Sedang Haid Saat Traveling? Ini 5 Tips yang Tak Boleh Kamu Abaikan

Jangan sampai momen liburan jadi kacau karena kurang persiapan

22 Juli 2018

Sedang Haid Saat Traveling Ini 5 Tips Tak Boleh Kamu Abaikan
Pexels/Rawpixel.com

Salah satu hal yang sangat mungkin dialami perempuan saat pergi santai berlibur adalah menghadapi datangnya tamu bulanan. Ada yang bisa diprediksi, ada pula yang muncul secara tiba-tiba tidak mengikuti jadwal yang biasa terjadi.

Hmm, apa saja yang perlu Mama lakukan jika mengalaminya ya?

Untuk mencegah Mama menjadi kerepotan saat berlibur, tak ada salahnya sejak awal Mama perhatikan tanggal liburan Mama ya. Kemudian ingat-ingat kembali kapan rentang tanggal Mama biasanya haid.

Dengan begitu, sejak awal Mama bisa mulai menyiapkan sedikit perlengkapan untuk haid.

Tak perlu banyak-banyak, beberapa tempat liburan biasanya juga memiliki minimarket atau tempat yang menjual kebutuhan tersebut. Yuk simak tips lainnya, seperti telah dirangkum Popmama.com:

1. Perhatikan tanggal liburan

1. Perhatikan tanggal liburan
Pexels/Bich Tran

Jika saat ini Mama sedang menyiapkan jadwal berlibur, jangan lupa untuk memperhatikan juga tanggal jadwal haid ya. Khususnya jika liburan yang Mama lakukan cukup lama dan membutuhkan persiapan yang lebih banyak. Perhatikan juga mode liburan yang Mama pilih, apakah liburan santai bersama keluarga atau backpacker bersama teman-teman.

Jika waktu liburan Mama berdekatan dengan jadwal haid, siapkan kebutuhan Mama seperti pembalut dan celana dalam ekstra sejak awal. Bawa secukupnya saja, setidaknya jika tamu bulanan datang di perjalanan maka Mama tidak perlu kerepotan mencari tempat yang menjual pembalut.

Editors' Picks

2. Barang yang perlu disiapkan

2. Barang perlu disiapkan
Pexels/Tookapic

Pembalut menjadi barang yang paling penting yang perlu Mama siapkan jelang liburan. Meskipun mungkin tanggal liburan Mama jauh dari jadwal haid, namun tak ada salahnya tetap membawa pembalut. Siapa tahu ada teman Mama yang membutuhkan kan?

Selain itu, Mama juga sebaiknya siap siaga selalu membawa celana dalam ekstra ya. Ini supaya jika mendadak Mama haid dan ‘bocor’, maka Mama tidak bingung karena jumlah celana dalam yang dibawa sudah cukup.

Jangan lupa juga untuk membawa tisu basah dan tisu kering. Ini untuk berjaga-jaga apabila Mama mendadak haid di perjalanan yang toiletnya tidak ada air. Mama pun bisa membersihkan diri dengan menggunakan tisu basah dan tisu kering.

3. Bawa obat dan pakaian nyaman

3. Bawa obat pakaian nyaman
Pexels/JESHOOTS.com

Jika Mama biasa mengalami kram perut di hari-hari pertama haid, maka siapkan juga obat yang biasa Mama konsumsi saat berlibur. Jadi ketika Mama mendadak membutuhkannya, Mama tidak akan kebingungan mencari apotek.

Usahakan juga untuk membawa pakaian yang nyaman. Saat sedang kram, biasanya Mama akan membutuhkan pakaian yang tidak terlalu ketat dan berbahan menyerap keringat. Misalnya seperti celana bahan, kaus longgar dan juga sandal jepit.

Hindari membawa terlalu banyak pakaian yang ketat dan celana berwarna putih atau terlalu cerah. Ini untuk berjaga-jaga jika Mama mendadak haid dan hendak banyak jalan-jalan, maka Mama tidak akan terlalu khawatir karena menggunakan celana warna putih.

4. Mengatasi haid di perjalanan panjang

4. Mengatasi haid perjalanan panjang
Pexels/Skitterphoto

Berlibur berarti harus siap berada dalam perjalanan dalam waktu yang panjang, misalnya di pesawat terbang atau di kereta api. Apabila dalam kondisi seperti ini kemudian Mama mendadak haid, ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar Mama tetap tenang.

Saat Mama sedang berada dalam pesawat, usahakan untuk rutin berdiri dan berjalana kaki setiap beberapa menit. Ini dilakukan untuk menjaga agar aliran darah haid tetap lancar. Usahakan tidak tidur atau duduk terlalu lama, jika perlu gunakan alarm supaya Mama tidak lupa untuk bangkit. Manfaatkan toilet di pesawat untuk berganti pembalut secara rutin agar area organ reproduksi Mama tidak menjadi tempat bakteri.

Sebelum melewati perjalanan panjang, Mama juga bisa menyiapkan barang-barang seperti kantung plastik, tisu dan hand sanitizer. Akan lebih baik jika kantung plastik yang dibawa berwarna hitam. Ini digunakan untuk membuang sampah pembalut Mama. Hindari membuangnya secara langsung tanpa dibungkus karena dapat mengganggu penumpang yang lain, Ma.

Saat Mama merasa nyeri, Mama juga bisa berjalan-jalan di lorong pesawat atau kereta. Pastikan Mama tetap membawa camilan dan minum banyak air putih. Selain itu, carilah aktivitas yang membuat Mama rileks misalnya dengan mendengarkan musik atau menonton film di ponsel.

5. Cari tahu tentang kondisi tempat liburan

5. Cari tahu tentang kondisi tempat liburan
Pexels/Artem Bali

Beberapa daerah tertentu memiliki metode sendiri dalam membuang sampah pembalut. Mama perlu mencari tahu apakah lazim di tempat Mama liburan jika membuang pembalut langsung di tempat sampah? Jika tidak, jangan ragu untuk bertanya pada tour guide atau warga setempat. Pertimbangkan jika Mama perlu menyiapkan lebih banyak kantung plastik untuk membuang sampah pembalut.

Yang tak kalah penting, sebanyak apapun jadwal kegiatan Mama saat liburan, jangan lupa untuk tetap rutin mengganti pembalut ya. Ini supaya kebersihan area organ intim tetap terjaga dan tidak menimbulkan risiko infeksi. Selamat berlibur, Ma!

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.