Baca artikel Popmama lainnya di IDN App
Install

7 Cara Mengelola Emosi dan Mood Swing saat Hamil

4 min read
7 Cara Mengelola Emosi dan Mood Swing saat Hamil
Magnific/DC Studio
  • Mood swing saat hamil umum terjadi, terutama pada trimester pertama ketika tubuh mengalami banyak perubahan.

  • Pola makan yang baik, aktivitas fisik yang aman, tidur cukup, dan dukungan dari orang terdekat dapat membantu menjaga suasana hati.

  • Jika perubahan emosi terasa berat dan mulai mengganggu keseharian, Mama sebaiknya mencari bantuan dari dokter atau tenaga profesional.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Perubahan emosi atau mood swing saat hamil normal terjadi pada trimester pertama, terutama antara minggu ke-6 hingga 10 kehamilan. Perubahan hormon, rasa lelah, pola tidur yang terganggu, serta penyesuaian dengan kondisi kehamilan bisa membuat Mama menjadi lebih sensitif, mudah menangis, atau cepat merasa kesal.

Mood swing memang tidak bisa dihindari, tapi bukan berarti Mama harus membiarkannya mengganggu aktivitas sehari-hari. Ada beberapa kebiasaan sederhana yang dapat membantu menjaga kondisi tubuh dan pikiran agar lebih stabil selama menjalani kehamilan. 

Berikut Popmama.com telah merangkum cara mengelola emosi dan mood swing saat hamil, dikutip dari Thomson Medical.

  1. 1. Pastikan tubuh mendapat asupan nutrisi yang cukup

    Pastikan tubuh mendapat asupan nutrisi yang cukup
    Magnific

    Rasa lapar ternyata dapat ikut memengaruhi suasana hati. Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan yang cukup, Mama mungkin menjadi lebih mudah lelah, sensitif, atau cepat merasa kesal.

    Untuk membantu menjaga energi sepanjang hari, usahakan makan secara teratur dengan pilihan makanan yang bergizi dan mengenyangkan. Mama juga bisa menyiapkan camilan bernutrisi ketika mulai merasa lapar di antara waktu makan. Asupan yang cukup dapat membantu tubuh tetap bertenaga sehingga Mama lebih mudah menjaga suasana hati.

  2. 2. Rutin berolahraga

    Rutin berolahraga
    Magnific

    Penelitian berjudul “Exercise during Pregnancy in Normal-Weight Women and Risk of Preterm Birth” yang dipublikasikan di American Journal of Obstetrics and Gynecology menunjukkan bahwa olahraga aerobik selama 35–90 menit, sekitar 3–4 kali dalam seminggu, aman dilakukan oleh ibu hamil dengan berat badan normal.

    Penelitian tersebut juga menemukan bahwa 73 persen ibu hamil yang rutin berolahraga mengalami persalinan pervaginam normal. Mama bisa memilih aktivitas ringan seperti berjalan kaki, berenang, atau yoga sesuai kondisi tubuh. Namun, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum memulai rutinitas olahraga selama kehamilan.

  3. 3. Prioritaskan waktu tidur dan istirahat

    Prioritaskan waktu tidur dan istirahat
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Mendapatkan tidur yang cukup menjadi hal penting selama kehamilan, meski pada kenyataannya Mama mungkin sulit merasa benar-benar nyenyak. Rasa tidak nyaman pada tubuh, terutama ketika usia kehamilan semakin bertambah, dapat membuat waktu istirahat terganggu.

    Mama bisa mencoba menjaga rutinitas sebelum tidur agar tubuh lebih mudah mengenali waktu untuk beristirahat. Jika diperlukan, sempatkan tidur siang untuk membantu mengembalikan energi. Latihan pernapasan sebelum tidur dan penggunaan bantal tambahan juga dapat membantu menemukan posisi yang lebih nyaman.

  4. 4. Ceritakan perasaan kepada orang terdekat

    Ceritakan perasaan kepada orang terdekat
    Popmama.com/Sofya Wardhani/AI

    Mama tidak harus menghadapi semua perubahan emosi seorang diri. Ketika sedang merasa sensitif, sedih, atau mudah marah, cobalah menceritakan apa yang dirasakan kepada pasangan, keluarga, atau teman yang dipercaya.

    Mama juga dapat bergabung dengan komunitas ibu hamil, baik secara langsung maupun melalui komunitas daring. Berbagi cerita dengan orang yang sedang mengalami fase serupa dapat membuat Mama merasa lebih dimengerti.

  5. 5. Bangun lingkungan yang penuh dukungan

    Bangun lingkungan yang penuh dukungan
    Magnific

    Memiliki lingkungan yang suportif dapat membantu Mama melewati berbagai tantangan selama kehamilan. Dukungan tidak selalu harus berupa solusi. Terkadang, memiliki seseorang yang bersedia mendengarkan cerita dan memberikan rasa aman sudah cukup membantu.

    Pasangan, keluarga, teman, maupun tenaga kesehatan dapat menjadi bagian dari sistem dukungan Mama. Jangan ragu meminta bantuan ketika merasa kewalahan atau membutuhkan waktu untuk beristirahat.

  6. 6. Jangan terlalu keras pada diri sendiri

    Jangan terlalu keras pada diri sendiri
    Magnific

    Kehamilan membawa banyak perubahan sehingga wajar jika Mama tidak selalu merasa baik-baik saja. Ada kalanya Mama bereaksi lebih emosional atau merasa kesulitan mengendalikan perasaan.

    Daripada terus menyalahkan diri sendiri, cobalah memberikan ruang untuk memahami apa yang sedang dirasakan. Mama bisa mengambil waktu sejenak untuk menenangkan diri sebelum kembali menghadapi situasi yang membuat emosi meningkat.

  7. 7. Jangan ragu berkonsultasi dengan profesional

    Jangan ragu berkonsultasi dengan profesional
    Magnific

    Jika perubahan emosi mulai terasa sulit dikendalikan atau membuat Mama kesulitan menjalani aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional. Perasaan cemas yang berlangsung berkepanjangan juga sebaiknya tidak diabaikan.

    Mama dapat membicarakan kondisi tersebut dengan dokter spesialis obstestri dan ginekologi atau psikolog. Kecemasan dan depresi selama kehamilan merupakan kondisi yang dapat dialami ibu hamil sehingga Mama tidak perlu merasa malu atau bersalah ketika membutuhkan bantuan.

    Nah, itu dia deretan cara mengelola emosi dan mood swing saat hamil. Semoga informasi ini dapat membantu Mama.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More