Tak Bisa Asal-asalan, Begini Cara Menghitung Berat Badan Ideal

Bagaimana cara-cara untuk menghitung berat badan yang tepat, ya?

2 Juli 2019

Tak Bisa Asal-asalan, Begini Cara Menghitung Berat Badan Ideal
Unsplash/Gursimrat Ganda

Sebagian besar orang tentu ingin memiliki berat badan yang ideal. Berbagai upaya pun dilakukan demi meraih keinginan tersebut. Mulai dari diet sampai olahraga ketat.

Jika tidak dilakukan dengan cara yang benar, gaya hidup sehat seperti ini bukannya membuat berat badan menjadi ideal, tetapi bisa membuat sistem imun justru menurun, lho.

Selain dengan menerapkan gaya hidup sehat dan seimbang, sebenarnya Mama perlu tahu dulu berapa berat badan ideal yang dibutuhkan.

Jangan sampai Mama menerka-nerka sendiri namun justru keliru, ya. Berikut Popmama.com rangkum informasi tentang cara menghitung berat badan ideal seperti dikutip dari berbagai sumber:

1. Indeks massa tubuh (IMT)

1. Indeks massa tubuh (IMT)
Unsplash/I Yunmai

Salah satu cara untuk menghitung berat badan ideal yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan dasar indeks massa tubuh (IMT) atau body mass index (BMI).

Dilansir Medical News Today, IMT adalah salah satu standar umum yang digunakan untuk memutuskan apakah seseorang memiliki berat badan yang sesuai. Dalam standar, ini, pengukuran berat badan ideal diseimbangkan dengan tinggi badan.

Menurut National Institutes of Health (NIH), cara menggunakan rumus IMT adalah dengan menghitung berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan yang dikuadratkan (dalam meter).

IMT kurang dari 18,5 berarti berat badan kurang

  • IMT antara 18,5-24,9 berarti berat badan ideal
  • IMT antara 25-29,9 berarti berat badan berlebihan
  • IMT lebih dari 30 berarti obesitas

Dianggap sebagai salah satu metode pengukuran yang sederhana, IMT juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah tidak ada penghitungan terhadap ukuran pinggul, ukuran pinggang, proporsi lemak, dan proporsi massa otot.

2. Rasio pinggang dan pinggul

2. Rasio pinggang pinggul
Freepik/Schantalao

Rasio antara pinggang dan pinggul alias waist-hip ratio (WHR) juga menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengukur berat badan ideal.

Pada metode ini, dibandingkan ukuran antara pinggang dengan pinggul. Metode WHR sering digunakan untuk mengukur risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular, yang disesuaikan dengan berat badan.

Cara menghitung berat badan ideal dengan metode WHR ini yakni:

  • Ukur lingkar pinggang di bagian terkecil, biasanya tepat di atas pusar.
  • Bagi angka hasil pengukurannya dengan ukuran terlebar pinggul
  • Jika misalnya lingkar pinggang adalah 28 inci dan pinggul 36 inci, maka akan 28 akan dibagi dengan 36 dan hasilnya adalah 0,77.
  • Pada laki-laki, angka di bawah 0,9 berarti risiko penyakit kardiovaskularnya rendah; angka antara 0,9 hingga 0,99 berarti risikonya sedang dan lebih dari 1 berarti risikonya tinggi
  • Pada perempuan, angka di bawah 0,8 berarti risiko penyakit kardiovaskularnya rendah; angka antara 0,8 hingga 0,89 berarti risikonya sedang dan lebih dari 0,9 berarti risikonya tinggi.

Baca juga: Waspada Ma! Kardiovaskuler, Penyakit Tidak Menular Namun Mematikan

Editors' Picks

3. Persentase lemak tubuh

3. Persentase lemak tubuh
Unsplash/Siora Photography

Persentase lemak tubuh atau body fat percentage adalah metode menghitung berat badan ideal dengan lebih spesifik mengukur lemaknya. Total lemak tubuh termasuk lemak esensial dan lemak cadangan.

Lemak esensial adalah lemak utama yang dibutuhkan manusia untuk bertahan hidup. Lemak jenis ini pun memainkan peran penting dalam berbagai fungsi tubuh.

Sementara lemak cadangan adalah jaringan lemak yang melindungi organ-organ internal di dada dan perut. Tubuh juga dapat menggunakannya untuk energi jika perlu.

Terlepas dari pedoman perkiraan untuk laki-laki dan perempuan, persentase lemak total ideal dapat bergantung pada jenis tubuh seseorang atau tingkat aktivitas.

Menurut American Council on Exercise (ACE), berikut angka persentase lemak dalam tubuh laki-laki dan perempuan:

  • Atlet: kadar lemak sekitar 14-20% pada atlet perempuan dan 6-13% pada atlet laki-laki
  • Orang yang sering berolahraga, namun bukan atlet: kadar lemak 21-24% pada perempuan dan 14-17% pada laki-laki
  • Orang yang jarang olahraga tetapi lemak totalnya masih dianggap normal: kadar lemak 25-31% pada perempuan dan 18-25% pada laki-laki
  • Kegemukan: kadar lemak 32-41% pada perempuan dan 26-37% pada laki-laki
  • Obesitas: kadar lemak 42% atau lebih pada perempuan dan 38% atau lebih pada laki-laki

4. Pentingnya mengukur proporsi berat badan dan tinggi badan

4. Penting mengukur proporsi berat badan tinggi badan
Unsplash/Gesina Kunkel

Saat mengukur berat badan ideal, hindari berpatokan hanya pada angka di timbangan saja ya, Ma. Mama juga perlu mengukur proporsi ideal sesuai tinggi badan.

Ini berarti angka berat badan ideal untuk tinggi badan Mama tidak menjamin bahwa Mama akan terlihat sama dengan orang lain yang memiliki angka sama. Ada beberapa faktor yang memengaruhi bagaimana berat badan dan tinggi badan bisa terlihat berbeda pada orang lain:

  • Bentuk otot

Orang yang memiliki massa tubuh lebih ramping, alias lebih banyak otot dibandingkan lemak, akan memiliki penampilan yang berbeda dari seseorang dengan berat yang sama tetapi kurang berotot

  • Proporsi tubuh

Setiap orang memiliki proporsi tubuh yang berbeda. Beberapa orang lebih panjang di kaki dan ada juga yang justru lebih pendek di bagian kaki. Ada pula yang bagian pinggangnya lebih pendek dan sebagainya

  • Tempat menyimpan lemak

Lemak disimpan di seluruh tubuh, tetapi sebagian orang yang berbeda cenderung memiliki tempat tertentu untuk menyimpan cadangan lemak.  Ada yang menyimpan ekstra lemak di perut, ada juga yang di pinggul

  • Usia

Komposisi tubuh berubah seiring bertambahnya usia. Misalnya, ada perbedaan besar pada masa pubertas karena faktor hormonal. Oleh sebab itu, saat usia semakin dewasa maka keseimbangan hormon pun ikut berubah dan akan tampak ada perubahan pada proses penyimpanan lemak. Memasuki usia yang lebih tua, baik laki-laki maupun wanita pun harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan massa otot.

Demikian informasi tentang cara menghitung berat badan ideal. Jika Mama ragu, konsultasikan ke dokter, ya!

Berlangganan Newsletter?

Mau dapat lebih banyak informasi seputar parenting?
Daftar sekarang!