Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install
For
You

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan? Simak Cara Aman Penggunaannya

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan? Simak Cara Aman Penggunaannya
Pexels/Miriam Alonso
Intinya Sih
  • Penggunaan bidet bisa memicu keputihan jika dilakukan dengan tekanan air terlalu kuat, terlalu sering, atau diarahkan ke bagian dalam vagina karena dapat mengganggu keseimbangan bakteri alami.
  • Penelitian menunjukkan pengguna bidet rutin memiliki jumlah bakteri Lactobacillus lebih sedikit, sementara nozzle yang jarang dibersihkan berisiko menjadi sarang bakteri penyebab infeksi.
  • Agar aman, gunakan tekanan lembut hanya pada bagian luar vagina, bersihkan nozzle secara rutin, keringkan area intim setelahnya, dan hindari sabun berpewangi agar pH tetap seimbang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Penggunaan bidet kini semakin umum karena dianggap lebih praktis dan higienis untuk membersihkan area intim dibanding hanya menggunakan tisu. Namun di balik kenyamanannya, muncul pertanyaan yang cukup sering dibicarakan, benarkah bidet bisa menyebabkan keputihan?

Jawabannya ternyata tidak sesederhana “iya” atau “tidak”, karena tergantung pada cara penggunaannya. Mulai dari tekanan air yang terlalu kuat hingga kebiasaan membersihkan vagina secara berlebihan dapat memengaruhi keseimbangan alami bakteri di area intim.

Untuk pembahasan lebih lanjut, Popmama.com telah menyiapkan jawaban lengkap mengenai benarkah bidet bisa menyebabkan keputihan berikut ini.

Table of Content

Apakah Bidet Bisa Menyebabkan Keputihan?

Apakah Bidet Bisa Menyebabkan Keputihan?

ilustrasi vagina (freepik.com/pikisuperstar)
ilustrasi vagina (freepik.com/pikisuperstar)

Bidet memang bisa memicu keputihan jika digunakan dengan tidak tepat. Masalah bisa muncul ketika semprotan air terlalu kuat, terlalu sering digunakan, atau diarahkan langsung ke bagian dalam vagina.

Kebiasaan tersebut dapat mengganggu keseimbangan bakteri baik yang secara alami melindungi area kewanitaan.

Vagina sendiri memiliki bakteri baik bernama Lactobacillus yang berfungsi menjaga pH tetap asam agar bakteri jahat dan jamur tidak mudah berkembang.

Ketika area intim terlalu sering dibersihkan secara agresif, keseimbangan tersebut dapat terganggu dan memicu iritasi, infeksi jamur, bacterial vaginosis, hingga keputihan abnormal.

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian luar negeri yang dimuat Healthline. Dalam studi terhadap 268 perempuan di Jepang, penggunaan bidet secara rutin disebut berkaitan dengan terganggunya mikroflora alami vagina.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bakteri Lactobacillus normal lebih sedikit ditemukan pada pengguna bidet dibanding nonpengguna.

Tekanan Air Bidet yang Terlalu Kuat Dapat Mengganggu Keseimbangan Bakteri Vagina

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 3.jpg
Pexels/Max Vakhtbovych

Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan adalah menggunakan semprotan bidet dengan tekanan terlalu tinggi. Banyak orang menganggap semakin kuat semprotannya maka area intim akan semakin bersih. 

Padahal, tekanan air yang terlalu keras justru dapat menyebabkan iritasi pada jaringan sensitif di sekitar vulva dan vagina.

Selain itu, semprotan air yang terlalu kuat juga berisiko membawa bakteri dari area anus menuju vagina. Karena letak anus dan vagina cukup berdekatan, bakteri dapat lebih mudah berpindah jika arah semprotan atau cara membersihkannya salah.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa keseimbangan vagina sangat penting untuk menjaga area intim tetap sehat. Ketika bakteri alami terganggu, vagina menjadi lebih rentan mengalami rasa gatal, bau tidak sedap, hingga keputihan abnormal.

Vagina Bisa Membersihkan Areanya Sendiri

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 4.jpg
Pexels/Arina Krasnikova

Masih banyak orang yang mengira vagina harus dibersihkan sampai benar-benar kesat agar tetap sehat. Padahal, vagina memiliki kemampuan membersihkan areanya sendiri melalui cairan alami atau keputihan normal.

Keputihan normal biasanya berwarna bening atau putih susu, tidak berbau menyengat, dan tidak menimbulkan rasa gatal. Cairan ini membantu membawa sel mati dan bakteri keluar dari vagina sehingga area intim tetap bersih secara alami.

Karena itu, membersihkan bagian dalam vagina menggunakan semprotan air sebenarnya tidak diperlukan. Praktik membersihkan vagina secara berlebihan, termasuk vaginal douching, justru dapat mengganggu pH alami dan meningkatkan risiko infeksi.

Bidet yang Jarang Dibersihkan Bisa Menjadi Sarang Bakteri

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 5.jpg
Pexels/Pavel Danilyuk

Selain cara penggunaan, kebersihan alat bidet juga penting diperhatikan. Nozzle bidet yang jarang dibersihkan dapat menjadi tempat berkembangnya bakteri, terutama pada toilet umum atau bidet yang digunakan bergantian.

Healthline menuliskan bahwa penelitian di rumah sakit Jepang menemukan banyak nozzle bidet terkontaminasi bakteri seperti Staphylococcus dan Enterococcus.

Meski tidak otomatis menyebabkan infeksi, kondisi ini tetap meningkatkan risiko perpindahan bakteri ke area genital, terutama pada perempuan yang memiliki area intim lebih sensitif. Karena itu, penting memastikan bidet dibersihkan secara rutin agar tetap higienis saat digunakan.

Area Intim yang Terlalu Lembap Dapat Memicu Infeksi Jamur

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 6.jpg
Pexels/Liza Summer

Setelah menggunakan bidet, sebagian orang langsung mengenakan pakaian tanpa mengeringkan area intim terlebih dahulu. Padahal, kondisi lembap yang terus-menerus dapat menjadi lingkungan ideal bagi jamur dan bakteri berkembang.

Akibatnya, area kewanitaan menjadi lebih mudah terasa gatal, tidak nyaman, hingga muncul keputihan abnormal. Kondisi ini terutama lebih berisiko jika seseorang menggunakan celana terlalu ketat atau bahan pakaian yang tidak menyerap keringat.

Karena itu, setelah membersihkan area intim menggunakan bidet, sebaiknya keringkan perlahan menggunakan tisu atau handuk bersih sebelum memakai pakaian kembali.

Tidak Semua Keputihan Berbahaya

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 7.jpg
Pexels/Liza Summer

Penting dipahami bahwa keputihan sebenarnya merupakan kondisi normal yang dialami perempuan. Keputihan baru perlu diwaspadai jika warnanya berubah menjadi kuning, hijau, atau abu-abu, berbau amis menyengat, terasa gatal, panas, atau jumlahnya jauh lebih banyak dari biasanya.

Jika keluhan seperti itu muncul setelah penggunaan bidet, terutama disertai nyeri atau iritasi, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter agar penyebabnya dapat diketahui dengan jelas.

Cara Aman Menggunakan Bidet

Benarkah Bidet Bisa Sebabkan Keputihan 8.jpg
Pexels/Sergey Torbik

Agar penggunaan bidet tetap aman, gunakan tekanan air yang lembut dan hindari menyemprot terlalu lama. Fokuskan pembersihan hanya pada bagian luar vagina (vulva), bukan bagian dalamnya.

Selain itu, pastikan nozzle bidet dibersihkan secara rutin, terutama jika digunakan bersama anggota keluarga lain atau berada di toilet umum. Hindari pula penggunaan sabun berpewangi berlebihan pada area intim karena dapat memperparah gangguan pH vagina.

Itu tadi penjelasan lengkap mengenai benarkah bidet bisa menyebabkan keputihan. Setelah ini, jangan lupa untuk selalu perhatikan kebersihan bidet dan cara penggunaannya, ya!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Denisa Permataningtias
EditorDenisa Permataningtias

Related Articles

See More