Ma!

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.