- Kelahiran prematur. Bayi lahir sebelum waktunya dan berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan, seperti infeksi, penyakit kuning, penyakit jantung bawaan, perdarahan otak, gangguan organ, serta gangguan tumbuh kembang.
- Cacat lahir. Gangguan perkembangan janin akibat paparan asap rokok dapat menyebabkan kecacatan, mulai dari bibir sumbing hingga kelainan pada otak dan saraf.
- Berat Badan Lahir Rendah (BBLR). Bayi lahir dengan berat kurang dari 2,5 kg dan berisiko mengalami gangguan pencernaan, otak, pernapasan, infeksi, hipoglikemia, hingga hipotermia.
- Solusio plasenta. Merupakan kondisi ketika plasenta terlepas dari rahim sebelum waktu persalinan tiba yang dapat menyebabkan perdarahan hebat dan mengancam nyawa ibu maupun bayi.
- Paru-paru lemah. Paparan asap rokok selama kehamilan dapat meningkatkan risiko bayi memiliki paru-paru yang lebih lemah dan rentan mengalami penyakit lainnya.
- Sudden Infant Death Syndrome (SIDS). SIDS adalah kondisi kematian mendadak pada bayi yang sebelumnya tampak sehat, termasuk saat tidur. Bahan kimia dalam asap rokok dapat mengganggu pernapasan bayi sehingga meningkatkan risiko SIDS.
Benarkah Paparan Asap Rokok saat Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran?

Paparan asap rokok pada ibu hamil, termasuk sebagai perokok pasif, dapat mengganggu perkembangan janin dan meningkatkan risiko keguguran alami.
Merokok saat hamil disebut meningkatkan risiko keguguran 24–32 persen; bahan kimia rokok masuk ke aliran darah ibu dan janin.
Asap rokok juga dikaitkan dengan kelahiran prematur, cacat lahir, BBLR, solusio plasenta, paru-paru lemah, dan SIDS; ibu hamil dianjurkan menghindari lingkungan perokok.
Pernahkah Mama, berada dalam jarak yang dekat dengan orang yang sedang merokok? Jika iya, maka sebaiknya jangan diulangi, ya. Hindari berdekatan dengan orang-orang yang sedang merokok, terutama saat sedang hamil.
Pasalnya, asap rokok tak hanya memberikan efek buruk pada tubuh mama, tapi juga untuk keoptimalan tumbuh kembang si Kecil. Paparan asap rokok sejatinya bisa mengundang berbagai hal yang dapat membahayakan janin.
Lalu, benarkah paparan asap rokok saat hamil bisa menyebabkan keguguran? Yuk, Ma, cari tahu jawabannya dalam informasi Popmama.com berikut ini.
Benarkah Paparan Asap Rokok saat Hamil Bisa Menyebabkan Keguguran?

Magnific Melansir penjelasan dr. Arie Aldila Pratama, Sp.OG, FICS, Int. Aff. RANZCOG., dari akun Instagram pribadinya @spog.arie, paparan asap rokok memang bisa menyebabkan beberapa masalah pada kehamilan dan juga janin.
Salah satu dampak buruk asap rokok adalah bisa menyebabkan terjadinya keguguran. Bahan-bahan kimia yang terkandung di dalam rokok dapat masuk dan mengalir ke aliran darah ibu hamil dan janin. Hal tersebut pun mengganggu perkembangan janin, kelainan genetik, cacat, hingga berujung pada keguguran.
Merokok saat hamil dikatakan terbukti meningkatkan risiko keguguran sebesar 24–32 persen, sementara ibu hamil yang menjadi perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko keguguran alami.
Selain Keguguran, Ini Bahaya Asap Rokok bagi Janin

Magnific Tak hanya keguguran, paparan asap rokok juga bisa menyebabkan beberapa dampak buruk lain pada ibu hamil dan janin, di antaranya seperti:
Kandungan dalam asap Rokok yang Berbahaya bagi Ibu Hamil dan Janin

Magnific Tahukah Mama, World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya, lebih dari 250 zat beracun, dan lebih dari 70 zat karsinogenik yang sebagian besar dapat mengganggu perkembangan janin.
Paparan asap rokok, baik sebagai perokok aktif maupun pasif, dapat mengurangi suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan janin.
- Nikotin menyempitkan pembuluh darah sehingga mengurangi aliran darah dan oksigen ke janin.
- Tar merusak jaringan paru-paru dan organ penting lainnya serta meningkatkan risiko cacat lahir.
- Karbon monoksida menggantikan oksigen dalam darah, menghambat pertumbuhan janin, dan meningkatkan risiko kelahiran prematur.
Cara Menghindari Paparan Asap Rokok saat Hamil

Pexels/MART PRODUCTION Jika ingin menghindari paparan asap rokok, maka Mama bisa melakukan beberapa cara seperti:
- Jauhi lingkungan perokok. Hindari tempat yang memperbolehkan merokok, terutama ruang dengan ventilasi yang buruk.
- Memberikan edukasi pada keluarga. Beri tahu pasangan dan anggota keluarga tentang bahaya asap rokok bagi kehamilan agar tidak merokok di sekitar kita.
- Menggunakan masker saat di luar. Jika terpaksa berada di lingkungan dengan asap rokok, gunakan masker untuk mengurangi paparan langsung.
- Terapkan pola hidup sehat. Konsumsi makanan yang bergizi seimbang dan rutin berolahraga yang sesuai anjuran dokter selama kehamilan untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
- Waspadai third-hand smoke. Residu racun dari asap rokok dapat menempel pada pakaian, rambut, dan kulit perokok meski mereka merokok di luar ruangan. Minta pasangan atau orang terdekat mencuci tangan, membasuh wajah, atau mengganti pakaian setelah merokok sebelum berinteraksi.
Nah, itu dia informasi mengenai paparan asap rokok saat hamil bisa menyebabkan keguguran. Semoga informasi ini bermanfaat untuk Mama.



















