7 Kesalahan saat Memilih Tempat Tidur Bayi yang Bisa Membahayakan Anak

Hemat dan bentuknya bagus saja, itu belum cukup. Simak yuk Ma, sebelum memebeli tempat tidur bayi

8 April 2021

7 Kesalahan saat Memilih Tempat Tidur Bayi Bisa Membahayakan Anak
Pinterest.com/Vanillawood

Orangtua baru harus mengetahui ini, kesalahan yang sering terjadi saat memilih tempat tidur bayi. Sebaiknya, kamu menghindari dan tidak menirunya.

Sebagai calon orangtua, sebaiknya persiapkan keranjang bayi yang aman dan nyaman untuk tumbuh kembang bayi adalah hal yang penting.

Menjadi orangtua memang bukan hal mudah, untuk itu Popmama.com akan berbagi informasi tentang beberapa kesalahan yang sering dilakukan orangtua baru pada saat memilih tempat tidur bayi.

1. Kenyamanan dari keranjang bayi yang dipakai turun-menurun

1. Kenyamanan dari keranjang bayi dipakai turun-menurun
furnizing.com

Apa maksudnya, "sudah ada tapi kok beli?"

Penggunaan tempat tidur bayi tidak akan lama, karena ketika bayi mama sudah mulai bertumbuh besar maka keranjang bayi sudah tidak akan dipakai lagi.

Keranjang bayi juga biasanya ada macamnya sebagai berikut:

  • Keranjang new born,
  • keranjang bayi 7 - 18 bulan.

Tips agar kamu dan pasangan bisa hemat adalah dengan menggunakan peralatan bayi secara turun-temurun. Begitu juga dengan penggunaan keranjang bayi.

Jika kakak kamu memiliki keranjang bayi dan sudah tidak terpakai, bisa jadi kamu akan berpikir kalau itu akan dipakai untuk bayi mama. Kamu berpikir ini akan lebih hemat dan memudahkan.

Karena harganya cukup mahal, biasanya keranjang bayi digunakan turun-temurun ke beberapa generasi.

Tetapi ini yang perlu kamu ingat, orangtua baru sering kali lupa bahwa keranjang bayi yang usianya sudah bertahun-tahun kualitas dan ketahanannya akan menurun. Hal itu juga bisa membahayakan bayi kamu.

Kenyamanan yang diberikan juga berbeda dengan tempat tidur bayi yang baru.

Untuk itu sebaiknya gunakan tempat tidur bayi tidak lebih dari dua generasi dengan jarak waktu yang tidak terlalu lama, sekitar 4-5 tahun. Jika sudah lebih lama dari itu, periksa kembali dan pertimbangkan lagi ya Ma.

2. Keamanan baby box

2. Keamanan baby box
Pinterest.com/tulipababy

Biasanya orangtua baru ingin membelikan segala sesuatu yang lucu dan menggemaskan untuk bayi mereka karena memiliki seorang bayi adalah sesuatu yang dinantikan.

Hal ini tidak salah, tapi kamu tetap harus memerhatikan keamanan dan keselamatan bayi.

Misalnya, pilih tempat tidur bayi dengan jarak tiang yang tidak terlalu besar agar kepala bayi tidak bisa melewati jarak antar tiang-tiang kecil keranjangnya.

Editors' Picks

3. Pilih keranjang bayi tanpa pintu

3. Pilih keranjang bayi tanpa pintu
Pinterest.com/Dugans

Sebagian besar orangtua memiliki pemikiran untuk memilih keranjang bayi yang nyaman, namun juga memudahkan saat dipakai.

Maka, banyak orang memilih untuk menggunakan keranjang bayi dengan pintu dorong yang dapat dibuka sampai ke bawah ranjang.

Ini sangat berbahaya, bayi adalah pemerhati ulung.

Mereka mempelajari apa yang dilihatnya sehari-hari. Ia bahkan bisa meniru saat Mama tidak bersamanya.

Ini jelas sangat berbahaya untuk keselamatan bayi mama.

4. Tidak memerhatikan ketebalan matras di tempat tidur bayi

4. Tidak memerhatikan ketebalan matras tempat tidur bayi
Pinterest.com/Amanda Larangeira

Hal yang sering luput dari perhatian para orangtua, khususnya bagi orangtua baru, yaitu memerhatikan ketebalan matras di tempat tidur bayi.

Pilihlah keranjang bayi yang matrasnya dapat dilepas dan dipasangkan kembali.

Manfaatnya adalah agar ketebalan matras dapat disesuikan dengan usia bayi mama.

Ketika baru lahir, tidak masalah jika menggunakan matras yang cukup tebal, tapi seiring pertumbuhan si Kecil, sebaiknya matras tersebut diganti dengan yang lebih tipis untuk menghindari bayi dapat berdiri di matras dan melompat keluar melewati pembatas tempat tidur bayi.

Matras yang terlalu tinggi bisa memudahkan anak untuk lompat keluar dari tempat tidurnya setelah mereka beranjak besar.

5. Tempat tidur bayi yang terlalu kecil

5. Tempat tidur bayi terlalu kecil
catkayu.net

Seringkali orang tua membeli tempat tidur bayi hanya untuk penggunaan sementara dan memilih keranjang bayi yang kecil, melihat bayi baru lahir pun ukurannya tidak terlalu besar.

Tapi, tahukah Mama bahwa ukuran keranjang bayi yang terlalu kecil dapat menyebabkan bayi stres?

Sebaiknya, pilihlah keranjang bayi dengan ukuran yang sesuai dengan bobot bayi.

Tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.

6. Tempat tidur bayi dengan pembatas terlalu rendah

6. Tempat tidur bayi pembatas terlalu rendah
Pinterest.com/deavita.fr

Memiliki tempat tidur bayi yang rendah memang memudahan orangtua untuk beraktivitas dengan bayinya, seperti memberi ASI, mengganti popok atau menggendong ketika menangis di malam hari.

Tetapi bayi bertumbuh sangat cepat. Ini membuat keranjang bayi yang terlalu rendah itu tidak akan nyaman digunakan.

Si Kecil yang semakin besar akan semakin aktif bahkan bisa melewati pembatas keranjang bayi dan melompat keluar.

Hal tersebut tentunya sangat berbahaya bagi keselamatan bayi.

Maka, sebaiknya pilihlah tempat tidur bayi dengan pembatas yang cukup tinggi, sehingga tidak memungkinkan bayi untuk merangkak keluar dari keranjangnya.

7. Tempat tidur bayi diisi oleh kasur, bantal dan guling yang tidak terlalu empuk

7. Tempat tidur bayi diisi oleh kasur, bantal guling tidak terlalu empuk
furnizing.com

Pasti Mama dan Papa ingin memberikan yang terbaik untuk si Kecil.

Sebagian orangtua tidak masalah membayar mahal, asalakan itu produk yang terbaik "menurutnya".

Mungkin banyak orangtua yang menganggap bayi identik dengan memerlukan perlengkapan bayi yang berkualitas dan juga lembut.

Misalnya selimut bayi lembut, bantal empuk, kasur super empuk bahkan boneka berbulu halus. Pada kenyataannya, barang-barang tersebut harus dihindari untuk mencegah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindrom kematian bayi mendadak.

Barang bertekstur lembut berisiko bisa membuat bayi sulit bernapas karena berisiko menutupi wajah bayi mama.

Saat memilih matras, kasur, bantal dan guling untuk keranjang bayi, pilih yang khusus dirancang untuk bayi dan sudah lulus uji SNI.

Matras khusus bayi biasanya cukup kokoh atau keras untuk mencegah SIDS.

Selain itu, matras untuk keranjang bayi yang baik juga biasanya mampu menopang tulang punggung bayi yang masih lunak.

Hindari membeli matras yang terlalu empuk. Pilih matras sesuai dengan ukuran tempat tidurnya.

Jangan sampai ada celah sedikit pun antara matras dengan pagar tempat tidur.

Kepala terejepit atau kaki selip bisa berbahaya untuk anak mama, termasuk membahayakan dan mengakibatkan terganggunya napas si Kecil.

Lebih baik dicegah!

Itulah 7 kesalahan yang sering kali tidak disadari oleh para orangtua baru dalam memilih tempat tidur bayi untuk si Kecil. Cobalah lebih berhati-hati dan selektif. Hemat atau bagus saja tidak cukup. Yuk, perhatikan hal-hal di atas Ma.

Baca juga: Cara Memilih Keranjang Tempat Tidur untuk Bayi yang Baru Lahir

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.