Kemampuan bekerja sama atau berkolaborasi merupakan keterampilan sosial mutlak yang wajib dimiliki oleh Generasi Alpha untuk bisa sukses dalam ekosistem global yang saling terhubung.
Di masa depan, proyek-proyek besar dunia tidak lagi dikerjakan oleh satu individu, melainkan melalui kerja tim lintas disiplin ilmu dan budaya, sehingga anak harus mampu bernegosiasi, menekan ego pribadi, serta saling melengkapi.
Jika anak tidak dilatih untuk bisa bekerja sama dalam tim, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kaku, dominan, atau justru sangat tertutup dan menarik diri dari kelompok.
Dampak jangka panjangnya adalah anak akan mengalami kesulitan beradaptasi di lingkungan kuliah maupun kerja, sering memicu konflik internal karena tidak mau menerima masukan orang lain, serta terhambat kariernya akibat tidak mampu bersinergi dalam struktur organisasi.
Cara menstimulasinya ke anak-anak:
Libatkan anak-anak dalam permainan papan berkelompok atau board games keluarga yang membutuhkan strategi tim untuk memenangkan permainan.
Berikan tugas harian di rumah yang sifatnya gotong royong, seperti membagi peran antara kakak dan adik dalam membersihkan halaman atau merapikan mainan.
Ajarkan anak seni bernegosiasi dan cara berkompromi yang baik ketika mereka sedang berbeda pendapat dengan saudaranya mengenai pilihan tontonan televisi.
Melalui penanaman ketujuh aspek kecerdasan sosial dan emosional di atas, Mamasi sedang menyiapkan anak-anak Generasi Alpha untuk tidak sekadar menjadi pribadi yang pintar menghafal rumus, melainkan manusia seutuhnya yang tangguh dan bijaksana.