“Paparan matahari yang kuat memicu peningkatan produksi melanin dan memperparah kondisi hiperpigmentasi. Sangat penting bagi pemilik kulit sensitif maupun pigmentasi untuk memahami cara melindungi kulit sebelum, selama, dan setelah beraktivitas,” jelas dr. Lanny dalam rilis yang diterima Popmama.com
Ini Panduan Merawat Kulit Sensitif dan Hiperpigmentasi saat Musim Panas

Paparan sinar UV di musim panas dapat memperparah hiperpigmentasi
Pentingnya penggunaan sunscreen broad-spectrum SPF 30–50
Konsultasi dengan dokter estetika disarankan sebelum beraktivitas luar ruangan
Bagi Mama yang memiliki kulit sensitif atau cenderung mengalami hiperpigmentasi, teriknya sinar matahari di musim panas bisa menjadi tantangan besar.
Paparan sinar UV yang intens bukan hanya membuat kulit terasa perih, tetapi juga berpotensi memperburuk bercak gelap pada wajah.
dr. Lanny Juniarti, Dpl. AAAM, dari Miracle Aesthetic Clinic Surabaya menjelaskan bahwa aktivitas luar ruangan memang meningkatkan risiko sensitivitas dan penggelapan warna kulit, terutama bagi mereka yang sudah memiliki masalah pigmen.
Secara medis, hiperpigmentasi terjadi saat produksi melanin berlebih menciptakan warna kulit tidak merata.
Uniknya, kulit masyarakat Indonesia memiliki kadar melanin alami yang lebih tinggi dibanding ras Kaukasia, sehingga lebih rentan mengalami flek hitam. Selain itu, kondisi melasma yang dipengaruhi hormon juga bisa semakin parah akibat sinar matahari jika tidak dicegah dengan tepat.
Oleh karena itu, Mama perlu simak terlebih dahulu beberapa panduan merawat kulit sensitif dan hiperpigmentasi saat musim panas yang telah Popmama.com rangkum berikut ini.
Table of Content
1. Perlindungan maksimal dengan sunscreen yang tepat

Langkah paling krusial untuk mencegah bercak gelap semakin parah adalah dengan rutin menggunakan tabir surya.
Mama disarankan memilih sunscreen dengan SPF minimal 30 hingga 50 yang memiliki label broad-spectrum agar terlindung dari sinar UVA dan UVB sekaligus.
Ingat ya, Ma, sunscreen wajib diaplikasikan ulang (re-apply) setiap 2–3 jam sekali, terutama jika kamu aktif berkegiatan di bawah terik matahari.
2. Hindari paparan matahari di jam-jam tertentu

Sinar matahari mencapai kekuatan paling intens pada pukul 10.00 hingga 15.00.
Jika Mama memiliki kulit sensitif atau masalah flek, sebaiknya kurangi aktivitas luar ruangan di jam-jam tersebut.
Apabila terpaksa harus keluar, jangan lupa gunakan perlindungan tambahan seperti topi lebar, kacamata hitam, serta pakaian tertutup yang nyaman untuk melindungi kulit secara fisik.
3. Jaga kelembapan dan kekuatan skin barrier

Suhu panas yang ekstrem bisa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya, sehingga menjadi lebih kering dan gampang iritasi.
Mama perlu menggunakan produk skincare yang fokus menjaga hidrasi dan memperkuat lapisan pelindung kulit (skin barrier).
Kulit yang terjaga kelembapannya akan lebih stabil dan tidak mudah bereaksi negatif meski cuaca sedang panas-panasnya.
4. Persiapkan kulit sebelum dan sesudah berlibur

Jika Mama berencana liburan atau banyak beraktivitas di luar rumah, ada baiknya melakukan konsultasi dengan dokter estetika terlebih dahulu.
Langkah medis yang tepat dapat membantu menentukan jenis perawatan yang sesuai agar pigmen kulit tidak semakin gelap.
Menurut dr. Lanny, perawatan kulit bukan sekadar soal tampil cerah, tapi tentang kualitas kesehatan kulit secara menyeluruh.
“Perawatan yang benar harus dimulai dengan analisis mendalam. Dengan memahami penyebab pigmentasi masing-masing individu, dokter bisa memberikan rekomendasi personal yang tidak hanya memudarkan noda, tapi juga memperbaiki tekstur dan kesehatan kulit secara total,” tambah dr. Lanny.
Demikian Ma, panduan merawat kulit sensitif dan hiperpigmentasi saat musim panas. Semoga informasi di atas bisa membantu Mama untuk tetap memiliki kulit yang sehat, meski di tengah cuaca panas.


















