5 Jenis Alergi Paling Aneh dan Jarang Terjadi di Dunia

Aneh tapi nyata nih, Ma

5 Januari 2021

5 Jenis Alergi Paling Aneh Jarang Terjadi Dunia
Freepik

Memiliki anak yang cerdas, ceria, dan sehat, tentu menjadi harapan semua orangtua. Namun sayangnya, ada saja masalah kesehatan yang bisa mengintai si Kecil.

Masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak ada banyak, mulai dari batuk, demam, hingga alergi. Duh, kalau sudah bicara alergi, orangtua pasti langsung khawatir ya, Ma. Bagaimana tidak, alergi memang sangat menyiksa anak, dan bisa berpotensi mengganggu tumbuh kembang anak lho, Ma.

Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan alergi? Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sebenarnya alergi adalah salah satu jenis gangguan dari sistem kekebalan.

“Alergi dapat terjadi bila sistem kekebalan seseorang memiliki sensitivitas yang berlebihan terhadap protein tertentu, yang bagi orang lain tidak menimbulkan masalah,” tulis dr. Anang Endaryanto, spesialis anak dan alergi, pada tulisannya untuk IDAI.

Menurut IDAI, dugaan alergi semakin kuat jika adanya kerabat dekat anak yang memiliki riwayat alergi. Kerabat dekat tersebut bisa ayah, ibu, saudara kandung, kakek, dan nenek.

Gejalanya juga cukup beragam, tergantung alergen yang memicu reaksi alergi pada anak. Nah, bicara soal jenis-jenis alergi, ternyata ada banyak jenis alergi yang terbilang unik, aneh, dan jarang terjadi lho, Ma.

Beberapa alergi yang sering terjadi misalnya alergi susu, debu, atau alergi kacang. Kalau alergi itu terdengar umum terjadi, beberapa alergi di bawah ini pasti membuat Mama kaget deh.

Apa saja alergi unik yang jarang terjadi itu? Simak daftar yang telah Popmama.com himpun berikut ini:

1. Alergi air

1. Alergi air
Freepik

Aquagenic urticaria adalah kondisi langka yang menyebabkan kulit anak gatal hingga timbul ruam atau biduran saat terkena air. Menurut situs Benenden, ini terjadi karena sel tubuh melepaskan histamin, yang menyebabkan ruam atau biduran.

Walau suhu airnya diganti, reaksi alergi ini tetap akan muncul, dan tidak ada pengobatan yang efektif menyembuhkan alergi ini. Yang bisa Mama lakukan hanya memberikan losion dan krim anti-puritic untuk meredakan rasa gatalnya.

Editors' Picks

2. Alergi olahraga

2. Alergi olahraga
Freepik

Semua orang pasti sudah tahu, kalau olahraga adalah cara terbaik untuk menjaga tubuh tetap sehat. Namun kasusnya berbeda bagi beberapa orang yang menderita alergi olahraga.

Urtikaria dan anaphylaxis karena olahraga bisa terjadi, walaupun sangat langka. Reaksi alergi ini terbilang parah lho, Ma. Gejalanya mulai dari biduran, masalah pencernaan, dan bahkan anafilaksis!

Bagi Mama yang belum tahu anafilaksis, menurut Australian Society of Clinical Immunology and Allergy (ASCIA), ini adalah reaksi alergi berat yang menyerang banyak organ tubuh hingga bisa menyebabkan kematian.

3. Alergi uang

3. Alergi uang
Pexels/rawpixel.com

Percaya tak percaya, ternyata di dunia ini ada beberapa orang yang alergi uang, walau hanya memegang uang logam dalam waktu singkat.

Jika Mama atau anak Mama sering mengalami ruam di tangan setelah memegang uang koin, maka besar kemungkinan itu merupakan reaksi alergi nickel sulphate.

Kalau benar nikel adalah penyebab ruam tersebut, maka penderita biasanya disarankan untuk tidak menyentuh benda-benda yang berkilau, seperti perhiasan, bagian besi di celana jins, jepit rambut, dan bahkan gagang pintu.

Tersiksa? Wah, sudah pasti. Maka para penderita alergi ini sangat disarankan untuk selalu menggunakan sarung tangan. Duh, kalau belanja harus bayar pakai mesin debit dong, ya?

Baca juga: 7 Macam Phobia yang Benar-Benar Bisa Kamu Jumpai di Lingkungan Kamu

Baca juga: 5 Fakta Anafilaksis, Reaksi Alergi Berat yang Menyebabkan Kematian

4. Sentuhan manusia

4. Sentuhan manusia
Pexels/dariashevtsova

Jika alergi uang saja sudah cukup membuat Mama bingung, maka penderita alergi sentuhan manusia pasti membuat Mama lebih heran lagi. Ini sering disebut sebagai dermographism atau skin writing.

Ini adalah bentuk lain dari urticaria, dan biasanya terjadi seumur hidup alias tidak bisa disembuhkan. Walau begitu, namun ada banyak cara untuk meredakan keluhannya, seperti penggunaan antihistamin yang meredakan bengkak setelah bersentuhan dengan manusia lain.

5. Alergi sinar matahari

5. Alergi sinar matahari
Pexels/julianjagtenberg

Duh, semua manusia butuh sinar matahari agar bisa tetap sehat, lalu bagaimana jika menderita alergi sinar matahari? Duh, mereka pasti sangat tersiksa ya, Ma.

Alergi ini sering disebut solar urticaria, yang salah satu gejalanya adalah biduran atau ruam di seluruh bagian tubuh yang terpapar sinar matahari. Penyebabnya sama dengan alergi air, yaitu karena tubuh melepaskan histamin dan memicu reaksi alergi.

Apa yang terjadi jika penderitanya terkena sinar matahari? Cukup berbahaya, karena ia bisa mual, pusing, dan bahkan sulit bernapas. Untuk meredakannya, dibutuhkan penggunaan antihistamin dan tabir surya, yang bisa mengurangi dampak buruk dari paparan sinar matahari.

Walau sampai saat ini belum ada pengobatan khusus untuk menyembuhkan alergi yang sangat unik ini, namun pada beberapa kasus ini bisa sembuh dengan sendirinya kok, Ma.

Semoga informasi tentang jenis-jenis alergi yang unik ini bisa meningkatkan kewaspadaan Mama akan alergi, ya.

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.