Dikaitkan dengan Masalah Psikologis, Inilah 5 Penyebab Overthinking

Apakah kamu sering berpikir berlebihan?

12 Juli 2021

Dikaitkan Masalah Psikologis, Inilah 5 Penyebab Overthinking
Freepik/lookstudio

Dalam menghadapi suatu permasalahan, mungkin sebagian orang sering mengalami overthinking.

Berpikir berlebihan, ini membuat otak terlalu banyak menerjemahkan pikiran-pikiran. Pada akhirnya bisa menciptakan perasaan stres.

Sedangkan tindakan overthinking juga dapat dikaitkan dengan masalah psikologis seperti kecemasan dan depresi.

Mengenai hal tersebut, berikut Popmama.com berikan 5 penyebab overthinking yang sering tidak disadari:

1. Berada di lingkungan yang memiliki keadaan sama

1. Berada lingkungan memiliki keadaan sama
Freepik/marymarkevich

Mungkin banyak orang yang terlalu memikirkan hal-hal dari waktu ke waktu.

Sedangkan penyebab seseorang menjadi overthinking, yakni karena berada di satu lingkaran dengan keadaan yang sama.

Apabila memiliki lingkungan yang seperti itu, maka bisa membuat kamu akan jadi selalu berpikir berlebihan.

Jika tidak ingin overthinking semakin parah, sebaiknya menghindari dari ruang lingkup tersebut.

Editors' Pick

2. Memendam permasalahan seorang diri

2. Memendam permasalahan seorang diri
Freepik/cookie_studio

Apakah kamu suka memendam masalah seorang diri?

Sedangkan emosi yang dipendam terus-menerus, ini bisa menyebabkan gangguan kecemasan. Di mana pada akhirnya membuat kamu jadi overthinking.

Merenungkan berbagai permasalahan berkepanjangan, dampak buruknya yakni mengakibatkan otak memproduksi hormon stres secara berkala.

Sebab saat alami overthinking, kamu jadi sering melibatkan dan mengkhawatirkan masa depan.

3. Memiliki sikap pesimis saat mengalami kegagalan

3. Memiliki sikap pesimis saat mengalami kegagalan
Freepik/nakaridore

Kecenderungan suka bersikap pesimis, ini menjadi penyebab kamu suka berpikir berlebihan.

Bahkan pesimisme juga dikaitkan dengan masalah kesehatan mental seperti kecemasan dan stres.

Dilansir dari Verywellmind, jika menjadi terlalu pesimis maka akan memiliki pemikirkan pikiran yang negatif dan tingkat perenungan lebih tinggi.

Apalagi jika kamu menemui kegagalan, hal tersebut berdampak buruk dan menjadi proses menuju pemikiran yang terlalu banyak.

4. Selalu menginginkan semuanya berjalan sempurna

4. Selalu menginginkan semua berjalan sempurna
Freepik/diana.grytsku

Ternyata, perfeksionisme sering dikaitkan dalam meningkatkan kecemasan dan daya pikir yang berlebihan.

Tentu hal itu dapat menyebabkan pemikiran atau perilaku yang merugikan diri sendiri dan mempersulit pencapaian tujuan. 

Dikutip dari Healthline, perfeksionisme dapat membuat kamu merasa tidak bahagia dengan hidup. Ini berpotensi menyebabkan depresi. Pada akhirnya, itu juga bisa membuat kamu berhenti berusaha untuk sukses. 

Bahkan selalu menginginkan semuanya berjalan sempurna, maka juga akan menyebabkan kamu menyalahkan diri sendiri.

5. Suka iri melihat kesuksesan orang lain

5. Suka iri melihat kesuksesan orang lain
Freepik/lookstudio

Bahwa overthinking telah dikaitkan saat seseorang suka membandingkan dirinya dengan orang lain.

Memiliki perasaan iri dan kepercayaan diri rendah, hal ini membuat kamu semakin berpikir berlebihan

Diwartakan dari Forbes, ada perbedaan besar dalam energi dan hasil antara melihat kesuksesan orang lain. Menyalahkan diri sendiri juga biasanya akan merasa tidak berharga dan kehilangan semangat.

Sebaiknya, berhentilah melihat pencapaian yang sudah diraih orang lain. Sadari bahwa setiap orang memiliki proses hidupnya masing-masing.

Demikianlah kelima penyebab overthinking. Apakah kamu sering mengalaminya?

Baca juga:

The Latest