- Dismenore primer: nyeri sebelum periode menstruasi dan tidak menyebabkan komplikasi.
- Dismenore sekunder: nyeri atau kram perut yang terjadi akibat masalah kesehatan tertentu.
Spanyol Jadi Negara Pertama di Eropa yang Terapkan Cuti Menstruasi

- Pemerintah Spanyol resmi menerapkan cuti menstruasi berbayar bagi pekerja perempuan dengan nyeri berat selama 3–5 hari, menjadikannya negara Eropa pertama yang melegalkan kebijakan ini.
- Cuti hanya dapat diajukan dengan surat keterangan medis dari dokter untuk kondisi dismenore, yaitu nyeri menstruasi berlebih yang mengganggu aktivitas harian perempuan.
- Kebijakan ini memicu pro dan kontra di Spanyol karena dikhawatirkan menimbulkan stigma serta memengaruhi perekrutan pekerja perempuan, meski sudah dimanfaatkan lebih dari dua ribu pekerja sejak 2023.
Cuti menstruasi merupakan salah satu hak pekerja perempuan, karena siklus bulanan ini dapat memengaruhi kondisi fisik yang akhirnya tidak memungkinkan untuk bekerja secara produktif.
Efek samping yang umumnya terjadi selama menstruasi mulai dari nyeri perut atau kram hebat, sakit kepala, nyeri pinggang, hingga pegal-pegal yang memicu kelelahan dan sulit berkonsentrasi. Untuk itu, cuti menstruasi merupakan kebutuhan penting bagi pekerja perempuan.
Penerapan cuti menstruasi juga sudah diterapkan oleh Spanyol yang jadi negara Eropa pertama yang melegalkan cuti menstruasi berbayar bagi pekerja perempuan.
Simak penjelasannya lebih lanjut yang telah Popmama.com rangkum seputar Spanyol jadi negara Eropa pertama yang terapkan cuti menstruasi.
Table of Content
Spanyol Terapkan Cuti Menstruasi, Pertama di Eropa

Pemerintah Spanyol resmi menerapkan cuti berbayar bagi para pekerja perempuan yang mengalami nyeri menstruasi berat (dismenore). Undang-undang ini secara resmi telah disetujui parlemen pada 16 Februari 2023, mengutip dari laman DW.
Dengan ini, para pekerja perempuan yang mengalami nyeri menstruasi berat berhak mendapatkan cuti selama 3 hingga 5 hari dan tetap mendapatkan bayaran atau gaji penuh. Untuk mengajukan cuti menstruasi, syarat yang diperlukan adalah surat keterangan medis dari dokter.
Melihat langkah Spanyol sebagai penggerak di Eropa ini merupakan awal yang baik bagi gerakan feminisme, terutama bagi para pekerja perempuan agar tetap mendapatkan hak nya di tengah keterbatasan.
Selain Spanyol, aturan ini sebenarnya diinisiasi oleh Jepang setelah Perang Dunia II, kemudian diikuti beberapa negara Asia seperti Taiwan, Korea Selatan, China, dan Indonesia.
Aturan cuti menstruasi di tanah air sendiri diatur dalam Pasal 81 ayat (1) UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Apa Itu Dismenore? Kondisi Diperbolehkan Cuti Menstruasi di Spanyol

Dismenore merupakan nyeri menstruasi berlebih yang kondisinya disertai dengan surat dari dokter sebagai syarat. Kondisi ini bisa memengaruhi aktivitas harian bagi perempuan yang merasakan sakit tidak tertahankan.
Nyeri ini muncul akibat kontraksi otot rahim yang disebabkan oleh peningkatan hormon prostaglandin saat meluruhkan lapisannya. Selain kram perut, nyeri ini disertai dengan gejala fisik lain, seperti sakit kepala atau pusing, mual dan muntah, nyeri yang menjalar ke punggung hingga paha, serta lemas.
Mengutip dari Kemenkes, dismenore terbagi menjadi dua jenis, yakni dismenore primer dan sekunder.
Dismenore atau nyeri haid merupakan kondisi yang umum terjadi pada perempuan, namun jika mengganggu keseharian membutuhkan perawatan berlebih untuk meredakan nyeri tersebut.
Penerapan Cuti Menstruasi di Spanyol Sempat Memicu Pro Kontra

Adanya kebijakan cuti menstruasi sebenarnya menjadi angin segar bagi para pekerja perempuan karena hak mereka tetap terpenuhi di samping harus menghadapi nyeri menstruasi yang menyiksa.
Namun, hal ini rupanya menimbulkan pro dan kontra saat pertama kali disahkan, terutama antara politisi dan serikat pekerja di Spanyol.
Mengutip dari The Conversation, salah satu serikat pekerja terbesar di Spanyol memperingatkan bahwa aturan ini bisa memberikan stigma baru bagi perempuan di tempat kerja, dan ditakutkan mengurangi perekrutan pekerja perempuan.
Partai Populer konservatif yang jadi pihak oposisi di Spanyol juga sempat memperingatkan undang-undang tersebut bisa menimbulkan konsekuensi negatif di pasar tenaga kerja perempuan.
Penerapan aturan ini sendiri sudah dirasakan oleh setidaknya 2.668 pekerja perempuan sejak 1 Juni 2023 - 3 Februari 2025 dengan rata-rata cuti selama tiga hari, meski tidak sesuai dengan target awal yang memperkirakan sekitar 60.000 pekerja perempuan.
Demikian penjelasan mengenai Spanyol jadi negara Eropa pertama yang terapkan cuti menstruasi.
Bagaimana pendapat Mama?


















