Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

7 Bahaya Tidur setelah Makan, Bisa Bikin Berat Badan Naik!

7 Bahaya Tidur setelah Makan, Bisa Bikin Berat Badan Naik!
Pexels/Vlada Karpovich
Intinya Sih
  • Langsung tidur setelah makan bisa memicu gangguan pencernaan, refluks asam, dan rasa panas di dada karena posisi berbaring menghambat kerja gravitasi pada lambung.
  • Kebiasaan ini menurunkan kualitas tidur, meningkatkan suhu tubuh, serta memperbesar risiko kenaikan berat badan akibat metabolisme melambat saat tidur malam.
  • Konsumsi makanan berkafein dan waktu makan yang terlalu dekat dengan jam tidur dapat menyebabkan insomnia serta mengacaukan ritme sirkadian tubuh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah Mama merasa mata tiba-tiba sangat berat dan tubuh menjadi lemas setelah menyantap hidangan lezat bersama keluarga? 

Godaan untuk langsung merebahkan diri di kasur empuk saat perut sedang terisi penuh memang sering kali teramat sulit ditolak. Namun, kebiasaan yang tampaknya nikmat ini ternyata menyimpan berbagai risiko tersembunyi yang dapat mengganggu kesehatan tubuh.

Untuk menjawab rasa penasaran Mama, berikut Popmama.com sajikan 7 bahaya tidur setelah makan. Yuk, simak sampai habis!

Table of Content

1. Gangguan pencernaan dan refluks asam

1. Gangguan pencernaan dan refluks asam

Bahaya Tidur Setelah Makan 2.jpg
Pexels/Andrea Piacquadio

Risiko pertama yang paling cepat terasa dampaknya ketika kita langsung rebahan usai makan adalah gangguan pencernaan. 

Mengutip dari Verywell Health, berbaring segera sesudah makan besar akan menghilangkan manfaat bantuan gravitasi yang sangat dibutuhkan oleh lambung. 

Saat kita berada dalam posisi tegak atau duduk, gravitasi bumi secara alami membantu menjaga asam lambung dan sisa makanan agar tetap berada di bagian bawah perut.

Sebaliknya, saat Mama memutuskan untuk berbaring di ranjang, isi lambung tersebut bisa dengan sangat mudah bergerak naik kembali ke arah kerongkongan. 

Proses berbalik arah inilah yang kemudian memicu heartburn atau sensasi dada dan tenggorokan terasa terbakar, refluks asam lambung, hingga risiko terkena GERD. 

Tentu rasanya sangat tidak nyaman, bukan, jika waktu istirahat malam Mama harus terganggu oleh rasa panas di dada?

2. Gangguan tidur

Bahaya Tidur Setelah Makan 7.jpg
Pexels/cottonbro studio

Rasa tidak nyaman yang terjadi pada sistem pencernaan tersebut pada akhirnya akan merambat secara langsung menjadi gangguan tidur. Saat lambung dan usus masih sibuk bekerja keras memecah makanan, tubuh tidak akan bisa sepenuhnya masuk ke dalam fase relaksasi tidur yang dalam.

Dilansir dari Bearaby, sistem pencernaan yang terlalu aktif bekerja di malam hari akan memberikan sinyal konstan yang membuat otak tetap waspada. 

Akibatnya, Mama mungkin akan lebih sering terbangun secara tiba-tiba di pertengahan malam, mengalami mimpi buruk yang membuat cemas, hingga merasa sangat gelisah saat mencoba memejamkan mata.

3. Kenaikan berat badan

Bahaya Tidur Setelah Makan 3.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

Masalah kesehatan tidak berhenti hanya pada penurunan kualitas istirahat. Kebiasaan ini juga sangat sering dikaitkan dengan kenaikan berat badan yang tidak terkontrol. 

Meskipun tidur siang sejenak setelah makan mungkin tidak akan langsung menimbun lemak jika porsinya terkendali, tidur sesaat setelah makan malam dengan porsi karbohidrat besar adalah cerita yang berbeda.

Menjelang tidur malam, tubuh kita cenderung akan menyimpan sisa kalori yang tidak terpakai secara langsung sebagai tumpukan lemak. Hal ini diperparah oleh fakta bahwa tingkat metabolisme basal tubuh manusia secara alami akan melambat ketika sedang tidur. 

Bagi Mama yang saat ini sedang giat menjaga postur tubuh ideal, kebiasaan langsung tertidur setelah makan tentu bisa merusak program diet yang sedang dijalankan dengan susah payah.

4. Peningkatan suhu tubuh

Bahaya Tidur Setelah Makan 4.jpg
Pexels/Tima Miroshnichenko

Tahukah Mama bahwa proses panjang dalam mencerna seisi piring makanan membutuhkan energi yang tidak sedikit? 

Proses pemecahan zat gizi ini akan menghasilkan energi panas yang berujung pada peningkatan suhu tubuh. Apabila Mama mengonsumsi makanan berat beberapa saat sebelum tidur, sistem tubuh akan terus memproduksi panas. 

Suhu tubuh inti yang terus dalam kondisi hangat ini pada akhirnya akan menipu otak, sehingga otak mengalami kesulitan merespons sinyal untuk tidur. Jangan heran jika Mama mungkin akan merasa kegerahan, mudah berkeringat, dan terus mengubah posisi bantal sepanjang malam.

5. Gangguan akibat kafein pada makanan

Bahaya Tidur Setelah Makan 5.jpg
Pexels/Andrea Piacquadio

Terkadang, akar dari permasalahan tidur ini tidak hanya terletak pada seberapa besar porsi yang disantap, tetapi juga berkaitan erat dengan jenis makanannya. 

Bahaya kelima ini sering kali luput dari perhatian, yakni terjadinya gangguan akibat kafein yang tersembunyi. Mama mungkin merasa sudah disiplin karena menghindari seduhan kopi hitam sesudah makan malam. 

Namun, tanpa disadari, beberapa jenis hidangan penutup yang lezat seperti kue dark chocolate, es krim rasa moka, hingga secangkir teh hijau yang diklaim sebagai peluntur lemak ternyata menyimpan kandungan kafein di dalamnya.

6. Insomnia

Bahaya Tidur Setelah Makan 6.jpg
Pexels/cottonbro studio

Rentetan gangguan pencernaan, suhu inti tubuh yang bertahan tinggi, serta paparan zat stimulan tersembunyi tadi, jika digabungkan, bisa menjadi pemicu utama munculnya insomnia. 

Jika pada awalnya Mama mungkin hanya merasa sedikit sulit untuk terlelap, lambat laun ritme tubuh akan beradaptasi secara keliru dan terbiasa dengan jam tidur yang salah ini.

Insomnia membuat Mama terus terjaga hingga larut malam dengan perasaan lelah, tetapi mata enggan terpejam. Kekurangan jam tidur yang terus berakumulasi dari hari ke hari ini pada akhirnya bisa memengaruhi stabilitas mood di pagi hari. 

Selain menurunkan konsentrasi, emosi Mama juga bisa menjadi lebih rapuh saat harus menghadapi kerewelan si kecil atau mengurus rumah tangga.

7. Terganggunya ritme sirkadian

Bahaya Tidur Setelah Makan 8.jpg
Pexels/Ivan S

Bahaya terakhir yang amat memengaruhi kelancaran metabolisme jangka panjang adalah risiko terganggunya ritme sirkadian tubuh. 

Ritme sirkadian adalah jam biologis alami tubuh yang bertugas mengatur siklus kapan kita harus tidur dan kapan harus bangun dalam kurun waktu 24 jam.

Masuknya asupan makanan ke dalam perut merupakan salah satu sinyal penting bagi jam biologis tersebut. Makan besar yang dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur malam akan memberikan sinyal stimulasi yang membingungkan. 

Tubuh yang seharusnya secara perlahan bersiap untuk beristirahat justru mendapat instruksi mendadak untuk kembali aktif mencerna. Dampaknya, jika dibiarkan, bisa serius pada ketidakseimbangan produksi hormon penting serta sistem kekebalan tubuh yang ikut menurun.

Nah, itulah pembahasan mengenai 7 bahaya tidur setelah makan. Semoga bermanfaat, Ma.

FAQ Seputar Bahaya Tidur Setelah Makan

30 menit setelah makan apakah boleh rebahan?

Rebahan 30 menit setelah makan sebaiknya dihindari, terutama bagi penderita asam lambung. Posisi berbaring terlalu cepat setelah makan dapat memicu rasa tidak nyaman, perut terasa penuh, hingga asam lambung naik.

Apa itu aturan 3:2:1 sebelum tidur?

Aturan 3:2:1 adalah kebiasaan untuk membantu meningkatkan kualitas tidur. Umumnya, aturan ini berarti berhenti makan 3 jam sebelum tidur, menghentikan pekerjaan 2 jam sebelum tidur, dan menghindari penggunaan gadget 1 jam sebelum tidur agar tubuh lebih rileks dan mudah beristirahat.

2 jam setelah makan apakah boleh tidur?

Tidur sekitar 2 jam setelah makan umumnya dianggap lebih aman karena tubuh memiliki waktu untuk mencerna makanan dengan baik. Kebiasaan ini juga dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan dan naiknya asam lambung saat tidur.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More