Penting! Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Vagina saat Menstruasi

Tidak menjaga kebersihan vagina saat menstruasi dapat menyebabkan kanker serviks, lho!

12 Februari 2021

Penting Ini Dia 5 Tips Menjaga Kesehatan Vagina saat Menstruasi
Freepik/gballgiggsphoto

Vagina yang sehat idealnya tidak berbau, tidak terasa gatal, dan tidak berwarna kemerahan di bagian vulva. Namun nyatanya, vagina cenderung menjadi lebih lembap selama menstruasi.

Area kewanitaan yang tertutup, rentan membuat bakteri dan jamur berkembang biak dengan mudah. Akibatnya, perempuan pun akan lebih mudah mengalami masalah pada organ intim saat menstruasi tiba.

Oleh karena itu, pastikan kamu telah menjaga kebersihannya dengan melakukan 5 hal yang Popmama.com rekomendasikan berikut ini.

1. Mengganti pembalut secara rutin

1. Mengganti pembalut secara rutin
ecoegg.kiwi.nz

Mungkin kamu bingung, seberapa sering kamu harus mengganti pembalut dalam sehari?

Sebenarnya, tidak ada patokan pasti berapa kali harus mengganti pembalut.

Sebab, setiap orang memiliki aliran darah yang berbeda-beda dan menyebabkan jumlah darah yang dikeluarkan juga akan berbeda.

Tetapi, untuk menjaga vagina bersih dan terbebas dari bakteri, sebaiknya kamu mengganti pembalut sekitar 4-6 jam setelah pemakaian.

Jadi dalam sehari, pembalut harus diganti sebanyak 4-6 kali.

Selain itu, kamu juga harus memerhatikan jenis pembalut yang tepat untuk mencegah terjadinya penyebaran jamur dan bakteri pada vagina.

Pilihlah pembalut dengan ekstrak daun sirih untuk mengatasi masalah kewanitaan pada saat menstruasi.

“Daun sirih itu manfaat khususnya untuk mengurangi pertumbuhan jamur, bakteri dan virus saat menstruasi,” ungkap dr.Grace saat ditemui Okezone, Jumat (3/5) dalam acara bertajuk 'Grand Launching Softex Daun Sirih-Jagain Kamu Dari Badai' di kawasan Jakarta Barat.

“Selain itu, perempuan juga harus menjaga asupan makanannya. Ada beberapa jenis makanan yang memang dapat memicu tumbuhnya jamur pada vagina. Misalnya makanan-makanan manis dan makanan instan yang dapat menganggu pH di area kewanitaan. Efek dari makanan itu adalah keputihan dan bau tak sedap,” tambahnya.

Editors' Picks

2. Membersihkan vagina dengan cara yang tepat

2. Membersihkan vagina cara tepat
pexels/Bruce Mars

Banyak perempuan yang masih salah dalam membersihkan area kewanitaan. Kebanyakan dari mereka yang membasuh organ kewanitaan dari arah belakang ke depan.

Justru, hal ini dapat menyebabkan bakteri berpindah dari bagian saluran kencing ke sekitar vagina.

Maka dari itu, mulai sekarang ubahlah cara membersihkan vagina. Basuhlah vagina dari arah belakang ke depan dengan air mengalir.

Jangan lupa juga untuk mengeringkan area vagina terlebih dahulu agar tidak lembap, sebab permukaan yang lembap akan disukai oleh bakteri dan jamur.

3. Pilih pembersih yang tepat untuk vagina

3. Pilih pembersih tepat vagina
Pixabay/Silviarita

Kamu tidak bisa menggunakan sembarang sabun untuk membersihkan organ kewanitaan. Vagina yang cenderung asam bisa iritasi jika dibersihkan dengan sabun mandi biasa yang pH-nya basa.

Normalnya, pH vagina adalah 3,8-4,5. Oleh karena itu, kebanyakan sabun mandi tidak cocok digunakan untuk membersihkan vagina.

Maka dari itu, pilihlah pembersih vagina yang tidak mengandung sabun dan mempunyai pH yang sesuai dengan vagina.

Setelah itu, gunakanlah pembersih vagina hanya untuk membersihkan bagian luarnya saja, bukan bagian dalamnya.

Jika pembersih vagina masih digunakan untuk membersihkan bagian dalam, maka kamu bisa saja membunuh bakteri baiknya.

Baca juga:

4. Mencukur rambut kemaluan menjelang haid

4. Mencukur rambut kemaluan menjelang haid
asedeygo.com

Biasakan untuk mencukur rambut kemaluan sebelum datang bulan. Rambut kemaluan yang terlalu panjang dapat membuat darah haid menggumpal.

Hal ini sering kali terlewatkan dan terlupa. Darah yang menggumpal dan menempel pada rambut kemaluan akan menjadi sarang jamur dan bakteri jika tidak dibersihkan dengan benar.

Tapi, jangan lupa untuk mempersiapkan alat pencukur rambut kemaluan dengan baik dan berhati-hati ketika menggunakannya, sebab bisa saja permukaan vagina terluka.

5. Memakai celana dalam berbahan katun

5. Memakai celana dalam berbahan katun
Freepik/phduet

Apa yang kamu pakai juga memengaruhi kebersihan vagina.

Jika kamu ingin vagina bersih dan sehat, maka kamu bisa menggunakan pakaian dalam yang berbahan katun, sebab pakaian berbahan ini cukup baik untuk menyerap keringat, terutama keringat di sekitar vagina.

Jika menggunakan celana dalam yang salah, maka keringat yang dihasilkan di sekitar vagina pun akan membuatnya lembap dan tidak kering.

Kondisi seperti ini akan semakin membuat bakteri dan jamur betah untuk berlama-lama di sana.

Nah, itulah 5 langkah mudah menjaga kesehatan vagina saat menstruasi tiba.

Sudahkah kamu melakukan kelimanya?

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.