Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

Oktober Jadi Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi

3 min read
Oktober Jadi Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi
Magnific
  • Oktober diperingati sebagai Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi sejak 1988, untuk mengenang bayi yang meninggal serta mendukung keluarga yang berduka.

  • Peringatan ini mencakup keguguran, kehamilan ektopik, kematian bayi mendadak, penghentian kehamilan karena kondisi medis, hingga perjuangan orangtua untuk hamil.

  • Orangtua dapat mengenang bayi dengan menyebut namanya di dalam doa, menyimpan kotak kenangan, atau menuliskan perasaan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehilangan kehamilan atau bayi tentu bukan pengalaman yang mudah bagi orangtua. Rasa sedih dan kehilangan bisa muncul dalam bentuk yang berbeda pada setiap orang, termasuk ketika harus mengenang bayi yang sudah tidak dapat bersama mereka.

Setiap Oktober, ada momen khusus untuk mengenang keluarga yang pernah mengalami kehilangan tersebut, yaitu Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi. Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa orangtua yang sedang berduka membutuhkan dukungan dan tidak harus menghadapi semuanya sendirian.

Memasuki peringatan ke-38 pada Oktober 2026, kali ini Popmama.com telah merangkum informasi mengenai bulan kesadaran kehilangan kehamilan dan bayi, serta cara sederhana untuk mengenangnya.

  1. Apa itu Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi?

    Apa itu bulan kesadaran kehilangan kehamilan dan bayi?
    Magnific/v.ivash

    Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi diperingati setiap bulan Oktober untuk mengenang bayi yang meninggal selama kehamilan maupun setelah lahir. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memberikan dukungan kepada keluarga yang sedang melewati masa berduka.

    Peringatan ini dimulai pada 1988, ketika Presiden Ronald Reagan menetapkan Oktober sebagai bulan untuk meningkatkan kesadaran mengenai kehilangan kehamilan dan bayi. Dalam proklamasinya, ia juga menekankan pentingnya mengakui duka yang dirasakan oleh keluarga.

    Sejak saat itu, Oktober menjadi waktu bagi masyarakat untuk lebih terbuka membicarakan pengalaman kehilangan kehamilan dan bayi, sekaligus menunjukkan dukungan kepada keluarga yang mengalaminya.

  2. Momen untuk Mengenang Berbagai Bentuk Kehilangan

    Momen untuk mengenang berbagai bentuk kehilangan
    Magnific

    Kehilangan kehamilan dan bayi bisa terjadi dalam berbagai bentuk. Karena itu, bulan kesadaran ini tidak hanya ditujukan bagi orangtua yang mengalami keguguran.

    Momen ini juga menjadi pengingat bagi ibu yang pernah mengalami kehamilan ektopik, orangtua yang sedang berusaha untuk hamil, hingga mereka yang kehilangan bayi karena kematian mendadak. Ada pula orangtua yang harus mengakhiri kehamilan karena kondisi medis.

    Papa yang mendampingi Mama selama melewati kehilangan juga bisa mengalami rasa duka yang sama. Jadi, pengalaman kehilangan ini dapat dirasakan oleh seluruh keluarga, meskipun setiap orang mungkin memiliki cara berbeda dalam menghadapinya.

  3. Kehilangan Kehamilan Masih Sangat Sering Terjadi

    Kehilangan kehamilan masih sangat sering terjadi
    Magnific

    Meski kehilangan kehamilan terasa sangat personal, pengalaman ini ternyata masih cukup sering terjadi. Keguguran menjadi salah satu penyebab kehilangan kehamilan yang paling banyak terjadi.

    Diperkirakan sekitar 26 persen dari seluruh kehamilan berakhir dengan kehilangan bayi, sementara pada kehamilan yang sudah diketahui secara klinis angkanya mencapai hingga 10 persen, dilansir dari laman Pregnancy After Loss Support. 

    Penyebabnya pun bisa beragam, seperti kelainan pada janin, usia ibu, hingga infeksi tertentu, termasuk sifilis dan malaria. Namun, pada beberapa kasus, penyebab pasti kehilangan kehamilan tidak selalu dapat diketahui.

  4. 3 Cara Sederhana untuk Mengenang Bayi yang Telah Pergi

    3 cara sederhana untuk mengenang bayi yang telah pergi
    Magnific

    Setiap orangtua tentu memiliki cara sendiri untuk mengenang bayinya. Tidak harus dengan cara yang besar, beberapa hal sederhana juga bisa dilakukan sebagai bentuk kasih sayang dan kenangan.

    1. Menyebut nama bayi
      Jika sudah memberikan nama untuk bayi, Mama bisa menuliskannya di jurnal, atau memasukkannya dalam rangkaian doa saat ibadah.

    2. Membuat kotak kenangan
      Foto USG, gelang rumah sakit, foto, atau catatan tulisan tangan bisa disimpan dalam satu kotak khusus. Kotak ini dapat dibuka kembali ketika Mama ingin mengenang momen yang pernah dilalui bersama si Kecil.

    3. Menuliskan perasaan
      Menuangkan perasaan ke dalam tulisan bisa menjadi salah satu cara untuk mengeluarkan emosi yang sulit disampaikan secara langsung.

    Bulan Kesadaran Kehilangan Kehamilan dan Bayi menjadi pengingat bahwa setiap kehilangan layak dikenang dan setiap keluarga yang berduka membutuhkan dukungan. 

    Mama perlu ingat, setiap kehilangan memiliki cerita dan prosesnya sendiri, sehingga setiap orangtua berhak memilih cara yang terasa paling nyaman untuk mengenangnya. 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More