Amankah Berhubungan Seks Jika Pasangan Tindik Kelamin?

Tindik kelamin perempuan maupun laki-laki akan menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks

29 November 2021

Amankah Berhubungan Seks Jika Pasangan Tindik Kelamin
Unsplash/Dainisgraveris

Tindik di telinga atau hidung mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang, sebab tindik sudah dijadikan sebuah gaya hidup untuk menggambarkan identitas seseorang. 

Namun, tidak sedikit orang yang mencoba tindik kelamin. Artinya, tindik dipasang di vagina atau penis. Apakah Mama pernah mengetahui hal tersebut atau berminat untuk mencoba tindik kelamin? 

Apabila Mama berminat mencoba, Popmama.com kali ini merangkum informasi seputar tindik kelamin dan pengaruhnya terhadap kesehatan serta hubungan seksual bersama pasangan.

Informasi di bawah bisa dijadikan referensi sebelum memutuskan untuk tindik kelamin atau tidak, ya. 

Tindik Kelamin Perempuan dan Laki-Laki

Tindik Kelamin Perempuan Laki-Laki
Unsplash/Dainisgraveris

Perempuan dan laki-laki memiliki prosedur berbeda apabila ingin mencoba tindik kelamin. Pada perempuan, area vagina yang ditindik adalah bagian klitoris atau bibir vagina bagian luar. 

Sedangkan, bagian penis yang ditindik adalah batang atau ujung penis. Tindik kelamin tidak boleh dilakukan dengan cara menembus penis dari satu sisi ke sisi lainnya karena bisa membahayakan kesehatan reproduksi laki-laki. 

Prosedur tindik kelamin perempuan maupun laki-laki akan menimbulkan rasa sakit, terutama pada lima detik pertama. Sebab, saat ditindik, area kelamin akan dilubangi dengan alat khusus yang steril. 

Selanjutnya, perhiasan atau alat tindik akan dipasang dan area yang sudah ditindik akan dibersihkan kembali. Mama mungkin merasa tidak nyaman untuk sementara, namun rasa sakit dan tidak nyaman itu akan berangsur hilang dalam beberapa saat. 

Editors' Picks

Risiko Kesehatan dari Tindik Kelamin

Risiko Kesehatan dari Tindik Kelamin
Unsplash/Sharonmccutcheon

Tindik kelamin tidak selalu aman untuk dilakukan. Apabila dilakukan secara sembarangan, tindik kelamin juga bisa menimbulkan beberapa risiko kesehatan, salah satunya adalah infeksi bakteri. 

Infeksi bakteri bisa terjadi apabila ada bagian kelamin yang terluka saat ditindik. Akibatnya, bakteri bisa masuk ke area kelamin dan menyebabkan gejala-gejala infeksi seperti pembengkakan, kemerahan pada area kelamin, dan rasa sakit saat buang air kecil. 

Tindik kelamin juga berisiko menyebabkan pendarahan, kerusakan saraf dan jaringan, hingga menularkan penyakit menular seksual apabila alat-alat yang dipakai tidak benar-benar steril. Oleh karena itu, Mama sebaiknya memastikan alat yang digunakan telah steril dan masih baru. 

Tidak Boleh Berhubungan Seks selama Proses Penyembuhan

Tidak Boleh Berhubungan Seks selama Proses Penyembuhan
Unsplash/Dainisgraveris

Proses penyembuhan tindik kelamin pada perempuan membutuhkan waktu lebih lama dibanding laki-laki. Luka bekas tindikan pada penis umumnya akan sembuh total setelah 1-2 bulan. 

Namun, tindik kelamin pada bibir vagina membutuhkan waktu penyembuhan lebih lama yakni empat bulan. Selama proses penyembuhan, Mama akan dilarang untuk berhubungan seksual untuk menghindari infeksi. 

Risiko Penularan Penyakit Seksual

Risiko Penularan Penyakit Seksual
Unsplash/Dainisgraveris

Tindik kelamin memang tidak memengaruhi kualitas hubungan seksual. Meskipun demikian, tindik kelamin berisiko menularkan penyakit menular seksual hingga menyebabkan kehamilan. 

Pasalnya, tindik kelamin menyebabkan penggunaan kondom tidak maksimal. Kondom akan mudah tergesek perhiasan tindikan sehingga mudah sobek dan rusak. Oleh karena itu, Mama perlu memastikan kondom masih berfungsi dengan baik selama berhubungan seksual untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 

Cara Perawatan Tindik Kelamin

Cara Perawatan Tindik Kelamin
Unsplash/Meymigrou

Apabila Mama masih berminat mencoba tindik kelamin, maka Mama perlu mengetahui prosedur perawatan agar hubungan seksual tetap aman. Pertama, jangan pernah menyentuh tindik menggunakan tangan karena bisa menyebabkan infeksi. 

Kedua, Mama sebaiknya menggunakan air hangat atau sabun antibakteri untuk mempercepat proses penyembuhan dan membersihkan area kelamin.

Hindari penggunaan alkohol untuk membersihkan luka bekas tindikan karena bisa menyebabkan infeksi dan memperlambat proses penyembuhan. Terakhir, pastikan untuk membersihkan tangan terlebih dahulu apabila ingin membersihkan area vagina atau penis. 

Nah Ma, itulah informasi singkat seputar tindik kelamin. Prosedur tindik kelamin memang diperbolehkan selama dilakukan oleh profesional dan Mama melakukan perawatan secara baik. 

Baca juga:

Tanya Ahli

Mulai konsultasi seputar parenting yuk!

Hai Ma, mama mulai bisa bertanya dan berbagi pengalaman dengan ahli parenting.